
8 Tahun Yang Lalu
Mikaila nampak sedang berdiri di ruang Administrasi sekolah, memakai seragam putih abu, dengan sepatu yang terlihat sudah sedikit usang dan rambut yang dibiarkan tergerai.
Mika yang saat itu masih duduk di bangku kelas 10 Sekolah Menengah Atas sengaja di panggil oleh pihak kantor, karena sudah tiga bulan belum membayar uang iuran sekolah, dia berdiri dengan menundukkan kepalanya, dengan satu orang petugas laki-laki yang duduk di kursi tepat di depan gadis itu.
"Mika, bagaimana ini? Sudah tiga bulan kamu belum bayar uang iuran, bukannya kamu sudah berjanji hari ini akan bayar?" ucap seorang pria, yang merupakan petugas yang bekerja di bagian Administrasi.
"Maaf, Pak. Tapi saya belum ada uang, saat ini ayah saya sedang sakit, boleh saya minta waktu satu Minggu lagi?" jawab Mika sedikit memohon.
"Saya sudah sering memberi kamu waktu, ya. Tapi apa, kamu masih saja telat membayar, kalau kamu tidak mampu, kamu boleh mengajukan surat dari dinas, agar kamu bisa mendapatkan keringanan dari pihak sekolah."
"Tidak, Pak. Saya masih mampu ko, saya janji, Minggu depan saya pasti bayar."
"Baiklah, saya beri kamu satu kesempatan lagi, kalau sampai kamu tidak membayar sampai waktu yang ditentukan, terpaksa kamu harus benar-benar meminta surat tanda tidak mampu dari dinas terkait."
"Baik, Pak. Saya mengerti." jawab Mika pelan.
Tanpa di sangka, tanpa di ketahui oleh Mika, ada satu orang siswa laki-laki yang sedari tadi memperhatikan Mika dari arah kejauhan, menatap dengan tatapan iba karena gadis itu harus dimarahi oleh petugas tersebut.
Dia pun menatap tubuh ramping dengan seragam sekolah yang sedikit lusuh itu, menatap dari ujung kaki hingga ujung rambut, tidak ada satupun yang terlewat, dan pandangan matanya nampak terhenti seketika, saat mata bundarnya tiba di bagian wajah Mika, yang terlihat memelas dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
''Memangnya hutangnya dia berapa si, Pak? Sampai bapak marah-marah begitu?" ucap Daniel berjalan menghampiri dan tanpa basa-basi, membuat Mika terkejut dan menoleh ke arah siswa yang saat ini berdiri tepat disampingnya.
"Siapa kamu? gak sopan banget si, main masuk-masuk aja ke sini?" tanya petugas sedikit kesal.
"Bapak ingin tahu saya siapa? Saya pacarnya dia, iya kan, sayang."
Mika membulatkan bola matanya, merasa terkejut dengan apa yang baru saja di katakan oleh siswa tersebut, karena, siswa ini bukanlah pacarnya, dia memang mengenali siswa itu, dia merupakan siswa populer di sekolahnya, namun, mereka sama sekali tidak berpacaran.
"Emangnya, kamu mau bayarin semua tunggakan dia? Jumlahnya lumayan, lho?"
"Gak apa-apa, katakan saja berapa jumlahnya, saya akan bayar sekarang juga," jawab Daniel dengan penuh percaya diri, lalu mengeluarkannya dompet dari dalam saku celananya.
__ADS_1
"Oke, jumlahnya segini," petugas tersebut mengrluarkan satu lembar kertas bertuliskan rincian tunggakan siswi bernama Mika, dan ternyata jumlah yang harus di bayar pun lumayan besar.
"Oke, aku bayar sekarang juga," jawab Daniel. Dia pun meraih uang dari dalam Dompetnya dan membayar lunas tunggakan siswi yang bernama Mika, membuat gadis itu semakin terkejut melihatnya.
"Baiklah, Pak. Kami permisi dulu," Daniel pamit dengan menggandeng lengan Mika, membawanya keluar dari dalam kantor.
Sesampainya di luar, Mika pun melepaskan genggaman tangan Daniel dengan sedikit kasar.
"Maksud kamu apa? emangnya kamu siapa main bayar-bayar aja hutang orang, hah ...? Kamu mau pamer kalau kamu punya banyak uang, begitu?" tanya Mika sedikit menaikan suaranya.
"Ni cewe gak tau diri banget si, udah di tolongin malah nyolot, lagian siapa yang bayarin hutang kamu? kamu bisa ganti kalau udah ada uang nanti.''
"Tapi jumlahnya banyak sekali, sampai kapan aku bisa lunasi semua hutang itu?"
