Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Balas Dendam


__ADS_3

Lusi nampak sedang sendirian di dalam kamar, dirinya sungguh merasa bosan, karena seharian ini dia terus berada di sana tanpa melakukan apapun.


Richard yang mengundangnya ke sana pun, sama sekali tidak keluar dari dalam kamar sedari siang, seolah mereka sedang menikmati bulan madu dan tidak ingin di ganggu oleh siapapun, sementara Daniel. Laki-laki itu entah sedang berada dimana saat ini, karena dia sama sekali tidak melihat dia lagi semenjak mereka sampai di sana.


Merasa jenuh, akhirnya dia pun memutuskan untuk berenang, di kolam berenang yang berada tepat di belakang Vila. Lusi perlahan keluar dari dalam kamar, berjalan menuju kolam renang berbentuk hati dengan airnya yang terlihat begitu jernih.


Merasa aman dan tidak ada siapapun di sana, dia pun menanggalkan satu persatu pakaian yang di kenakannya, hingga hanya tersisa pakaian dalam berwana hitamnya saja.


Lusi mulai memasukan raga setengah polosnya itu kedalam air, berendam sejenak lalu mulai berenang menyusuri kolam, di temani kegelapan malam. Langit malam yang bertabur bintang membuat hati seorang Lusi pun merasakan ketenangan.


Setelah puas berenang menyusuri kolam selama beberapa putaran, dia pun berhenti di pinggir kolam untuk mengatur napasnya terlebih dahulu. Setelah itu Lusi nampak memasukan kepalanya kedalam air mencoba untuk menyelam, dia pun berada di dalam air selama beberapa detik, sampai akhirnya, dia mendengar suara gemuruh yang menandakan seseorang melompat kedalam kolam.


Karena merasa terkejut, Lusi pun mengeluarkan kepalanya, lalu menatap ke sekitar.


''Daniel ...? sedang apa kamu disini?'' tanya Lusi merasa terkejut, sekaligus malu karena dirinya hanya memakai pakaian dalam saja.


''Kamu gak liat aku lagi apa?'' ucap Daniel, mulai berenang memutari kolam.


Dia pun hanya mengenakan celana renang, sementara bagian atas tubuhnya di biarkan terekspos begitu saja, menunjukan dada serta perut datarnya, yang sama sekali tidak pernah Lusi lihat sebelumnya.


Gadis cantik bernama Lusi itu pun hanya diam mematung, menatap tubuh Daniel yang berenang begitu lihainya, bahkan Daniel tidak berhenti sama sekali selama tiga putaran.


Sejujurnya, Lusi merasa berdebar sekarang, berada hanya berdua di dalam sana dengan tubuh setengah polos, membuat hatinya benar-benar merasa tidak karuan. Tidak ingin terlalu lama berada di dalam sana, dia pun perlahan berjalan di dalam air hendak naik ke permukaan.


Namun, tiba-tiba saja tangannya di tarik oleh pria bernama Daniel itu, menyeretnya ke dalam pelukannya hingga mereka berada sangat dekat, dengan raga yang saling bersentuhan.


''Daniel, kamu mau a---?'' belum selasai dia bertanya, tiba-tiba saja Daniel menc*um bibirnya, melu*atnya dengan sedikit buas, hingga dia pun sulit untuk bernapas.


Matanya pun di pejamkan kini, saat Daniel mulai melahap bibir ranumnya sedemikian rupa, pria itu bahkan memasukan lidahnya menjelajahi rongga mulutnya dengan kepala yang di putarkan.


Entah apa yang terjadi dengan sepupunya ini, Lusi memang merasakan kebahagiaan di dalam hatinya kini, namun, dia tidak ingin jika hanya di jadikan sebagai pelampiasan, atas kekecewaan yang telah diterima oleh Daniel, dan kebahagian yang dia rasakan saat ini hanya sesaat, lalu di jatuhkan kemudian.


Terlepas dari itu semua, kini ga*rah didalam jiwa seorang Lusiana seolah terbangun'kan, dia pun membalas setiap sesapan yang diterimanya, saling bermain lidah, hingga tanpa sadar dia pun menikmati itu semua.

__ADS_1


Saat ga*rah di dalam jiwa gadis itu mulai benar-benar naik ke permukaan, tiba-tiba saja Daniel melepaskan ciumannya, lalu pergi begitu saja, tanpa sepatah katapun membuat Lusi benar-benar kecewa.


''Daniel ...! Brengsek kamu ...!'' Teriak Lusi.


''Sorry, tadi aku khilaf ...!'' jawab Daniel lalu naik ke permukaan.


''Dasar pria gila, kamu pikir aku ini apa, hah ...?''


Daniel mengabaikan panggilan Lusi dan benar-benar pergi begitu saja.


Sebenarnya, Daniel sama sekali tidak berniat melakukan hal itu, dia berbuat seperti itu karena hanya ingin membuat Mika cemburu dan merasakan apa yang dia rasakan, awalnya dirinya hanya akan berenang dan setelah itu segera naik kepermukaan, dia sama sekali tidak ingin melakukan hal terlarang itu bersama wanita yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.


