Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Penolakan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Daniel menatap wajah Lusiana yang kini berjalan semakin mendekat, dengan gerakan kaki yang meliuk-liuk seolah sengaja agar bisa menarik perhatian, tidak lupa juga belahan dada berbentuk hati yang nyambul sempurna membuat siapapun yang melihatnya pasti akan tergoda.


Perlahan Lusi mulai berhenti tepat di depan Daniel yang saat ini sedang menggenggam jas hitam miliknya, menatap Lusi dari ujung kaki hingga ujung rambut, membuat Lusi salah tingkah, dan jantungnya berdetak begitu kencang hingga dadanya terasa berguncang.


Daniel pun mendorong tubuh sek*i nan menggoda itu, mendorongnya pelan hingga punggung Lusi menyentuh tembok dan bersandar seketika, dengan mata yang menatap wajah Daniel dengan tatapan dan senyum bahagia


'Akhirnya kamu akan jatuh ke dalam pelukanku, Daniel ...' ( Batin Lusi )


Dengan mata bulatnya, Daniel nampak menunduk dan berjalan mendekat, seraya mata yang menatap seolah tanpa berkedip dari ujung kaki sampai ujung rambut, memperhatikan setiap lekuk tubuh gadis itu dengan tersenyum menyeringai.


Jantung Lusi pun semakin berdetak kencang, napasnya pun bahkan tersengal-sengal dengan dada yang terlihat naik turun, tatkala tubuh kekar Daniel berada sangat dekat kini dengan tubuhnya, bahkan hampir menempel hanya tersisa beberapa mili saja.


Perlahan Daniel mulai mendekatkan wajahnya, dengan mata menatap ke arah bibir, membuat Lusi memejamkan mata seketika, dan sengaja sedikit mengerucutkan bibirnya siap untuk menerima ciuman.


'Ayo Daniel lakukan, aku sudah gak sabar ...' ( Batin Lusi seraya memejamkan mata )


Lusi semakin merekatkan kelopak matanya, menunggu dengan tidak sabar, dengan jantung yang berdetak semakin kencang, namun, apa yang terjadi sama sekali tidak sesuai harapan, bukanlah ciuman yang dia dapatkan.


Lusi merasakan helaan napas Daniel menyapu telinganya, lembut dan membuat buku kuduknya merinding.


''Apa kau pikir dengan menunjukan tubuhmu seperti ini aku akan tergoda, tergiur dan menjamah tubuh mu ini? jangan mimpi, aku bahkan pernah melihatmu lebih dari ini, apa kamu lupa? aku pernah melihatmu dengan tubuh yang hampir polos?''


''Apa aku tergiur ...? Tidak. Apa aku menyentuhmu ...? Tidak. Dan apakah aku tergoda dengan bentuk tubuhmu yang se*si ini, tentu saja tidak. Jangan terlalu percaya diri, karena aku sama sekali tidak tertarik dengan tubuhmu ini, aku sudah memiliki istri yang lebih cantik dan lebih molek darimu.''


''Tentu saja aku pun mencintai dia, sepenuh hatiku, jadi, berhenti menggodaku seperti ini, karena bagiku kamu hanya gadis kecil yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri ...'' bisik Daniel, dengan helaan napas yang terasa menyapu permukaan lehernya.


Sontak ... Tubuh Lusi mematung seketika, jiwanya terasa di hantam oleh bongkahan batu besar yang tepat mengenai hati bahkan terasa menghimpit jantungnya membuat dada gadis itu terasa sesak, dengan mata yang mulai berair.


Sungguh penolakan yang sangat menyakitkan, hingga buliran bening yang memenuhi kelopaknya kini mulai berjatuhan membasahi wajah cantiknya.


Setelah puas mengatakan apa yang ingin dia sampaikan, Daniel kembali menarik kepalanya, berbalik dan hendak melangkah keluar dengan memalingkan wajahnya, seolah merasa jijik melihat wanita yang bernama lengkap Lusiana itu.


Merasa gelap mata, Lusi kini menarik pergelangan tangan Daniel dan membanting tubuhnya hingga pria itu bersandar di tembok, membuat Daniel terkejut dan sama sekali tidak sempat menghindar dari cengkeraman tangan Lusi.


''Mau apa kamu?'' tanya Daniel menatap penuh kebencian.

__ADS_1


''Aku gak yakin kalau kamu gak tertarik sama sekali dengan tubuh s*ksi aku ini,'' jawab Lusi.