"Gini aja deh, nama kamu siapa?''
''Mika ...'' jawab Mika datar.
Mika terdiam seraya menunduk, mencoba untuk berfikir keras, bagaimana caranya agar di bisa melunasi semua hutang itu dengan cepat, dan akhirnya, dia pun mengangkat kepalanya dan sedikit tersenyum.
''Aku punya ide, biar hutang-hutang aku cepat lunas, gimana kalau aku cuci mobil kamu tiap hari, lumayan kan, mobil kamu bakalan kinclong terus?''
''Boleh, juga. Ya udah sekarang juga cuci mobil aku, oke ...?''
''Ya, tapi gak sekarang juga kali, sekarang sudah waktunya belajar, Daniel ...?''
''Ko kamu tahu nama aku?''
''Ini ... Di sini tertulis jelas nama kamu, Daniel Mananta,'' jawab Mika menunjuk name tag yang berada di seragam sekolah seorang Daniel.
''Nanti siang aku mulai nyicil ya, sekarang aku mau masuk kelas dulu,'' ujar Mika, seraya berjalan meninggalkan Daniel.
''Hey, tunggu ...! Kamu kelas berapa?'' teriak Daniel.
__ADS_1
''10.⁵...!'' Mika menjawab dengan berteriak namun tanpa menoleh sama sekali.
Daniel menatap punggung siswi bernama Mikaila tersebut, siswi cantik berpenampilan sederhana dan ceria, sebenarnya, sudah lama dia tertarik kepada siswi itu, namun, baru kali ini dia memiliki kesempatan untuk benar-benar mendekati dia.
Sepertinya, mulai saat ini dia akan memiliki banyak kesempatan, karena siswi yang bernama Mika itu akan mencuci mobil miliknya setiap hari, dan Daniel, dia akan menggunakan kesempatan itu untuk benar-benar mendekati gadis sederhana dan cantik itu, tentu saja, dia akan menjadikan dia pacarnya kelak.
Tiga Bulan Kemudian.
Mika sudah bersiap melakukan pekerjaannya setelah sekolah dalam keadaan sepi dan tidak ada satu orang siswa pun berada di sana, pekerjaan yang sudah dia lakukan selama tiga bulan ini, yaitu mencuci mobil, mobil mewah berwarna hitam itu memang rutin dia bersihkan setiap hari, demi bisa membayar lunas hutang kepada si pemilik mobil.
Mika pun nampak berjalan dengan membawa ember berisikan air, sepatunya pun kini di buka begitu saja hingga dia pun bertelanjang kaki, dia berjalan tergopoh-gopoh dengan tubuh yang sedikit miring ke arah samping.
Setelah bersusah payah, akhirnya dia pun sampai tepat di depan mobil, namun matanya terlihat terkejut tatkala menatap mobil yang akan dicucinya, terlihat sudah begitu bersih bahkan berkilau.
Namun ada hal lain yang membuat dia semakin terkejut, yaitu. Di dalam mobil sudah terdapat balon warna warni, mengisi penuh seluruh bagian dalam mobil tersebut.
Karena penasaran dia pun membuka pintu mobil, dan membulatkan bola matanya seketika, saat balon tersebut berhamburan keluar dan terbang melintasi dirinya, dan saat dia menatap balon-balon tersebut dia pun melihat tulisan besar bertuliskan
' I Love You Mikaila... Maukah Kamu Menjadi Pacar Aku? '
Tulisan tersebut terbang ke udara bersama balon yang jumlahnya mencapai ratusan, terlihat begitu jelas melayang hingga akhirnya di bawa ke angkasa oleh balon-balon tersebut.
Mika pun menutup mulut dengan kedua tangannya, bukan hanya terkejut, tapi dia juga tidak menyangka, karena selama ini pria bernama Daniel itu terlihat bersikap biasa saja seolah tidak menunjukan sikap apapun, dan tiba-tiba dia mendapat kejutan seperti ini sekarang, sungguh hati Mika bagai di di buat melayang.
Tidak lama kemudian, Daniel pun datang dari arah belakang, dengan membawa setangkai bunga mawar berwarna merah, dia berjalan mendekat dengan tersenyum begitu manisnya.
''Mikaila Anastasia ... Kamu sudah lihat kan tadi, pernyataan cinta aku, aku meminta jawabannya sekarang. Kamu harus menerima cinta aku, karena kalau tidak, aku akan memaksa kamu untuk menerimanya,'' Daniel dengan penuh percaya diri.
''Dih dasar, suka-suka aku dong mau nerima perasaan kamu ataupun mau menolaknya, itu hak aku,'' jawab Mika.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers. Terima Kasih ❤️❤️❤️
__ADS_1