Namun, otak kotornya tiba-tiba saja ingin membalas sakit hati yang dia rasakan, saat dia melihat Mika berdiri di atas sana, menatap ke arah luar.


Lusiana pun tetap berada di dalam kolam untuk beberapa saat, mencoba mengontrol emosi dan ga*rah yang kini datang secara bersamaan.


''Dasar kurang ajar, awas aja kamu , Daniel.'' Lirih Lusi merasakan kekecewaan.


🌹🌹


Dia pun mengusap lelehan air mata itu dengan sedikit kasar. Apa yang terjadi dengan dirinya? Mengapa dia harus menangis segala? Bukankah pria di bawah sana itu adalah pria normal yang bebas melakukan hal itu dengan siapapun? Bukankah dirinya sudah bertekad untuk melupakan Daniel dan menjalani rumah tangganya dengan tenang dan bahagia bersama suaminya?


Tapi kenapa rasa sakit kini masih mengusik relung hatinya, saat melihat anak tirinya bercumbu dengan wanita lain? Mika pun mengusap wajahnya dengan sedikit kasar, mencoba menenangkan hatinya, lalu mulai berjalan kembali kedalam kamar.


Namun, sebelumnya, dia menoleh kembali ke bawah sana, menatap Daniel yang terlihat semakin mendekap erat wanita itu, setelah itu dia benar-benar berjalan meninggalkan tempat itu.


Ceklek


Mikaila membuka pintu kamarnya, dia berjalan pelan menuju tempat tidur lalu naik ke atasnya, berbaring dengan membelakangi suaminya, yang terlihat sudah tertidur dengan begitu lelapnya.


Masih dengan mata yang terlihat sembab, dia pun mencoba memejamkan mata, namun, dia pun mengurungkan niatnya itu, saat merasakan tangan suaminya memeluk tubuhnya dari arah belakang.


''Kamu habis dari mana, sayang?'' bisik Richard, ternyata dia sudah terjaga.

__ADS_1


''Eu, anu, Mas. Tadi aku habis mencari udara segar sebentar, pemandangan di luar sana begitu indah,'' jawab Mika tanpa menoleh.


''Begitu ...?'' jawab Richard.


Dia pun mengecup tengkuk Mika serta lehernya dengan tangan yang di lingkungan di perut ramping istrinya tersebut, namun, ada sesuatu yang terasa aneh, istrinya itu tidak bergeming sedikitpun, akhirnya dia membalikkan tubuh sang istri hingga kini dia berbaring terlentang.


''Sayang, kamu kenapa? apa kamu baru saja menangis?'' tanya Richard, merasa heran.


''Nggak, Mas. Aku hanya sedang merindukan Ayah aku, saking rindunya sampai aku tidak sadar bahwa aku menangis sekarang.''


Richard pun mengecup bibir merah istrinya, namun reaksi sang istri masih datar, tidak menunjukan ekspresi apapun, sampai akhirnya dia pun menghentikan tindakannya itu, menatap wajah sang istri dengan seksama dengan kepala yang sedikit di angkat.


''Maaf, Mas. Aku sedang tidak ingin melakukannya sekarang.''


''Ya sudah gak apa-apa, kita sudah melakukannya selama berkali-kali tadi siang, kamu pasti letih. Sekarang kamu tidur, dan istirahat.''


Richard berbaring di samping istrinya, masih dengan tangan yang di lingkarkan di perut sang istri, Mika pun memutar badannya, sehingga kini dia meringkuk tepat di depan tubuh sang suami, dia pun membenamkan kepalanya di dada suaminya, dan memeluknya erat, berharap rasa sakit dan panas yang membara di hatinya kini akan mereda. Sampai akhirnya dia pun memejamkan mata dan mulai terlelap.


Keesokan harinya.


Mikaila mulai membuka mata, menarik pelupanya pelan, lalu mengusapkan telapak tangannya ke arah mata indahnya yang kini masih terlihat sembab.


Dia pun meraba ke arah samping dan mendapati suaminya sudah tidak ada di sana, kemudian, dirinya membuka matanya secara sempurna, menatap ke sekitar, mencari sosok sang suami.


Sampai akhirnya, ponselnya pun berdering.


📞 ''Halo ...'' Mika mengangkat telpon dengan suara yang terdengar berat.


📞 ''Halo, sayang. Maaf, Mas pulang duluan, tadi ada urusan mendadak di kantor, Mas mau membangunkan kamu, tapi Mas tidak tega, karena sepertinya kamu tidur lelap sekali.''


📞 ''Sekarang Mas dimana?''


📞 ''Mas sudah di kantor, kamu pulang bareng sama Daniel dan Lusi saja ya, maaf, Mas sungguh menyesal.''

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers ♥️♥️♥️


__ADS_2