
Daniel benar-benar membawa Mika istrinya untuk periksa ke Dokter kandungan, dan sepertinya Mika masih merasa kesal kepada suaminya itu meskipun Daniel bersikap begitu baik kepada dirinya saat ini.
Wajah Mika masih saja terlihat muram, bahkan tidak tersenyum sedikit meskipun Daniel mencoba menghibur sedemikan rupa.
Saat ini, mereka berdua nampak sedang berada di dalam mobil hendak pulang setelah dari Rumah sakit, Daniel masih merasa bingung harus menghibur seperti apalagi agar Mikaila bisa memaafkan dan kembali tersenyum dan ceria seperti sedia kala.
Daniel nampak melirik istrinya, dengan otak yang berfikir keras tentang apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
''Hmm ... sayang. Makan dulu yu, aku lapar nih?'' ajak Daniel memecah keheningan.
''Aku gak lapar.'' Jawab Mika datar menatap ke arah luar jendela mobil.
''Ya udah kamu temenin aku ya.''
Mika hanya terdiam tidak menjawab apapun.
''Aku anggap kamu setuju.''
Daniel tersenyum melirik ke arah Mika yang saat ini masih diam seribu bahasa dengan wajah datar sedatar jalan tol yang ada di hadapannya.
Daniel pun membawa Mika ke cafe miliknya dan segera memarkirkan mobil sesaat setelah mereka sampai.
Ceklek ...
Daniel membuka pintu mobil lalu keluar, setelah itu diapun segera berlari ke arah samping dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Ceklek ...
Pintu mobil pun di buka, dan Mika dengan sangat hati-hati keluar dari dalam mobil dengan tangan yang memegangi perut besarnya.
Di dalam cafe.
Arman segera menyambut kedatangan Bos besar yang memang sudah mengirimkan pesan kepadanya untuk menyiapkan tempat paling depan.
__ADS_1
''Selamat siang, bos Daniel, selamat siang Nyonya Bos,'' sambut Arman lalu menunjukkan tempat yang sudah dia siapkan.
''Hmm ... Kamu duduk dulu ya, sayang. Aku ke belakang dulu,'' ucap Daniel menarik kursi dan meminta istrinya untuk duduk.
Mika pun duduk masih dengan raut wajah yang sama, muram, datar, bahkan masam dan kecut sekecut jeruk nipis.
Dia pun lebih memilih memainkan ponsel dan tidak menghiraukan suaminya yang saat ini berjalan ke belakang bersama Arman.
Lama menunggu, akhirnya Mika pun merasa jenuh, dia yang semula menunduk memainkan ponsel seketika mengangkat kepalanya lalu terkejut melihat Daniel suaminya kini sudah berada di atas panggung duduk dengan gitar akustik di atas pangkuannya.
''Daniel? sedang apa dia di sana?'' gumam Mika menatap lekat wajah suaminya di atas sana.
''Akhirnya kamu melihat aku juga, sayang. Aku pikir kamu akan terus menunduk.'' Ucap Daniel berbicara menggunakan pengeras suara.
''Hmm ...'' Mika hanya tersenyum kecil, menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
''Aku sengaja naik ke sini, karena ingin meminta maaf dengan sungguh-sungguh, sayang. Aku salah karena aku telah egois, aku salah karena terlalu sibuk dengan pekerjaan aku, dan aku salah karena mengabaikan kamu selama beberapa hari ini.''
🎶 ***Kerinduan ...
Yang kini ku rasakan
Terjawab sudah dengan hadirmu
Membawa kehangatan
🎶 Sekian lama ...
kau doa yang ku pinta kan
Tuhan kirimkan engkau padaku
Mengisi kisah hidupku
__ADS_1
🎶 Dalam sepi ku
Kaulah candaku
Dalam gelap ku
Kaulah bidarku
Dalam hatiku engkau cintaku ...
🎶 Kaulah lentera di dalam jiwa
Kuatkan raga, peluk nan cinta
Semoga abadi, cinta 'tuk selamanya*** ...
Seketika riuh tepuk tangan pun menggema mengiringi berakhirnya lagu yang dinyanyikan oleh Daniel. Wajah Mika yang semula muram pun seketika nampak tersenyum.
Mika sama sekali tidak menyangka bahwa suaminya hapal betul dengan lagu itu, bahkan tidak ada satu lirik pun yang terlewatkan. Sejujurnya, hati Mika tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh suaminya ini, terlebih lagi, dia mengatakan kata maaf di depan semua orang dan mengakui semua kesalahannya membuat perasaan kesal di hati Mika pun berangsur hilang.
''Mikaila Anastasia, apakah kamu memaafkan aku? suamimu yang tampan dan baik hati ini tidak kuasa jika harus didiamkan seperti ini,'' ucap Daniel, menatap wajah istrinya di bawah sana.
Dengan tersenyum senang, akhirnya Mika pun menganggukkan kepalanya, dengan bibir yang bergumam pelan.
''Iya, sayang. Aku memaafkan kamu,'' lirih Mikaila tersenyum bahagia.
Daniel yang akhirnya mendapatkan maaf dari istrinya, segera turun lalu memeluk tubuh sang istri, seraya kembali mengucapkan kata maaf secara berkali-kali membuat Mika merasa jengah mendengarnya.
''Maaf, sayang. Maaf ...'' lirih Daniel berbisik di telinga istrinya.
''Sudah cukup, aku jengah mendengarnya. Sekali aja cukup.'' jawab Mika, mengusap punggung suaminya lembut.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1