
Blug ...
Pintu di tutup dengan sedikit kasar, sehingga menimbulkan suara yang terdengar nyaring, Richard pun segera berjalan ke lift, namun, dia menghentikan langkanya saat melihat Lusi keluar dari dalam kamar.
''Ada apa, Om? Kenapa istri Om, Om usir dari rumah ini?'' tanya Lusi panik.
''Jangan ikut campur, kalau kamu masih ingin tinggal di sini?''
''Tapi, Om. Kasian Mika?''
''Kalau kamu kasian, kenapa kamu gak temani dia keluar dari rumah ini? hah ...''
Lusi diam mematung, dia pun menundukkan kepalanya.
'Apa Om Richard sudah tahu yang sebenarnya?' (Batin Lusi)
__ADS_1
Richard pun hendak meneruskan langkahnya, namun dia mengurungkan niatnya lagi dan kembali berbalik menatap wajah Lusi dengan tatapan tajam.
''Apa kamu tahu kalau putra Om adalah mantan kekasih istri Om sendiri?''
''Apa ...? Eu ...'' Lusi terlihat gugup.
''Akh, sudahlah percuma nanya kamu, kalian sama saja, sama-sama menganggap Om orang bodoh,'' ucap Richard lalu masuk kedalam lift.
Sepeninggal Omnya tersebut, Lusi pun berlari ke depan jendela dan menatap Mika yang ternyata sudah berjalan keluar dari halaman, dia pun meraih ponsel lalu hendak menelpon Daniel, namun, nomor sepupunya itu ternyata sedang dalam keadaan tidak aktif.
'Duh, Daniel kemana lagi? Kenapa nomornya gak aktif? Jangan-jangan dia pergi beneran? Tapi kemana? Kenapa dia gak bilang sama aku?' ( Batin Lusi )
🌹🌹
''Brengsek ...! dasar wanita tidak tahu diri, sudah sukur aku mau nikahi dia, aku pun masih mau bersabar meski dia sudah menginjak-injak harga diriku, bercumbu dengan anakku sendiri di malam yang seharusnya buat aku, padahal aku mencintai dia, tulus, aku pikir dia telah melupakan Daniel, tapi nyatanya, dia malah nangis-nangis gak jelas di kamarnya,'' gerutu Richard kesal, berbicara sendiri di kamarnya.
__ADS_1
''Untung aku sempat mencicipi tubuh moleknya itu, jadi aku gak terlalu dongkol meski harus menceraikan dia, ha ... ha ... ha ...?'' tambahnya lagi, dengan tertawa begitu renyahnya.
''Rasakan kamu, Daniel. Sakit, kan? itulah yang Daddy rasakan dulu, saat kamu berani menyentuh istri Daddy malam itu,'' ucap Richard membayangkan malam itu, malam yang seharusnya dia habiskan dengan Mika di hari pernikahannya.
Selama ini dia diam dan berpura-pura baik dan mencintai Mika dengan tulus, namun sebenarnya, dia ingin membalaskan sakit hati yang dia dapatkan di malam pertamanya waktu itu.
Sakit, karena istrinya itu lebih memilih bercumbu dengan putranya, dan sakit karena menolaknya secara berkali-kali saat dia sedang menginginkan untuk dilayani, dan yang paling membuat hatinya sakit adalah, Mikaila tidak pernah berkata jujur bahwa, sebenarnya dia adalah mantan kekasih dari putranya.
Dia merasa sangat dibodohi, harga dirinya terasa di injak-injak, dan tentu saja sebagai seorang laki-laki dan suami dia merasa tidak dihargai, namun, dia dapat bernapas lega sekarang, karena rasa sakit yang dia rasakan sudah terbalaskan.
Daniel sudah pergi dari rumahnya, tidak tahu pergi kemana, dan dia pun sudah mengusir Mika dan akan segera menceraikan dia, sungguh hati Richard merasa lega dan bahagia.
Padahal, jika saja istrinya itu mau sedikit saja membuka hati untuk dirinya dan melupakan putranya, mungkin dia tidak perlu melakukan hal ini, tapi, sikap Mika benar-benar telah membuat seorang Richard murka.
Dua Tahun Kemudian ...
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers, terima kasih ❤️❤️❤️