
Ceklek
Pintu pun di buka dan Mika terkejut seketika membulatkan bola matanya, ternyata yang datang bukanlah Daniel ataupun ibunya, melainkan Nando, bos Mika si cafe dimana dia bekerja.
''Bapak ...? Mau apa Bapak kemari?'' tanya Mika gugup.
''Saya datang kemari, mau meminta maaf masalah kejadian waktu itu, Mika. Dan saya berharap kamu tidak berhenti bernyanyi di cafe saya ...'' ucap Nando penuh penyesalan.
''Maaf, pak. Tapi saya memang sudah gak bisa bekerja lagi di cafe itu, karena saya akan segera menikah ...''
''Menikah ...?''
Mika menganggukkan kepalanya.
''Dengan laki-laki yang kemarin itu?''
Mika kembali mengangguk dengan wajah datar.
Nando mengusap wajahnya kasar, dengan mata yang di pejamkan.
''Apa saya boleh masuk?'' pinta Nando, karena dia tidak di persilahkan masuk ke dalam rumah sama sekali.
''Maaf, saya gak bisa mempersilahkan Bapak masuk, dan saya minta Bapak segera pergi dari sini,'' ucap Mika penuh penekanan.
''Kamu mengusir saya?''
''Begitulah kira-kira ...'' jawab Mika datar.
''Baiklah, saya akan pergi, tapi bisakah kamu memikirkan ulang tentang rencana kamu itu? karena kamu adalah penyanyi andalan saya, kalau kamu sampai berhenti, pengunjung pasti akan merasa kecewa nantinya.''
''Saya gak peduli, karena itu bukan urusan saya ...'' jawab Mika mengangkat kedua bahunya.
Nando kembali mengusap wajahnya dengan kasar.
''Oke, saya akan naikkan gaji kamu dua kali lipat.''
Mika menggelengkan kepalanya.
''3 kali lipat kalau begitu ...''
Mika kembali menggelengkan kepalanya.
''5 kali lipat ...?''
''Saya bilang tidak, ya tidak. Cepat pergi sebelum saya berteriak ...' ancam Mika.
''Baik, Mika. Saya pergi sekarang juga. Tapi jika kamu berubah pikiran jangan sungkan datang lagi ke cafe, karena kamu akan selalu di terima kapanpun, Oke ...?''
''PERGI ...!'' teriak Mika kesal.
Mendengar teriakan Mika, membuat Nando langsung berlari meninggalkan halaman, dengan wajah yang juga terlihat kesal, karena telah di usir dengan cara yang tidak sopan.
''KAMU PASTI AKAN MENYESAL, MIKA ...!'' teriak Nando seraya berlari.
''Dasar pria gila, mana mungkin aku Sudi bekerja di sana lagi, setelah apa yang dia lakukan padaku kemarin,'' ucap Mika pelan berbicara sendiri.
__ADS_1
Kemudian dia pun kembali masuk ke dalam rumah lalu menutup pintu dan menguncinya.
🌹🌹
''Sombong sekali dia, awas saja, aku akan membuat kamu bernyanyi lagi, Mika ...'' gerutu Nando kesal.
Dia pun membuka pintu lalu masuk ke dalam mobil, termenung sejenak dengan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil, lalu meraih ponsel dan menelpon seseorang.
Tut
Tut
Tut
Suara telpon yang belum diangkat.
📞 ''Halo ... Carikan penyanyi baru buat pengganti Mika,'' ucap Nando setelah orang yang dia telpon mengangkat telpon.
📞 ''Memangnya kenapa, Pak? kemana lagi kita bisa dapatkan penyanyi sebagus dia?''
📞 ''Ya cari aja dulu, kalau bisa buka lowongan pekerjaan, pokoknya malam ini penyanyi itu harus sudah ada, Oke ...?''
📞 '' Tapi alasannya apa, Pak? Bukankah Mika semalam masih bernyanyi di cafe?''
📞 ''Gak usah banyak nanya, apa kamu mau saya pecat juga? hah ...?''
📞 ''Baik, Pak.''
Nando menutup telpon dengan perasaan kesal.
Tut
Tut
Tut
Suara telpon yang belum di angkat.
📞 ''Halo, Pak Richard. Ini saya Nando ...''
📞 ''Iya, ada apa?''
📞 ''Maaf, Pak. Penyanyi yang bernama Mika sudah tidak bisa bernyanyi lagi di cafe, Pak. Saya dengar dia akan segera menikah.''
📞 ''Menikah ...?'' jawab Richard dari balik telpon, merasa terkejut.
