Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Mabuk


__ADS_3

''SIAL ... BRENGSEK ... BRENGSEK ... HAAAA ... AWAS KAMU Richard, hiks hiks hiks ...'' teriak Lusi kesal di dalam mobilnya.


Mengingat masa lalu benar-benar membuat Lusi serasa akan gila, tangisnya pecah seketika dengan kepala yang menunduk menyentuh stir mobil yang kini berada tepat di depan wajahnya.


Semenjak kejadian yang menyakitkan itu, Lusi memang berubah total, dia berusaha menyembunyikan rasa sakitnya dengan selalu terlihat ceria dan tersenyum, selalu ingin terlihat seperti wanita baik padahal dalam hatinya menyimpan dendam yang mendalam.


Dia bahkan memiliki kepribadian ganda, dimana dia selalu bisa merubah raut wajah dalam sekejap membuat orang akan tidak menyangka apa yang sebenarnya terjadi dengan wanita yang saat ini berumur 26 tahun itu.


Lusi bahkan menjadi perokok aktif untuk mengobati luka dihatinya, tidak segan juga untuk meminum minuman beralkohol untuk mengalihkan rasa sakit yang dia terima dari laki-laki yang telah merenggut kesuciannya, namun, semua itu dia lakukan secara sembunyi-sembunyi, tidak ada satupun saudaranya yang tau kelakuan dirinya yang seperti itu, termasuk Daniel.


''Hisk ... hiks ... hiks ... Aku akan menghancurkan hidupmu Om, aku bersumpah demi hidupku dan demi rasa sakit yang telah aku terima dulu, aku akan membuatmu membayar kesakitan itu, dan aku akan membuatmu menjadi gembel, dan harta yang kau banggakan itu akan menjadi milikku, dan langkah pertama yang akan aku lakukan adalah dengan mendapatkan Daniel, gak peduli meski aku harus menjadi wanita murahan sekalipun,'' ucap Lusi geram.


Kemudian, dia pun mengusap kasar wajah serta membersihkan buliran air mata yang saat ini membasahi wajah cantiknya. Dia pun menyalakan mobil lalu mulai berjalan pelan meninggalkan halaman rumah besar milik Richard.


Seharusnya malam ini dia pergi ke luar kota untuk menjalankan tugas yang di berikan oleh bosnya, namun, karena dia sedang dalam keadaan kesal dan moodnya sedang tidak baik, dia pun memutuskan untuk mengabaikan perintah dari atasannya itu, Lusi memutuskan untuk pergi ke Club malam untuk mengobati rasa sakit di dalam hatinya tersebut.


Lusi memarkirkan mobilnya di tempat parkir di depan Club malam, keluar dari dalamnya lalu masuk ke tempat itu.


Suara full music terdengar memekikkan telinga, di tambah banyaknya orang yang sedang berjingkrak mengikuti alunan music diiringi DJ membuat Lusi tersenyum, dia akan mencari kesenangannya di sini, tidak peduli jika dia harus mabuk berat nantinya.


Lusi pun duduk di meja bartender memesan satu gelas minuman beralkohol, dan segera meminumnya habis sesaat setelah minuman itu berada di atas meja.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, jiwanya pun terasa melayang, hatinya yang semula diliputi kegelisahan pun mendadak hilang seketika, digantikan dengan rasa enteng yang membuat kepalanya sedikit bergoyang dan tubuhnya pun terasa ringan.


''Akh ... Minuman ini memang cocok mengobati sakit hati, ha ... ha ... ha ...'' racau Lusi dengan mata yang terlihat berat.


''Mas, aku pesan satu gelas lagi, ya ... Tidak ... Tidak ... Sama botolnya aja sekalian, malam ini aku ingin terbang ke udara,'' pinta Lusi yang langsung di jawab dengan anggukan oleh bartender tersebut.


🍀🍀


Kini Lusi sudah benar-benar dalam keadaan mabuk berat, dia berjalan dengan sempoyongan keluar dari dalam Club, tubuhnya bahkan sesekali terjatuh ke atas lantai, namun, dia segera bangkit lagi dan meneruskan langkahnya keluar dari dalam Club tersebut, sampai akhirnya dia pun sampai di luar Club.


Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya dia pun ambruk di atas aspal tepat di depan tempat itu, menyandarkan tubuhnya di tembok yang terdapat lampu kelap-kelip di atasnya.


''Richard bajingan, tunggu saja pembalasan aku, aku akan membunuhmu aki-aki tua bangka tidak tau diri,'' racau Lusi berteriak seperti orang gila.


''Daniel ... Kamu di sini, aku sungguh merindukan kamu, sayang ...'' racau Lusi.


''Saya bukan Daniel, sebaiknya anda segera pulang, kenapa anda mabuk sendirian di sini, mari saya akan mengantarkan anda pulang,'' ucap laki-laki tersebut ramah, dan ternyata dia adalah Arman, sahabat Daniel.


''Bawa aku ke rumahmu, Daniel. Aku rela menjadi madu mu, aku rela meski harus menjadi yang kedua, asalkan kamu selalu di sisiku, hiks hiks hiks ...'' Lusi memeluk erat laki-laki itu.


''Maaf, Mbak. Alamat rumah Mbak dimana?''

__ADS_1


''Bawa aku ke rumahmu sekarang juga,'' pinta Lusi di dalam pelukan pria tersebut.


Akhirnya mau tidak mau, pria itu pun terpaksa membawa gadis mabuk yang sedang dalam keadaan setengah sadar itu ke rumahnya, dia memapahnya dengan susah payah hingga akhirnya dia pun sampai di rumah sederhana miliknya.


Ceklek ...


Arman membuka pintu rumah lalu membawa Lusi masuk ke dalam ruangan, membaringkan tubuh mabuk itu di kursi ruang tamu, bibir wanita itu masih saja menyebut nama Daniel, membuat Arman heran. Apa mungkin Daniel yang dimaksudkan adalah Daniel sahabatnya? Akh ... mana mungkin, nama Daniel ada begitu banyak di dunia ini.


Dia pun meninggalkan wanita itu sendirian di ruang tamu, sementara dia sendiri akan masuk ke kamarnya hendak tidur karena hari memang sudah menjelang tengah malam. Namun, baru saja dia hendak melangkahkan kakinya ke dalam kamar, tiba-tiba saja tangannya di tarik secara paksa oleh wanita yang sedang dalam keadaan mabuk berat itu hingga tubuhnya terbanting tepat di atas raga sang wanita.


''Mau kemana kamu, sayang. Apa kamu lebih memilih si Mika itu dari pada aku, hah ...'' racau Lusi dengan setengah terpejam menatap wajah Arman yang dia kira adalah Daniel.


''Maaf, Nona. Aku bukan Dan-'' jawab Arman tidak meneruskan ucapannya.


Lusi menyambar begitu saja bibir Arman, melu*atnya tiada henti, namun, Arman yang memang pria baik-baik segera melepaskan diri dari cengkeraman Lusi dengan sedikit kasar lalu segera berdiri.


''Dasar wanita gila, kenapa aku harus membawa dia ke sini si,'' gerutu Arman merasa menyesal.


Lusi pun bangkit dan berdiri, lalu dirinya membuka jas berwarna hitam yang dia kenakan, melemparkannya sembarang hingga bagian atas raganya kini hanya berbalut singlet berwarna hitam, memperlihatkan belahan gunungan kembar yang menyembul sempurna putih mulus seolah tanpa cela sedikitpun.


''Hey ... kamu sedang apa wanita gila?'' teriak Arman terkejut, matanya kini tertuju pada belahan berbentuk hati mencoba menahan hasratnya yang tiba-tiba saja naik kepermukaan.

__ADS_1


Dengan buas Lusi segera menyambar bibir Arman, masih mengira bahwa pria itu adalah Daniel dengan berjalan mundur hingga tubuh Arman bersandar tembok, dengan Lusi yang masih mel*mat bahkan menyesap bibir itu tiada henti dengan tubuh yang tidak ada jarak sedikitpun, membuat Arman terpaksa menerima begitu saja apa yang dilakukan oleh wanita mabuk itu.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2