
Sudah lebih dari lima jam, Richard belum juga terbangun, dia masih saja tertidur lelap seperti orang pingsan.
Pelayan yang memang selalu memeriksa kamar itu setiap satu jam sekali pun merasa heran, karena posisi tidur Richard masih tetap sama meskipun sudah lebih dari lima jam.
Merasa khawatir, dia pun menelpon ke lantai tiga, tempat dimana Daniel berada dan tidak lama kemudian, Daniel pun datang dengan wajah yang terlihat khawatir.
''Daddy kenapa, Mbak. Apa dia mengamuk lagi?'' tanya Daniel berjalan cemas.
"Nggak, Den. Saya hanya merasa heran saja, posisi tidur Tuan besar ko tidak berubah sedikitpun ya, dari tadi malam seperti itu terus,'' ucap pelayan tersebut.
''Masa si ...?'' Daniel segera berjalan menghampiri ranjang.
Benar saja, posisi tidur Richard memang masih seperti itu dari semenjak dia tinggalkan tadi pagi, bahkan tangannya masih mengepal tidak berubah sedikitpun, Daniel panik seketika langsung memeriksa detak jantung sang ayah dengan menempelkan telinganya di dada Richard, dan detak jantungnya terdengar sangat lemah seolah hendak berhenti.
Daniel pun segera menelpon Dokter yang biasa merawat Richard, memintanya untuk datang dengan segera, karena takut nyawa sang ayah tidak akan tertolong lagi.
''Dad, bangun. Daddy kenapa? Bangun, Dad ...!'' lirih Daniel dengan mata yang terlihat mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
Richard tidak bergeming, dia masih saja tertidur layaknya orang yang sudah meninggal.
Tangan Daniel pun menggenggam kuat jemari Richard yang kini terasa begitu dingin, berharap jika dia melakukan hal itu, ayahnya itu akan segera terbangun.
Tapi apalah daya, Richard masih saja terdiam tidak berkutik membuat Daniel semakin merasa khawatir.
Tidak lama kemudian, Dokter pun datang, beliau segera memeriksa keadaan Richard dan Daniel pun langsung melipir memberi ruang kepada Dokter tersebut agar beliau bisa dengan leluasa memeriksa keadaan ayahnya tersebut.
Daniel hanya bisa menatap dengan tatapan sayu dan rasa khawatir yang memenuhi seluruh jiwanya kini, matanya yang semula berkaca-kaca kini mulai basah karena air mata yang memenuhi mata bulatnya perlahan berjatuhan membasahi pipinya.
''Hmm ... Sepertinya Tuan Richard sudah tidak tertolong, beliau sudah tidak ada, saya sangat menyesal karena terlambat datang kemari,'' ucap Dokter tersebut penuh penyesalan.
''Gak, Dokter. Gak mungkin, tadi waktu saya periksa, detak jantungnya masih ada, Dokter pasti salah, coba periksa lagi Dokter ...'' teriak Daniel histeris.
''Saya mohon maaf, tapi seperti itulah kondisi Tuan Richard, saya hanya bisa berdoa semoga beliau tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa.''
''Tidaaaak ... Daddy gak mungkin mati, dia sudah berjanji akan panjang umur, Daddyyyyy ...'' Daniel semakin berteriak histeris, berlari ke arah tubuh Richard yang kini sudah benar-benar tidak bernyawa.
__ADS_1
Daniel mengguncangkan tubuh Richard berkali-kali seraya terus meneriakkan namanya, dengan tangis yang menggema di seisi ruangan terdengar nyaring memekikkan telinga dan terdengar begitu pilu.
''Dad ... Maaf karena aku tidak ada di sini tadi pagi, maaf karena aku ninggalin Daddy, Daddy bangun, Dad ... hiks hiks hiks ...'' teriak Daniel pilu.
🍀🍀
Lusiana yang sedang beristirahat di dalam kamarnya tiba-tiba saja terkejut seketika langsung terbangun saat dia membaca pesan gang dikirimkan oleh Daniel, yang memberi kabar bahwa Om-nya yang bernama Richard telah pergi untuk selamanya.
Seketika buliran air mata pun kini membasahi pipi Lusi, entah merasa senang dan lega atau malah sebaliknya Lusi pun tidak mengerti. Dadanya pun sesaat terasa sesak, hingga napasnya pun berhembus tidak beraturan.
''Om Richard, akhirnya kamu mati juga. Aku berharap kamu membusuk di neraka,'' gumam Lusi dengan tangis yang terdengar pilu.
''Om Richard, kenapa kamu pergi secepat ini, hiks hiks hiks ... Padahal kamu sama sekali belum mendapatkan maaf dari aku, orang yang telah kamu sakiti, hiks hiks hiks ...'' lirih Lusi lagi seolah merasa dilema.
Lusi pun segera memanggil suaminya dan memberitahukan tentang apa yang menimpa ayah Daniel, dan seketika itu juga, mereka berdua langsung bersiap untuk pergi ke rumah Daniel.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1