Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Mengganggu


__ADS_3

Perlahan Daniel mulai membuka satu-persatu kancing dress yang dikenakan oleh Mika, perlahan tapi pasti sampai seluruh kancing terbuka.


Kini pemandangan menakjubkan terlihat begitu indah di mata Daniel, apalagi bagian perut Mika yang terlihat sudah menonjol, membuat Daniel tersenyum senang, mengelus perut tersebut lalu mengecupnya mesra, dan tanpa di sangka bayi yang di dalam sana merespon kecupan Daniel.


Perut Mika nampak bergerak bahkan membentuk bulatan membuat Mika dan Daniel tertawa seketika.


''Lihat, sepertinya bayi kita merespon, dia suka sekali di cium kayak gitu sama kamu, sayang ...'' ucap Mika tersenyum senang.


''O ya ...? Dedek bayi, sayang ... Ini papi, kamu baik-baik di dalam sana, ya. Love you, Papi sayang banget sama kamu ...'' Daniel kembali mengecup purut bulat istrinya, dan seketika itu juga, bayi yang berada di dalam sana bergerak seolah merespon ucapan ayahnya.


''Lihat ... Bayi kita benar-benar suka, dia kembali merespon ucapan kamu,'' Mika kembali tersenyum senang, dia kini mengelus perutnya lembut, seraya menatap perutnya tersebut.


Setelah puas mengelus bahkan mengecup perut bundar sang istri, kini kepala Daniel naik ke atas, menatap dan berada tepat di depan wajah cantik Mika, melemparkan senyuman manis, seraya mengusap rambut istrinya yang sudah mulai memanjang.


''Kapan kita akan mulai pindah ke sini?'' tanya Mika menatap lembut wajah sang suami.


''Terserah kamu, kalau kamu mau pindah ke rumah ini sekarang juga, aku gak keberatan sama sekali, karena rumah ini memang sudah siap untuk di huni,'' jawab Daniel.


''Hmmm ... sebenarnya aku juga pengen, tapi masih ada barang yang ingin aku bawa ke sini,'' jawab Mika mengerucutkan bibirnya.


Cup ...


Seketika kecupan pun mendarat di bibir bulat, Mika.


''Ikh, kamu ini ...'' lirih Mika tersenyum.


''Mau bawa barang apa lagi, sayang? semua barang yang dibutuhkan di rumah ini sudah komplit, bahkan lemari pakaian pun sudah aku isi penuh, sama pakaian baru.''

__ADS_1


''O ya, aku belum lihat isi lemari, coba aku mau lihat,'' jawab Mika hendak bangkit, namun seketika Daniel meraih pinggang hingga tubuhnya kembali berbaring.


''Gak usah nanti aja, sayang.''


''Kenapa?'' jawab Mika mengerutkan keningnya.


''Bukankah kita mau nyobain seberapa kuatnya ranjang baru kita ini?''


''Hmm ... Kamu serius? kalau ranjangnya roboh gimana?''


''Makannya kita coba dulu,'' jawab Daniel langsung menyambar bibir ranum sang istri, ********** lahap dengan tangan yang sudah berada di bawah sana.


''Akh, sayang ...! pelan-pelan ...!'' lirih Mika, saat tangan sang suami mulai memasuki segitiga berwarna merah miliknya.


''Kenapa?''


Baru saja Daniel hendak melucuti dress yang ditekankan oleh istrinya itu, tiba-tiba saja pintu kamar di ketuk, dan sayup-sayup terdengar suara Arman dari luar sana.


''Daniel, apa boleh aku masuk ...'' tanya Arman diiringi dengan suara ketukan.


Sontak saja, hal itu membuat Daniel dan juga Mika terkejut bukan kepalang, Mika segera merapatkan kedua kakinya yang tadi sempat si buka lebar, dengan tangan yang menutupi bagian gunungan kembar yang sedari tadi memang sudah terekspos sempurna.


Sementara itu, Daniel segera meraih selimut yang melipat rapi diujung ranjang dan menutup tubuh sang istri yang kini sedang setenang polos.


''Tunggu, jangan masuk. Ada apa sih ganggu aja ...'' gerutu Daniel.


Dia pun bangkit lalu turun dari atas ranjang.

__ADS_1


''Kamu jangan keluar dulu, urusan kita belum selesai, ya ...'' ucap Daniel cengengesan menatap wajah sang istri.


''Apaan ...! urusan apa, heuh ...'' Mika pun menjawab dengan cengengesan pula.


Daniel berjalan ke arah pintu, lalu membuka pintu, namun, hanya mengeluarkan sedikit kepalanya dari balik pintu.


''Sedang apa kamu di sini? kapan kamu datang? ganggu aja si?'' tanya Daniel kesal.


''Sorry, aku gak tau kalau kamu lagi, anu-anu ...'' jawab Arman cengengesan.


''Anu-anu ... Anu-anu ... tau apa kamu tentang anu ...? hah ...''


Arman hanya terkekeh dengan menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak merasa gatal sama sekali.


''Cepat katakan, ada perlu apa? malah cengengesan kayak gitu,'' Daniel semakin kesal.


''Anu ...''


''Anu lagi ...!''


''Eu, maksud aku, tukang AC yang kamu pesan sudah ada di luar ...'' jawab Arman terbata-bata.


''Ya ampun, Arman-Arman ... cuma gara-gara tukang AC datang kamu sampai ganggu aku segala?'' teriak Daniel kesal, lalu langsung menutup pintu secara kasar, membuat Arman terkejut seketika.


Bruk ...


Suara pintu yang di tutup secara kasar.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2