
Lusi benar-benar menggila, dia melu*mat tiada henti bibir pria yang sebenarnya tidak dia kenal, Lusi bahkan dengan sengaja menurunkan dua tali yang melingkar di bahunya.
Arman yang memang pria normal, mengikuti saja apa yang diinginkan oleh wanita yang juga tidak dikenalnya itu.
Keduanya pun semakin bermain panas, tentu saja Lusi yang lebih mendominasi permainan, tangan Arman kini meraba pintu dan membuka pintu kamar yang memang berada tidak jauh dibelakang punggungnya.
Ceklek ...
Pintu pun terbuka, Lusi segera berjalan maju membuat tubuh Arman pun mengikuti gerakan langkah kaki wanita itu begitu saja sampai akhirnya kakinya pun terhenti karena keduanya sudah berada tepat di tepi kasur busa yang yang digerai begitu saja di atas lantai.
Bruk ...
Lusi mendorong tubuh Arman begitu saja ke atas kasur dengan begitu kasar, segera menindih raga kekar itu membuat Arman terasa sesak sebenarnya.
''Malam ini kau milikku, sayang ...''
Arman hanya bisa pasrah, dirinya tidak bisa lagi berbuat apa-apa lagi, pikirannya melayang entah kemana, apa yang dia rasakan saat ini benar-benar di luar kuasanya sebagai laki-laki normal.
__ADS_1
Dia pun menerima begitu saja apa yang dilakukan oleh wanita itu, walau hatinya ingin berontak dan jiwanya ingin menolak atas apa yang sedang dilakukan oleh wanita cantik ini. Gila ini benar-benar gila, dia ingin mengutuk diri sendiri tapi tidak bisa.
Akh ... Entahlah, pikiran itu dia tepis seketika dari dalam otaknya, saat ini dia hanya ingin menikmati setiap sentuhan wanita gila ini yang terus saja menuntunnya untuk memburu sesuatu yang lebih, sesuatu yang akan membawanya terbang ke awang-awang, sesuatu yang akan membawanya melayang merasakan surga dunia.
Sampai akhirnya sesuatu yang mereka buru pun berhasil mereka dapatkan. Entah sadar ataupun tidak, keduanya begitu menikmati malam ini, malam yang menjadi awal mula pertemuan mereka, malam yang menjadi awal untuk pertemuan-pertemuan mereka selanjutnya.
Pertemuan yang diawali dengan ketidak sengajaan itu akan mereka anggap sebagai takdir, takdir yang akan menyatukan keduanya kelak dan takdir yang akan menyatukan mereka dengan tali pernikahan suatu saat nanti.
Akhirnya sepasang manusia itu pun memejamkan mata, merasakan lelah di sekujur tubuhnya dan terlelap seketika hingga pagi pun menjelang.
🍀🍀
Lusi menggeliat, meringkuk tatkala merasakan hawa dingin yang seolah membasuh seluruh tubuhnya, dia pun menarik selimut tebal yang sedikit terbuka, menutup seluruh raganya dan belum menyadari tentang apa yang sudah terjadi semalam.
Dia pun mencoba membuka mata, memaksa kelopaknya untuk menyudahi tidur panjangnya, Lusi merentangkan kedua tangannya lebar-lebar dan terkejut seketika, saat tangannya menyentuh tubuh seorang pria yang berbaring tepat disampingnya dalam keadaan polos tanpa busana, dia pun mengintip ke dalam selimut tebal yang menutup raga polosnya.
Sedetik kemudian ...
__ADS_1
''HAAAA ...'' Lusi berteriak kencang, membuat Arman sontak terbangun.
''Apaan sih, pagi-pagi udah teriak-teriak aja, masih ngantuk tau,'' gerutu Arman merentangkan kedua tangannya, menguap dengan mata yang masih terpejam sempurna.
''KAMU ... SIAPA KAMU ...? KENAPA AKU BISA ADA DI SINI ...?'' teriak Lusi menutup seluruh raga polosnya dengan selimut.
Arman membuka mata secara sempurna, dia menoleh ke arah wanita yang semalam merenggut keper*akaan miliknya dengan begitu buas seperti orang yang sedang keseta*an.
''Kamu sudah sadar rupanya ...'' ucap Arman, menarik selimut untuk menutupi raga polosnya.
''Apa yang kamu lakukan padaku semalam ...'' teriak Lusi dengan suara nyaring.
''Hey ... gadis gila, kamu yang memaksa aku untuk melakukannya, kamu bahkan telah merenggut keperj*kaanku yang selama ini aku jaga sekuat tenaga, pokoknya kamu harus bertanggungjawab,'' jawab Arman dengan begitu polosnya, membuat Lusi tertawa terbahak-bahak.
''Ha ... ha ... ha ...! dasar cowok aneh, mana ada cewe yang harus bertanggungjawab karena telah menodai seorang laki-laki? yang ada juga seharusnya aku yang menuntut itu dari kamu, tapi kamu tenang aja, aku gak akan meminta kamu untuk bertanggung jawab, kejadian tadi malam anggap aja kamu ketiban duren runtuh, dan aku akan melupakan kejadian ini, begitupun dengan kamu, Oke ...!"
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1