Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Penyanyi Pengganti


__ADS_3

Seorang laki-laki tidak di kenal berdiri membelakangi pintu, awalnya Mika biasa saja, namun saat dia menyadari bahwa dirinya masih mengenakan lingerie berwarna hitam tipis yang tembus pandang dan juga bagian dada yang tidak memakai penutup di dalamnya membuat bagian dadanya terekspos sempurna, membuat Mika terkejut seketika.


Dia pun hendak membalikan badan dan berlari kedalam kamar, namun terlambat tamu tidak di udang itu kini berbalik membuat Mika semakin gugup, untung saja Daniel sang suami dengan sigap membawakan selimut yang dia ambil dari dalam kamar, dan dia datang di waktu yang tepat, sesaat sebelum laki-laki itu benar-benar melihat tubuh istrinya yang menerawang begitu jelas dia sudah menutup tubuh Mika dengan selimut dan memintanya masuk ke dalam kamar.


Grep ...


Daniel meletakan selimut dengan sedikit bertenaga sehingga menimbulkan suara.


''Untung saja ...'' bisik Mika, menarik napas panjang.


Tamu yang tidak di undang itu pun sedikit tersenyum dan tentu saja melayangkan tatapan heran dan sedikit malu-malu, karena melihat tubuh Mika yang di tutup seperti itu membuatnya berfikir apakah dia datang di waktu yang kurang tepat.


Tanpa berfikir panjang, Mika pun segera masuk ke dalam kamar, dan mengganti pakaian.


''Maaf, apakah aku mengganggu ...?'' tanya tamu tersebut.


''Tentu saja, kamu mengganggu sepasang pengantin baru yang sedang berbulan madu,'' jawab Daniel, sedikit kesal.


''Maaf, Daniel. Aku gak tahu kalau ternyata kalian sedang ehem-ehem, padahal ini 'kan sudah siang.''


''Arman, ada keperluan apa datang kemari?'' tanya Daniel datar.


''Apa kamu gak mempersilahkan aku masuk dulu? dari tadi aku berdiri di sini, lho ...?'' tanya Arman yang merupakan sahabat Daniel, dia adalah orang yang mengelola Cafe milik Daniel.


''O iya, aku sampai lupa, mari masuk ...'' pinta Daniel akhirnya.


Laki-laki bernama Arman itu pun masuk ke dalam rumah, dia segera duduk di kursi, masih dengan cengengesan.


''Aku iri sama kamu, kayaknya enak jadi pengantin baru, sayangnya belum ada wanita yang mau sama aku ...''


''Sudah jangan banyak bicara, katakan saja ada apa datang kemari? apa Cafe sedang dalam masalah ...?''


''Oke ... oke ... Jadi begini, penyanyi andalan yang biasa nyanyi di cafe mendadak resign, dan aku kesulitan mendapatkan penggantinya, sementara cafe sedang dalam keadaan ramai, apa kamu punya kenalan seorang penyanyi ...?''


''Ya ampun, cuma masalah kayak gitu aja kamu sampai datang kemari ...?'' Daniel menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


''Ya aku harus datang ke siapa lagi? kamu kan pemiliknya? masa aku harus datang ke bokap kamu? kan gak mungkinlah ...?''

__ADS_1


''Ya tinggal undang saja penyanyi terkenal, gampang kan?''


''Penyanyi terkenal itu mahal, Daniel. Dari pada uangnya kita pakai untuk mengundang mereka, mendingan kita pakai buat naikin gaji karyawan,'' jawab Arman tidak sependapat.


''Kenapa tidak aku saja yang menyanyi di sana?'' ucap Mika tiba-tiba keluar dari dalam kamar, membuat Daniel dan sahabatnya menoleh.


Mika yang sudah berganti pakaian berjalan keluar dari dalam kamar lalu duduk di samping suaminya.


''Sayang, kamu bilang apa tadi?'' tanya Daniel, menatap wajah istrinya dengan tatapan tajam.


''Kenapa nggak aku saja yang nyanyi di sana? sudah lama sekali aku ingin bernyanyi, lagian aku gak perlu di gaji ko, hanya sementara, sampai penyanyi pengganti benar-benar ada, boleh ya, sayang ...?'' jawab Mika, menatap dengan tatapan manja, seperti anak kecil yang minta dibelikan permen.


