Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Berbunga-bunga


__ADS_3

Lusi diam terpaku, entah kenapa hatinya terasa berbunga-bunga, dia yang selalu menadapat penolakan dan bersikeras mempertahankan cinta bertepuk sebelah tangannya kepada pria beristri yang bernama lengkap Daniel Mananta itu sekarang mendadak cintanya kepada pria itu terasa menghambar.


Tatapan mata Arman yang penuh dengan ketulusan, dan rayuan maut yang dia lontarkan dari bibir manisnya, bagai busur panah yang melesat dan tepat mengenai hati seorang Lusi.


Jantungnya pun kini semakin berdetak kencang, tatkala pria itu kini meraih tangan lalu menggenggam erat jemari-nya, dan entah mengapa, Lusi seperti membiarkan begitu saja, saat jemari tangannya di genggam begitu kuat oleh pria yang telah dua kali menjamah tubuhnya itu.


''Lusi ...? kenapa kamu diam saja?'' tanya Arman.


Dia semakin intens menatap wajah Lusi, dan bahkan mengecup punggung tangan Lusiana, membuat hati Lusiana semakin berbunga-bunga.


''Kamu serius dengan ucapan kamu itu?'' tanya Lusi menatap wajah Arman.


''Apa setiap ucapan aku terdengar seperti sedang main-main?''


Lusi terdiam lalu menunduk, menyembunyikan wajahnya yang kini terasa memerah.


''Baiklah, aku akan menjawabnya sekarang ...''


Arman tersenyum sumringah, semakin tidak sabar ingin segera mendengar jawaban yang akan diberikan olah wanita yang telah merenggut keperja*aannya secara paksa itu.


''Aku ... Aku-''


Kring ... Kring ... Kring ...


Lusi menghentikan ucapannya karena ponsel Arman tiba-tiba berdering.


Sontak hal itu membuat Arman merasa kesal, dia merogoh saku celananya dan menatap layar ponsel.


'Duh ganggu aja si, kenapa lagi si Daniel nelpon di waktu yang gak tepat kayak gini?' ( Batin Arman )


''Angkat aja dulu, siapa tau penting,'' ucap Lusi melepaskan genggaman tangan Arman.


''Sebentar ya, aku angkat telpon dulu.''


Arman berdiri dan berjalan ke arah dapur Cafe, lalu mengangkat telepon di sana.


📞 ''Halo ... Ada apa si ganggu aja?'' Arman mengangkat telpon dengan perasaan kesal.


📞 ''Kamu dimana? ini kenapa kolamnya masih kosong, hah?''


'Ya ampun kenapa aku sampai lupa? kolamnya belum sempat aku isi,' ( Batin Arman )

__ADS_1


📞 ''Eu ... Tadi aku ada urusan mendadak, tapi nanti aku balik lagi ke sana ko ...''


📞 ''Urusan mendadak apa? sampai kamu berani mengabaikan perintah aku ...?''


📞 ''Aku lagi nangkep ular. Dan ularnya udah mulai jinak sekarang, kamu si gangguin aja, dia hampir aja berhasil aku tangkap ...''


📞 ''Ular ...? Jinak ...? Maksud kamu ...?''


📞 ''Udah jangan banyak nanya, aku tutup ya?''


📞 ''Tunggi, Arman ...? Apa ular yang jamu maksudkan adalah si Lusi, hah ...?''


📞 ''Iya ... Nanti aku ceritain, aku tutup ya ...''


Arman segera menutup telpon, dia pun kembali masuk ke dalam Cafe, dan duduk di tempat semula.


''Maaf ya. Iklan dulu tadi, sekarang kamu terusin ucapan kamu yang tadi,'' ucap Arman, kembali meraih telapak tangan Lusi.


''Hmm ... Sebenarnya, aku mencintai pria lain, tapi-''


''Dia menolak kamu secara berkali-kali ...?''


''Ko ku bisa tau ...?''


''Tentu saja aku tau. Lusiana dengarkan aku, lebih baik kamu kubur dalam-dalam perasaan kamu sama dia, mengejar pria beristri hanya akan membuat hatimu sakit, dan tentu saja harga dirimu jatuh karena berusaha merebut suami orang, aku tau pasti rasakan sakit sekali bertahan di sana, mempertahankan cinta yang sama sekali gak bisa kamu gapai.''


''Lebih baik, sekarang kamu buka hati kamu untuk aku, gak masalah meskipun kamu belum bisa mencintai aku. Aku akan berusaha segenap jiwaku untuk membuatmu jatuh cinta, dan satu lagi, aku akan langsung menikahi kamu, bagiku berpacaran hanya akan membuang waktu, percayalah ... Gak ada pria setulus aku yang akan mencintai kamu seperti ini ...'' lirih Arman.


