
Sudah sekitar satu bulan semenjak Mika dan Daniel menikah, kehidupan rumah tangga mereka dijalani dengan begitu bahagia, setiap harinya bagi mereka selalu terasa seperti pengantin baru yang selalu terlihat mesra, dan pagi ini di saat ayam jantan baru saja berkokok dan matahari masih malu-malu menunjukkan sinarnya di upuk timur, Mika sudah mulai membuka mata.
Dia terlihat merentangkan kedua tangannya dengan mata yang masih setengah terpejam, mulut mungilnya pun nampak di buka lebar, menguap tanda dia masih mengantuk berat, namun, karena dia harus menjalankan tugasnya sebagai seorang istri, memasakan sarapan pagi untuk sang suami sebelum dia berangkat ke kantor.
Dengan sedikit dipaksakan Mika pun mencoba menarik kelopak matanya dan mengedipkan'nya perlahan, sampai mata indahnya itu terbuka secara sempurna, dan seperti biasa orang yang pertama kali dia lihat setiap paginya adalah Daniel, suami tercinta.
Mika pun tersenyum manis menatap wajah suaminya yang terlihat masih terpejam, lalu dia mengecup tipis bibir Daniel sebagai suntikan penyemangat pagi hari yang memang selalu dia lakukan.
Cup ...
Pelan dan mesra kecupan itupun terdengar lirih, Mika mencoba bangkit, namun, tangan kekar sang suami tiba-tiba saja meraih pinggang rampingnya yang berbalut lingerie berwana hitam tembus pandang, dengan belahan dada terbuka.
''Mau kemana? masih pagi, sayang ...'' tanya Daniel, masih dengan mata yang terpejam.
''Mau bangun 'lah, aku harus memasakan sarapan pagi buat kamu, beberes rumah dan lain sebagainya,'' jawab Mika, tersenyum berada di pelukan sang suami.
''Kamu lupa sekarang hari Minggu ...?''
''O ya ...? Aku benar-benar lupa, aku pikir sekarang masih hari Sabtu,'' jawab Mika membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.
''Tidur lagi aja, kamu gak usah mikirin sarapan pagi, beberes rumah dan lain sebagainya yang kamu sebutkan tadi, biar nanti aku yang mengerjakan semua itu,'' lirih Daniel, mengecup pucuk kepala istrinya.
''Gak usah, gak apa-apa ko, itu emang sudah kewajiban aku sebagai seorang istri.''
Daniel membuka mata secara secara sempurna, lalu menatap wajah sang istri yang kini di sandarkan di dadanya.
''Gak ada yang namanya kewajiban istri harus menyiapkan sarapan, beres-beres rumah dan melakukan pekerjaan yang melelahkan lainnya. Kewajiban kamu hanya melayani aku di atas ranjang, seperti ini ...'' ucap Daniel membenamkan wajahnya di leher, me*umatnya lembut dengan tangan yang meraba setiap jengkal raga sang istri, membuat Mika tersenyum dengan memejamkan kedua matanya.
''Masih pagi sudah nackal ya kamu, tadi malam kan udah ...'' Mika terkekeh meremas rambut sang suami.
''Memangnya kenapa? aku bebas melakukannya kapanpun aku mau, lagian kita 'kan pengantin baru, dan aroma wangi tubuhmu ini bagai sebuah candu bagiku, setiap saat, setiap detik rasanya aku ingin melahapnya tiasa henti,'' jawab Daniel semakin membenamkan kepalanya di leher sang istri lalu turun kebagian bawah, mengecup dengan me*umatnya tiada henti.
__ADS_1
Mika memejamkan matanya kini, menarik selimut tebal yang menutupi raga keduanya, membiarkan kepala sang suami bermain di dalam sana, hingga suaminya itu puas melahap Setiap jengkal raganya.
Dalam sekejap mata, tubuhnya pun sudah polos, lingerie yang dia kenakan sudah melayang entah kemana, karena Mika sendiri tidak terlalu memperhatikan.
Sungguh pagi hari yang indah bagi sepasang suami-istri itu, keduanya meneruskan kegiatan pagi itu dengan memburu sesuatu yang membuat keduanya melayang terbang ke awang-awang, tidak peduli meski mereka sudah melakukannya secara berkali-kali.