''Nggak ...'' jawab Daniel datar, memalingkan wajahnya.


''Tapi, sayang. Ini hanya sementara, palingan cuma untuk beberapa hari saja, sampai dia benar-benar dapat penyanyi baru, lagipula aku bosan di rumah terus, gak ada kegiatan tau,'' Mika mengiba, mengerucutkan bibirnya.


''Sekali tidak tetap tidak, oke ...?''


''Sayang ...''


Sementara itu, Arman yang berada di depan mereka, menatap wajah sahabat dan juga Mika secara bergantian dengan senyum masih mengembang, merasa lucu melihat sepasang suami-istri yang sedang berselisih pendapat.


Menyadari tatapan sahabatnya menatap dirinya dan juga sang istri, membuat Daniel merasa tidak nyaman.


''Ya sudah, kamu pulang dulu, nanti aku pikirkan jalan keluarnya,'' pinta Daniel.


''Baiklah kalau begitu, aku pergi sekarang, hmm ... Melihat kalian seperti ini, membuat aku benar-benar ingin segera menikah, ha ... ha ... ha ...'' ledek Arman, berdiri dan hendak pergi.


''Ish ... Kamu ini, cepat pergi sana,'' pinta Daniel sedikit kesal.


''Iya ... iya ... aku pergi,'' Arman melangkahkan kakinya keluar, namun, seketika dia menghentikan langkahnya dan kembali berbalik.


''Ada apa lagi ...?'' tanya Daniel semakin kesal.


''Kenapa kamu gak ngizinin istri kamu aja yang nyanyi? 'kan lumayan dia jadi ada kegiatan,'' ucap Arman, membuat rasa kesal Daniel benar-benar ada di ujung kepalanya.


''Kamu ini, kalau kamu gak pulang sekarang juga, kamu akan aku pecat.''

__ADS_1


''Oke ... Oke ... Aku pulang sekarang, permisi ...'' Arman akhirnya benar-benar keluar dari dalam rumah.


Daniel segera berdiri dan menutup pintu, dengan sedikit bertenaga, sehingga menimbulkan suara.


Blug ... (Suara pintu)


Mika masih duduk dengan raut wajah masam, bibirnya pun di kerucutkan sedemikan rupa, membuat Daniel tidak tahan untuk tidak mengecup bibir sang istri seperti yang sering dia lakukan selama ini.


Mika tidak bergeming, meski suaminya itu mendaratkan kecupan mesra, dia masih saja tidak merubah ekspresi wajahnya.


"Apa kamu marah?"


Mika tidak menjawab.


"Hmm ... Aku melakukan itu karena aku gak mau kejadian yang udah-udah terjadi lagi, aku gak mau tubuh kamu di liatin banyak orang, apalagi di colek-colek segala, membayangkannya saja membuat otakku terasa akan meledak ...'' ucap Daniel, berjongkok di depan sang istri.


''Tapi ini 'kan hanya sementara, palingan cuma sehari dua hari aja, aku cuma ingin mengobati kerinduan aku akan menyanyi, sudah kama sekali aku gak ngelakuin hal itu,'' rengek Mika mengangkat kepalanya.


''Nggak, sekali tidak tetap tidak, titik ...!''


''Aku gak tau kalau kamu bakalan jadi suami yang posesif, over protektif juga ...''


''Apa ...? posesif, over protektif?''


''Iya, terus apa namanya kalau bukan posesif, hah ...?''


''Itu bukan posesif, itu hanya bentuk kasih sayang aku sama kamu, bentuk rasa cinta aku sama kamu, Mikaila Anastasia ...!'' Daniel dengan penuh penekanan.


''Iya, aku percaya kalau kamu mencintai aku, gak perlu kamu ucapkan pun aku tau, tapi tetap saja-'' Mika tidak meneruskan ucapannya, karena tiba-tiba saja tercium bau gosong dari arah dapur.


''Bau apa ini ...?'' tanya Mika mendengus.


Daniel pun melakukan hal yang sama, keduanya mendengus mencari sumber bau yang tercium hidung mereka, sesaat, mereka saling melayangkan tatapan heran dengan kening yang kerut'kan.


''NASI GORENG ...'' teriak keduanya secara bersamaan.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2