📞 ''Iya, Pak. Kalau gak salah nama calon suaminya Daniel.''
📞 ''Iya saya tahu, karena si Daniel itu adalah putra saya.''
📞 ''Apa ...? putra Bapak?'' Nando terkejut.
📞 ''Ya sudah, masalah ini biar saya yang urus.''
📞 ''Baik, Pak.''
__ADS_1
Nando menutup telpon, dengan tersenyum menyeringai, merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Mika akan menikah dengan pria yang bernamaDaniel yang merupakan putra dari pria yang baru saja dia telpon.
''Ha ... ha ... ha ...! dasar gila, masa kamu akan menikah dengan anak tiri kamu sendiri, Mika ...?" Nando berbicara sendiri diiringi dengan tawa yang terdengar begitu renyah.
Kemudian dia pun hendak menyalakan mobil, namun, gerakannya terhenti seketika, saat melihat mobil berhenti tepat di depan mobil miliknya. Nando nampak memperhatikan mobil tersebut, menatapnya dengan seksama, sampai si pemilik mobil keluar dari dalamnya.
''Pria itu ...?'' ucap Nando pelan, setelah dia melihat ternyata Daniel yang keluar dari dalam mobil.
Dia pun mengurungkan niatnya untuk pergi dari sana, lalu kembali membuka pintu dan keluar dari dalam mobil.
Nando berjalan menghampiri Daniel yang masih berdiri di depan pintu mobil miliknya, tersenyum menyeringai lalu menepuk pundaknya, membuat Daniel terkejut.
"Daniel ...?" sapa Nando tersenyum sinis
"Kamu ...? sedang apa kamu di sini?" jawab Daniel kesal dengan mata yang dibulatkan.
"Tenang, bro. Tadi aku habis ketemu Mika, aku meminta dia untuk kembali bekerja, namun, dia menolaknya karena aku dengar dia akan segera menikah dengan kamu, betul ...?"
"Iya, memangnya kenapa? aku gak akan pernah mengijinkan dia untuk bekerja dengan bos brengsek, kurang ajar kayak kamu."
"Tapi ada sesuatu yang sangat mengejutkan. Ternyata dia adalah mantan istri ayahmu sendiri? betul ...?" tanya Nando tersenyum mengejek.
"Apa urusan kamu?"
"Apa kamu tidak malu menikah dengan mantan ibu tiri kamu sendiri? ha ... ha ... ha ..."
Daniel tersulut, dia mencengkeram kerah baju Nando, dan sedikit mengangkatnya.
"Kurang ajar, dari mana kamu tahu semua itu? apa diam-diam kamu menyelidiki latar belakang aku, hah ...?''
''Untuk apa? gak ada kerjaan banget, aku tahu dari ayah kamu sendiri, kamu tahu siapa yang meminta aku untuk mempekerjakan Mika dahulu? dan menggajinya dengan jumlah besar, bahkan berbeda dari pegawai aku yang lain.''
Daniel mengerutkan kening.
''Pak Richard, ayahmu ...! dia yang meminta aku untuk mempekerjakan Mika, agar wanita itu tidak menganggur, ha ... ha ... ha ..." jawab Nando tertawa menyebalkan.
Daniel melepaskan cengkraman tangannya dengan kasar, hingga Nando hampir saja tersungkur.
"Hey, Daniel. Kenapa harus Mika? apa di dunia ini tidak ada wanita lain? dia itu ibu tiri kamu, lho. Apa kamu gak malu sama sekali?"
Daniel mengangkat kepalan tangannya ke udara hendak memukul pria itu, namun dia mengurungkan niatnya, karena sedang tidak ingin berkelahi, alhasil dia menahan kepalan tangannya di udara dan menepisnya kasar.
"Itu bukan urusan kamu, Brengsek. Lagi pula kamu gak tahu apa-apa tentang hubungan kami, sudahlah pergi sana, aku sedang tidak ingin berkelahi denganmu,'' jawab Daniel, lalu hendak pergi.
Nando pun tersenyum sinis melihat kepergian pria bernama Daniel itu.
''Tunggu, Daniel. Sepertinya ayahmu masih mencintai calon istrimu itu, dia dia tidak akan tinggal diam mendengar kamu akan menikahi Mika,'' ucap Nando sedikit berteriak, namun di abaikan oleh pria bernama lengkap Daniel Mananta itu.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Reader, terima kasih ❤️❤️❤️
Hai reader mampir juga di novel sahabat saya, semoga bisa menghibur kalian semua.
__ADS_1