Lusi yang sudah terlanjur klepek-klepek mendengar ucapan Arman, dia bangkit seketika dan mengecup bibir pria itu, kecupan kecil yang membuat Arman tersenyum sumringah.


Cup ...


Arman diam mematung, dengan senyum yang mengembang dari kedua sisi bibirnya.


''Apakah itu artinya kamu ...?'' ucap Arman terbata-bata.


Lusi mengangguk seraya tersenyum.


Arman pun merasa sangat gembira, kini dia sedikit nganggangkat tubuh kekarnya, meraih kepala Lusi dan melayangkan ciu*an dibibir se*si seorang Lusi, dan gadis itu pun menyambut ciuman hangat Arman, tidak peduli jika semua pengunjung Cafe kini menatap keduanya dengan mulut yang saling berbisik satu sama lain.


Bahkan tak sedikit dari mereka yang menatap dengan tatapan iri ke arah keduanya.

__ADS_1


''Makasih, sayang. Karena kamu sudah mau menerima cinta aku.'' Lirih Arman sesaat setelah dia melepaskan ciu*annya.


Lusi hanya mengangguk seraya tersenyum.


''Semuanya ... KARENA HARI INI ADALAH HARI BAHAGIA AKU, KALIAN AKAN AKU BERIKAN MINUMAN GRATIS, NAMANYA MINUMAN CINTA, RASAKAN MINUMAN MANIS INI, DAN RASAKAN BETAPA MANISNYA JATUH CINTA ...'' teriak Arman.


Semua yang hadir di sana pun bertepuk tangan, membuat Lusi semakin terharu sebenarnya. Ternyata seperti rasanya di cintai dan di puja oleh seorang pria? dan benar, rasanya manis, semanis minuman yang tadi dia minum.


Hatinya kini seolah di penuhi oleh bunga-bunga bermekaran, dan perlahan dia mulai melupakan rasa sakit yang dia rasakan dari pria yang bernama Daniel itu.


'Ternyata dicintai lebih indah dari daripada mencintai, terima kasih Arman ...' ( Batin Lusi )


Kini Lusi pun bangkit lalu berdiri tepat di depan Arman, meraih kepala pria itu dan kembali men*ium bibirnya puas, melah*pnya lembut dengan tangan yang di letakkan di kepala Arman.


Arman pun menyambut ci*aman panas Lusi, dia bahkan memejamkan mata dengan tangan yang melingkar sempurna di pinggang ramping wanita itu.


Riuh tepuk tangan pun kini terdengar dari seluruh pengunjung Cafe yang hadir di sana, bahkan tidak sedikit dari mereka yang kini bersiul menyoraki pasangan baru yang telah sepakat untuk merajut cinta itu.


'Aku sungguh bahagia, Arman ...' ( Batin Lusi )


''Aku pun bahagia Lusi ...'' jawab Arman seolah mendengar Kaka hati Lusiana, dia melepaskan tautan bibirnya sejenak lalu kembali melahap bibir Lusi yang kini telah terlihat basah.


🍀🍀


Sementara itu, Daniel yang sudah terlanjur kesal dengan Arman terpaksa mengisi air kolam sendiri, dia kini berada di dasar kolam yang masih kosong itu.


''Dasar si Arman ... Lubang pembuangannya juga belum di tutup lagi,'' gerutu Daniel kesal.


Setelah menutup lubang pembuangan tersebut, dia pun naik. kepermukaan, memutar kran air, dan seketika kolam itu pun mulai terisi oleh air.


'Mudah-mudahan Arman berhasil menjinakkan ular berbisa itu, agar ular itu tidak menggangguku lagi. Lusi ... aku berharap kamu bahagia, dan melupakan cintamu padaku, walau bagaimanapun kamu akan tetap aku anggap sebagai adikku, dan aku akan doakan kamu bisa benar-benar membuka hati kamu untuk si Arman ...' ( Batin Daniel )


Daniel menatap kolam air, yang perlahan mulai terisi penuh, ingatannya tiba-tiba mengingat kejadian saat Arman menemukan segitiga miliknya.


''Akh ... Sial ... Kenapa dia harus menemukan benda itu sih? Akh ... Aku malu banget sumpah ...'' Teriak Daniel mengusap wajahnya secara kasar.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Promosi Novel, jangan Lupa mampir ya Reader.


__ADS_1


__ADS_2