Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Kejutan


__ADS_3

Daniel sudah siap untuk mengajak sang istri makan malam di luar, dia nampak sudah berpakaian rapi, kemeja berwarna abu pun menjadi pilihan dengan celana jeans berwarna hitam membalut kaki panjangnya, rambut Daniel pun nampak sudah tertata rapi, membuat ketampanannya terlihat begitu sempurna.


''Sayang, udah siap belum? dandannya lama banget si?'' teriak Daniel dari ruang tamu.


''Iya, sebentar sayang. Ini udah ko ...'' jawab Mika dari dalam kamar.


Ceklek ...


Tidak lama kemudian pintu kamar pun di buka, Mika melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar dengan begitu anggun, mengenakan dress panjang berwarna senada dengan kemeja yang dikenakan oleh sang suami yaitu warna abu.


Wajah Mika nampak begitu cantik dengan polesan make up tipis dengan rambut yang di tata rapi membuat kecantikannya terlihat sempurna bak putri raja, tak lupa juga lipstik berwarna merah menyala mewarnai bibir indahnya, membuat bibir tipis seorang Mika terlihat sensual dan begitu menggoda.


Seketika, Daniel terkesima melihat kecantikan sang istri, meskipun mereka selalu bertemu setiap hari, namun, entah mengapa malam ini istrinya tersebut terlihat begitu berbeda, lebih cantik dan lebih mempesona dari biasanya.


''Hmm ... malam ini kamu cantik banget, sayang.'' Ucap Daniel, berjalan menghampiri lalu memeluk tubuh sang istri.


''O ya ...? sudah lama sekali aku gak dandan kayak ini,'' jawab Mika sedikit malu-malu.


''Sebenarnya, gak dandan pun kamu sudah cantik, tapi, malam ini kamu terlihat cantiiiiiik banget, akh ... membuat jantung suamimu itu berdetak kencang.''


''Gombal banget si.''


''Sekali-kali gak apa-apa 'kan ngegombalin istri sendiri?'' jawab Daniel mengecup tipis bibir sang istri, hingga lipstik merah Mika menempel sempurna di bibirnya.


''Bibirmu jadi merah, sayang? ha ... ha ... ha ...''


''O ya ...?'' Daniel mengusap bibirnya.


''Hmm ...''


''Kita berangkat sekarang?''


Daniel mengulurkan tangannya, dan langsung di sambut mesra oleh Mika dengan diiringi senyuman bahagia. Keduanya pun berjalan dengan bergandengan tangan, keluar dalam rumahnya.


🍀🍀


Di dalam mobil.


''Kita mau kemana?'' tanya Mika, menatap wajah suaminya yang saat ini sedang menyetir mobil.


''Hmm ... Aku mau bawa kamu ke tempat yang indah, dan aku sudah menyiapkan kejutan spesial buat kita ...''


''O ya ...? kejutan apa?''

__ADS_1


''Ya kalau di kasih tau, namanya bukan kejutan lagi dong, sayang ...'' jawab Daniel mengulurkan tangannya mengusap kepala sang istri.


''Hmm ... Oke deh, aku gak akan bertanya lagi, kita lihat saja seberapa terkejutnya aku nanti.''


Daniel mengangguk seraya tersenyum.


Ternyata Daniel membawa Mika ke cafe miliknya, dan sudah meminta Arman untuk menyiapkan kejutan yang akan dia berikan kepada sang istri.


Sesampainya di cafe.


''Sayang, bukannya ini cafe milikmu ...?'' tanya Mika sesaat setelah Daniel memarkir mobil.


''Iya, betul. Karena ini adalah kejutan, maka aku minta kamu menutup mata, biar aku yang menuntun kamu masuk ke dalam?''


''Ikh, kenapa harus tutup mata segala? emangnya di dalam ada apa?''


''Udah, kamu nurut aja. oke ...?''


Daniel mengeluarkan sapu tangan berwarna hitam, lalu melingkarkan-nya di mata Mika hingga mata istrinya itu benar-benar tertutup sempurna.


''Kamu tunggu sebentar di sini?'' Daniel membuka pintu mobil.


Setelah itu, dia pun membuka pintu mobil samping dimana Mika duduk, segera menuntun tubuhnya keluar dari dalam mobil.


''Gelap banget ...'' ucap Mika karena matanya sama sekali tidak bisa melihat apapun.


Mika mengangguk pelan.


''Oke, gak sulit ko gendong tubuh ramping kamu ini.''


Daniel merentangkan tangannya lebar-lebar, memutar badan ke kanan dan ke kiri, bahkan jalan di tempat selama beberapa detik, seolah sedang melakukan pemanasan.


''Siap ...?'' tanya Daniel sebelum meraih tubuh sang istri dan langsung di jawab dengan anggukan oleh istrinya.