Mika pun kini memasukan kepalanya kedalam selimut, keduanya bergulat di dalam sana, hingga sprei yang membentang di atas kasur empuk itu pun ketika terkoyak tidak lagi beraturan, sampai akhirnya mereka pun mengakhiri pendakian singkat pagi ini dengan suara lenguhan yang terdengar lirih menandakan keduanya mencapai pelepasan sempurna.
Sepasang suami-istri istri itu pun kembali meringkuk di dalam selimut dengan raga yang masih polos, dan deru napas yang tidak beraturan. Mika nampak menguap dan memeluk tubuh sang suami.
''Hari ini bersantai'lah, tidur lagi kalau kamu memang masih ngantuk,'' lirih Daniel mengecup pipi sang istri.
Mika hanya mengangguk lalu membenamkan kepalanya di dada suaminya, hingga akhirnya, diapun kembali memejamkan mata dan tertidur di pelukan sang suami.
Tiga jam kemudian.
Matahari bersinar begitu teriknya, sinarnya yang hangat perlahan masuk kedalam kamar melalui celah jendela yang memang sudah terbuka, cahayanya perlahan masuk melalui jendela kaca dengan tirai yang sudah terbuka.
Dirinya nampak menatap ke arah samping, dan tersenyum tipis tatkala mendapati suaminya sudah tidak ada lagi di sana. Dia pun bangkit dan meraih lingerie yang melipat rapi si tepi tempat tidur lalu mengenakannya, setelah itu dirinya bangkit dan turun dari tempat tidur dan keluarga dari dalam kamar.
Ceklek ...
Mika membuka pintu, melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar, dia pun terkesima, menatap sekeliling rumah yang terlihat sudah begitu rapi, bahkan lantai pun nampak masih sedikit basah dengan aroma pewangi yang tercium menyengat membuat seorang Mika tersenyum begitu lebar.
Dia pun berjalan dengan berjinjit kaki, karena tidak ingin mengotori lantai yang sepertinya baru saja di pel.
''Sayang, kamu dimana ...?'' tanya Mika berjalan ke arah dapur.
''Kamu sudah bangun ...? duduk di sini, sayang. Aku masakin sarapan pagi buat kamu,'' sapa Daniel, berdiri di depan kompor yang masih menyala, dan terlihat sedang memasak sesuatu.
''Wah ... Ini semua kamu yang kerjain?'' tanya Mika tersenyum.
__ADS_1
''Tentu saja, aku 'kan sudah bilang hari ini kamu cukup duduk manis, santai-santai, pekerja rumah biar aku yang kerjain.''
''Hmm ... so sweet banget si, makasih ya, sayang. Aku seneng banget di perlakukan seperti ini sama kamu,'' Mika berjalan menghampiri, lalu berdiri dibelakang sang suami dan memeluknya dari arah belakang.
Daniel pun memutar kepala dan mendaratkan kecupan mesra di bibir mungil sang istri.
Cup ...
''Kamu masak apa?'' tanya Mika sesaat setelah melepaskan kecupan mesra mereka.
''Nasi goreng spesial ...''
''Hmm ... dari baunya kayaknya si enak, gak sabar deh pengen cepat icip-icip.''
''Sabar, sayang. Bentar lagi juga matang,'' jawab Daniel kembali mengecup pucuk kepala istrinya.
''Oke ... Aku tunggu deh, meski perut aku sudah lapar benget sebenarnya,'' jawab Mika, melepaskan pelukannya, lalu duduk di meja makan.
Mata Mika nampak menatap tiada henti wajah Daniel yang terlihat begitu seksi dengan celemek yang melingkar di pinggangnya.
Tok ... Tok ... Tok ...
Tidak lama kemudian tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu depan, Mika sontak berdiri lalu berjalan ke arah pintu depan.
Ceklek ...
Mika membuka pintu, lalu berdiri mematung, terkejut saat menatap orang yang saat ini berdiri di depan pintu.
''Siapa, sayang ...?'' Daniel menghampiri, kemudian melakukan hal sama, dia pun membulatkan bola matanya sempurna, benar-benar terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1