Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Mamah


__ADS_3

Daniel pun terkejut bukan kepalang, mendengar ucapan sang ayah membuatnya sedikit gugup. Apakah dia harus berkata jujur? atau berbohong, menutupi hubungan dirinya dengan sang ibu tiri?


Dia terdiam sejenak mencoba untuk berfikir, Daniel tidak ingin sampai salah bicara yang akan memperkeruh suasana yang ada nantinya.


''Eu ...! Maksud Daddy apa? aku gak ngerti?'' jawab Daniel sedikit terbata-bata.


''Hmm ...! Kamu bisa pulang sekarang, tadi Daddy cuma asal bicara saja ko.''


''Baiklah, aku pulang dulu,'' Daniel memutar badan dan hendak melangkah.


Namun, dia pun mengurungkan niatnya, dan kembali berbalik dan menatap sang ayah.


''Dad, apakah Daddy benar-benar mencintai istri Daddy?'' tanya Daniel tiba-tiba.


''Tentu saja? Daddy sangat mencintai dia.''


''Lalu tadi apa? bagaimana jika dia tahu bahwa Daddy bermain gila dengan wanita murahan itu?'' Daniel melayangkan tatapan tajam.


Richard pun terdiam sejenak.


''Daddy janji, ini terakhir kalinya Daddy melakukan hal ini, Daddy punya alasan sendiri mengapa Daddy seperti ini?'' Richard menunduk, merasa sedang di interogasi.


''Boleh aku tahu apa alasannya? sampai-sampai Daddy tega melakukan perbuatan yang akan membuat Istri Daddy kecewa nantinya? padahal Daddy baru menikah selama dua hari dengan dia, seharusnya, Daddy sedang merasakan indahnya jadi pengantin baru, bukan malah bersenang-senang dengan wanita panggilan.''


''Itu karena, ibu tiri kamu belum siap di sentuh oleh Daddy, Daddy malah belum pernah menyentuh bibirnya sedikit pun, padahal dia pernah berkata bahwa dia sudah tidak virgin lagi, Daddy sangat kecewa sebenarnya.''


''Apa? dia pernah bilang begitu?'' Daniel terkejut membulatkan bola matanya.


''Iya, bukankah ini tidak adik untuk Daddy, dia mengatakan hal itu, sementara Daddy tidak boleh menyentuh tubuhnya sama sekali, suami macam apa Daddy ini?'' Richard menunduk merasa kecewa.


''Lalu, mengapa Daddy masih mempertahankan dia?''


''Karena Daddy sangat mencintai dia, Daniel. Dia satu-satunya wanita yang membuat hati Daddy bergetar, dan Daddy masih bisa menerima penolakan yang dia berikan. Meski saat ini dia belum bisa menerima Daddy sebagai suaminya, tapi, Daddy yakin, lambat laun dia akan menerima Daddy dan memberikan hatinya sepenuhnya untuk Daddy, karena Daddy akan melakukan apapun untuk mendapatkan hati Mikaila, meskipun Daddy harus memberikan semua harta yang Daddy punya.''


'Tidak, Dad. Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, karena dia seharusnya milikku, bukan milikmu, dan aku akan mengambil kembali sesuatu yang seharusnya menjadi milikku,' ( Batin Daniel )


''Oh, maaf, Daddy malah curhat, kalau kamu mau pulang sekarang, silahkan, Daddy masih banyak pekerjaan.'' Ucap Richard merasa malu sebenarnya.


''Dad, aku cuma ingin berpesan. Kalau Daddy sungguh-sungguh mencintai dia, Daddy harus menjaga dia dengan baik, jika tidak? akan ada seseorang yang akan merebut istri Daddy nantinya,'' ucap Daniel, lalu berbalik dan mulai berjalan keluar dari dalam ruangan.


Richard pun diam mematung, terkejut dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh putranya. Mana ada laki-laki yang berani merebut wanita milik pengusaha kaya raya seperti dia? kalaupun ada dan dia terang-terangan melakukannya, Richard akan melakukan apapun untuk melindungi apa yang sudah menjadi miliknya. Batin Richard.


''Dasar anak nakal, baru juga di beri uang untuk modal, malah bicara yang tidak-tidak, anak gak tahu terima kasih,'' ucap Richard pelan, seraya menatap tubuh putranya yang perlahan berjalan keluar dan menjauh dari dalam ruangannya.

__ADS_1


🌹🌹


Kring


Kring


Kring


Suara telpon rumah, yang berada di kamar Mika tiba-tiba berdering, Mika yang sedang berbaring seraya memainkan ponselnya pun terpaksa bangkit dan berdiri dan berjalan menuju telpon itu berada.


☎️ ''Halo, Bi. Ada apa?'' tanya Mika dengan suara berat.


☎️ ''Maaf, Nyonya. Di bawah ada tamu yang mencari Nyonya.''


☎️ ''Tamu ...? Siapa ya?''


☎️ '' Katanya si ibu Nyonya.''


'*Mama ...? buat apa dia kemari?' ( Batin Mika )


☎️* ''Baik, Bi. Suruh dia tunggu sebentar, saya akan segera turun.''