Perlahan tapi pasti, Daniel memulai meraih pinggang ramping sang istri dan membawa dalam gendongannya. Mika melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami, tersenyum senang dan tidak sabar dengan apa yang akan diberikan oleh suaminya itu.


''Berat, ya ...?'' tanya Mika di dalam gendongan Daniel.


''Gak apa-apa, aku 'kan emang lagi gendong dua orang sekaligus. Kamu dan juga bayi kita yang ada di dalam sana. Jadi wajar kalau agak berat, tapi tenang aja, aku kuat ko ...'' jawab Daniel mulai memasuki cafe yang memang terlihat sepi.


Daniel sengaja meminta Arman untuk menutup cafe lebih awal karena dia tidak ingin di ganggu, dan ingin benar-benar menikmati malam ini dengan istrinya tanpa ada gangguan darimanapun. Arman nampak sudah berdiri di dalam cafe, menyambut kedatangan bosnya tersebut.


''Apa semuanya sudah siap?'' tanya Daniel sesaat setelah dia berdiri tepat di depan sahabatnya itu.

__ADS_1


''Semuanya sudah beres, bos. Bos tinggal naik aja ke atas,'' jawab Arman menatap dengan tatapan iri, ke arah Daniel yang dengan begitu mesranya menggendong sang istri.


'Andai saja aku bisa seromantis kamu, Daniel.' ( Batin Arman, seraya membayangkan wajah Lusiana )


''Baiklah, aku naik sekarang.''


Arman mengangguk seraya tersenyum.


''Naik kemana?'' tanya Mika tidak mengerti.


''Udah kamu diam aja, dan pegangan yang kuat, karena aku akan membawamu naik ke atap sekarang.''


''Ke atap?''


Daniel mengangguk pasti.


Perlahan Daniel mulai menapaki tangga pertama, berjalan perlahan menapaki tiap anak tangga dengan sangat hati-hati karena takut istrinya itu akan terjatuh, sampai akhirnya dia pun sampai di lantai tiga di atap bangunan tersebut.


Daniel pun mulai menurunkan Mika dengan sangat hati-hati, sampai akhirnya Mika benar-benar berdiri tegak. perlahan dia pun membuka penutup mata yang masih melingkar sempurna di wajah Mikaila.


''Kita sudah sampai ya?'' tanya Mika mengusap kedua matanya.


''Betul ...'' Jawab Daniel tersenyum sumringah.


Pandangan mata Mika masih terlihat buram awalnya, tapi setelah mengusapnya lembut dengan kedua tangannya, seraya mengedipkan-nya pelan akhirnya pandangan matanya itu berangsur normal.


''Waaah ... Apa ini, sayang?'' tanya Mika membulatkan bola mata bundarnya seketika dengan mulut yang sedikit di buka.


Pemandangan di depan matanya benar-benar membuat Mika terpesona, di atap cafe yang luas itu nampak nama cafe yang bertuliskan nama dirinya, yang dihiasi lampu kelap-kelip warna-warni.


Lantai atap pun nampak di penuhi kelopak mawar merah yang yang di susun sedemikian rupa, hingga membentuk hati berukuran besar, tak lupa juga, di tengah-tengahnya sudah terdapat meja kecil dengan lilin yang sudah menyala, tempat mereka akan menyantap makanan.


Tak hanya itu, seorang pria dengan membawa biola sudah berdiri tidak jauh dari tempat mereka berada, siap menemani makan malam romantis sepasang suami-istri.


''Sayang, kamu yang menyiapkan ini semuanya ...'' tanya Mika tersenyum sumringah.


''Tentu saja ... Eu ... Maksudku, aku hanya memberi perintah, dan Arman yang menyiapkan semua ini, aku gak nyangka semuanya sesuai seperti yang aku harapkan, dia benar-benar pintar.''


Daniel yang sedang menatap sekeliling dan juga terkesima dengan pemandangan yang tersaji begitu indahnya, tiba-tiba mendapat pelukan hangat dari sang istri.


''Makasih, sayang. Malam ini aku sungguh bahagia,'' lirih Mika, melingkarkan tangannya di pinggang Daniel, memeluknya erat.


''Sama-sama sayang, aku hanya ingin melihatmu bahagia, kedepannya, masih banyak lagi kejutan yang akan aku berikan untuk mewarnai rumah tangga kita yang bahagia ini,'' jawab Daniel, melepaskan pelukan sang istri.

__ADS_1


Mereka pun saling menatap satu sama lain, saling melemparkan senyuman dan tentu saja merasakan kebahagiaan, sampai akhirnya Daniel mengecup bibir istrinya itu, dan ciuman panas pun mereka lakukan di atas sana, di temani lampu kelap-kelip, kelopak bunga mawar yang mengeluarkan wangi semerbak, dan tentu saja alunan biola pun mulai terdengar merdu mengiringi kebahagian sepasang suami-istri tersebut.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2