Dia langsung menyambar bibir Daniel buas, ********** kasar, namun, langsung di dorong begitu saja oleh tangan Daniel, Daniel bahkan menghempaskan tubuh langsing itu ke atas lantai hingga Lusi tersungkur seketika itu juga.


''Dasar sinting, gila kamu, Lusiana, kamu pikir aku laki-laki pemburu na*su? pemburu se*x? hah ...?'' teriak Daniel murka.


''Aku gak peduli, Daniel ...! aku gak perduli ...!'' teriak Lusi kesal.


''Aku jijik sama kamu, Lusiana. Kamu tidak seperti dulu lagi, baik hati, lembut dan aku senang memiliki sepupu sepertimu, tapi sekarang kamu telah berubah menjadi monster, monster yang menjijikan ...'' teriak Daniel, lalu keluar begitu saja dari dalam ruangan, meninggalkan Lusi yang masih tersungkur di atas lantai.


Lusi menangis sesenggukan, berteriak bahkan mengacak-acak rambutnya sendiri seperti orang gila.


''Brengsek Daniel, aku gak akan pernah melepaskan-mu begitu saja, aku akan mendapatkan kamu bagaimanapun caranya hiks hiks hiks ...'' teriak Lusi seperti orang yang kese*anan.


🍀🍀


Daniel menghempaskan kasar tubuhnya di kursi mobil, menghela napas panjang seraya mengusap wajahnya kasar.


''Aku gak nyangka kamu bisa serendah itu, Lusi. Aku pikir kamu hanya punya ambisi, ternyata kamu pun mempunyai nyali yang besar, untung aku bukan laki-laki biasa yang gampang kau goda. Hmm ... Sepertinya aku harus lebih hati-hati lagi mulai sekarang, kalau tidak, Mika bisa salah paham lagi ...'' gumam Daniel berbicara sendiri.


Sesampainya di rumah.


Ceklek ...


Daniel membuka pintu rumahnya, karena setelah mengetuk pintu dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban.


''Sayang, kamu dimana?'' teriak Daniel, masuk ke dalam rumahnya.


''Aku di sini,'' jawab Mika berbaring di atas tempat tidur dengan selimut yang menutup seluruh tubuhnya.


''Kenapa, sayang. Apa kamu sakit ...?'' Daniel menghampiri.


''Nggak, ko. Aku baik-baik aja, hanya saja aku malas melakukan apapun, akhirnya, seharian ini hanya berbaring seperti orang malas.'' Jawab Mika mengerucutkan bibirnya.


''Gak apa-apa, kata Dokter wanita yang sedang hamil muda memang seperti itu, justru bagus, kamu jadi banyak istirahat 'kan?'' jawab Daniel, duduk di tepi ranjang mengusap lembut kepala Mika.

__ADS_1


''Hmm ... Sepertinya begitu ...''


''Apa kamu sudah makan?''


Mika menggelengkan kepalanya.


''Hmm ... Gimana kalau malam ini kita makan di luar? kamu pilih Restoran mana yang ingin kamu kunjungi, atau, apa ada makanan yang sedang ingin kamu cicipi?'' tanya Daniel, menatap mesra wajah sang istri.


''Boleh juga, sebenarnya aku pun bosan seharian di rumah terus. Tapi apa kamu gak capek? kamu baru aja pulang kerja.''


''Tubuh aku emang lelah, hanya perlu beristirahat sebentar, ko.''


''Ya udah, kita mandi dulu, ya ...'' Mika bangkit lalu turun dari atas tempat tidur.


''Oke ...''


Mika berjalan menuju kamar mandi, dengan diikuti suaminya dari arah belakang. Sesampainya di depan pintu kamar mandi, dia nampak memutar badan dan menatap wajah sang suami.


''Kamu mau apa?'' tanya Mika tersenyum kecil.


''Tadi katanya kita mandi dulu?'' Daniel cengengesan.


''Maksudnya aku, bukan kamu, bukan kita, aku salah ngomong tadi.''


''Udah sama aja, aku, kamu, atau kita sama aja buat aku, biar menghemat waktu kita mandi bareng aja,'' ucap Daniel menarik tangan sang istri masuk ke dalam kamar mandi, lalu menutup pintunya.


''Kamu ...? katanya mau puasa empat bulan?'' teriak Mika di dalam sana.


''Gak jadi, aku batalin puasa aku ... ha ... ha ... ha ...''


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Promosi Novel lagi Reader ... jangan lupa mampir ya💓


__ADS_1


__ADS_2