☎️ ''Baik, Nyonya.''


Mika keluar dari dalam lift, dan dia pun langsung melihat wanita yang merupakan ibu kandungnya, sedang berjalan-jalan di rumahnya, dengan wajah tersenyum, dan mata yang berbinar, menatap ke sekeliling rumah.


''Mamah ...? sedang apa mamah di sini?'' tanya Mika berjalan menghampiri dengan wajah datar.


''Sayang ...! Putri mamah, apa kabar, sayang?'' Sang ibu, yang bernama Dahlia segera menghampiri, memeluk dan menempelkan pipi kanan dan kirinya ke arah wajah Mikaila.


''Kabar aku baik-baik saja, Mah? Ada apa mamah kemari? dan darimana Mamah tahu aku tinggal di sini?"


"Pertanyaan macam apa itu? apa tidak boleh Mamah mengunjungi putri mamah sendiri? jahat kamu ..." ucap sang ibu terlihat kecewa.


"Mamah tidak datang ke acara pernikahan aku, sekarang Mamah tiba-tiba datang kemari mengaku bahwa aku putri Mamah? Apa itu tidak aneh?"


"Maaf, sayang. Mamah sedang sibuk waktu itu, makannya Mamah tidak sempat datang ke acara pernikahan kamu."


"Sesibuk-sibuknya seorang ibu, seharusnya dia meluangkan waktunya untuk menghadiri pernikahan putrinya, pernikahan itu sekali seumur hidup lho, Mah.''


''Iya-iya, Mamah minta maaf, masalah kayak gitu aja diributin,'' sang ibu terlihat kesal sekarang.


''Cepat katakan, ada perlu apa Mamah kemari?''

__ADS_1


''Dimana suami kamu? apa dia sedang bekerja?''


''Iya, dia di kantor sekarang.''


''Hmm ...! Kamu beruntung sekali memiliki suami kaya raya seperti Richard, harta yang dia miliki tidak akan habis tujuh turunan.''


''Katakan saja, apa yang Mamah minta? Apa Mamah lagi butuh uang?''


''Putri Mamah memang cerdas?'' Dahlia menjentikan jarinya ke udara.


''Kalau Mamah lagi butuh uang, kenapa malah datang kemari? kenapa gak minta sama suami Mamah saja?''


''Suami Mamah usahanya bangkrut, Mamah gak punya uang sekarang, kalau kamu keberatan Mamah minta uang sama kamu, bilang saja, Mamah akan pergi sekarang juga,'' ucap Dahlia dengan wajah geram.


''Memangnya Mamah butuh uang berapa?'' tanya Mika malas berdebat dengan ibunya.


''Gak banyak ko, 10 juta aja, buat bekal Mamah sehari hari.''


''Apa 10 juta?''


''Kenapa? tinggal minta aja sama suami kamu, dia punya banyak uang kan?''


''Tapi, Mah. 10 juta banyak sekali ...!''


''Ya sudah kalau kamu gak mau ngasih, biar Mamah minta langsung saja sama si Richard,'' Dahlia hendak pergi.


''Jangan, Mah. Baiklah, aku akan transfer sekarang juga, Mamah tunggu sebentar, mana nomor rekening Mamah.''


''Kirimkan uangnya ke nomor ini,'' Dahlia menunjukan ponselnya.


Mika pun meraih ponsel dari dalam saku dress yang di kenakan nya, dia pun segera mentransfer uang 10 juta, sesuai yang diinginkan oleh ibunya tersebut, dan tidak lama kemudian ponsel sang ibu pun berbunyi, tanda notifikasi bahwa uang tersebut telah masuk kedalam rekeningnya.


''Oke, sudah masuk. Makasih ya, sayang. Mamah doakan, semoga pernikahan kamu dengan suami kamu itu bahagia, langgeng sampai sampai maut memisahkan kalian, Mamah pamit dulu, sayang. Babay ...!'' ucap Dahlia, berbalik lalu pergi begitu saja.


Hubungan Mika dengan sang ibu memang tidak terlalu baik, dia sudah di tinggalkan oleh ibunya, semenjak kedua orang tuanya itu berpisah, sang ibu tidak pernah mengunjunginya sama sekali, bahkan di hari pernikahannya pun dia tidak datang, itu sebab'nya dia merasa kesal saat ibunya tiba-tiba datang dan meminta uang.


Setelah menatap kepergian sang ibu, Mika pun berjalan ke arah kursi dan berbaring, meringkuk dengan mata yang di pejamkan. Tidak lama kemudian dia pun tertidur di atas kursi


Satu Jam Kemudian.


Mika membuka mata, saat dia merasakan seperti ada sesuatu yang menyentuh bibirnya, kenyal, lembut dan juga hangat, sesuatu yang membangunkan tidur lelapnya, dia pun membuka mata secara perlahan, mengedipkan'nya pelan lalu matanya pun mulai terbuka sempurna, Mika terkejut bukan kepalang, saat matanya menatap wajah Daniel, anak tirinya yang saat ini sedang menempelkan bibirnya, mencium dengan lembut bibir merahnya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers ♥️♥️♥️


__ADS_2