
Setelah acara pemakaman selesai, kini Daniel bersiap untuk mengelola harta peninggalan ayahnya, karena dirinya putra satu-satunya sang ayah, tentu saja hanya dia yang bisa mengurus semua itu.
Daniel tidak ingin jika harta peninggalan sang ayah di salah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, apalagi harta itu berjumlah Triliunan.
Fokus Daniel saat ini adalah mencari Dona, karena dia mendapatkan bagian paling besar dia aset yang ditinggalkan, tapi sampai saat ini keberadaan Dona sendiri belum juga diketahui.
Mikaila yang saat ini sedang mengandung besar pun jadi merasa kurang perhatian, karena Daniel terlihat lebih sibuk dari biasanya. Mereka bahkan masih tinggal di rumah besar Richard membuat Mika benar-benar kesepian sekarang.
Malam ini waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Daniel suaminya masih belum juga pulang, Mika yang memang mulai merasakan sakit di bagian pinggangnya hanya bisa mengelus pinggangnya sendiri dengan perasaan kesal.
Ceklek ...
Pintu kamar pun di buka, Daniel dengan wajah lelahnya masuk ke dalam kamar, dan langsung berbaring tepat di belakang sang istri.
Mika yang memang sedang dalam keadaan kesal, dia pura-pura tertidur bahkan ketika tangan suaminya memeluknya dari belakang pun Mika sengaja tidak bergeming.
''Apa kamu sudah tidur, sayang? Maaf aku datang terlambat lagi, banyak hal yang harus aku selesaikan di kantor, aku lelah sekali,'' bisik Daniel membenamkan kepalanya di punggung istrinya.
Tangannya kini nampak diletakan di perut besar Istrinya yang kini telah menginjak usia 7 bulan, usia kandungan yang memang rentan rasa sakit, di kaki, bahkan di punggung.
Daniel mengelus perut istrinya, namun, Mika masih tidak bergeming, dia sudah terlanjur kesal dengan suaminya itu, dan akhirnya Mika pun memutuskan untuk benar-benar tertidur.
__ADS_1
Keesokan harinya.
Jam 9 pagi Mikaila baru membuka mata, dia mengedipkan pelupuknya secara perlahan mencoba menyudahi tidur panjangnya, tangan Mika pun nampak di rentangkan panjang, dan mendapati suaminya sudah tidak ada di sampingnya membuat Mika semakin merasa kecewa.
''Kamu sudah benar-benar mengabaikan aku, Daniel.'' Gumam Mika penuh rasa kecewa.
Mika yang sudah terlanjur merasa kecewa akhirnya memutuskan pulang kerumahnya sendiri, rumah yang sudah lebih dari satu Minggu ini dia tinggalkan demi mengikuti suaminya untuk tinggal sementara di rumah mewah dan megah milik mendiang Richard.
🍀🍀
Hari ini Daniel sengaja pulang cepat karena ingin menghabiskan waktu dengan Mikaila istri tercintanya, beberapa ini dia terpaksa kerja lembur karena banyak yang harus di benahi di perusahaan yang kini seutuhnya dia pimpin.
''Mikaila, istriku sayang ...'' teriak Daniel memekikkan telinga.
Tapi yang datang bukannya sang istri melainkan, salah satu pelayan yang kini segera berlari menghampiri Daniel.
''Selamat sore, tuan. Nyonya sepertinya tidak ada di rumah,'' ucap pelayan tersebut, sedikit membungkukkan tubuhnya.
''Apa ...? Mika kemana, bi?'' Daniel terkejut bukan kepalang.
''Iya, Tuan. Tadi Nyonya Mika keluar dari rumah ini, tapi dia tidak bilang apapun.''
__ADS_1
''Apa dia pulang? tapi kenapa dia gak bilang dulu sama aku,'' gumam Daniel belum menyadari kesalahannya.
Daniel pun segera meraih ponsel lalu seketika itu juga langsung menelpon Mika, istrinya.
Tut ... Tut ... Tut ...
Suara ponsel yang belum di angkat.
📞 ''Halo, sayang. Kenapa pulang gak bilang dulu sama aku,'' tanya Daniel sesaat setelah istrinya itu mengangkat telpon.
📞 ''Heuh ... Kamu masih ingat punya istri rupanya? aku kira kamu sudah melupakan aku,'' ketus Mika.
📞 ''Sayang ...? kamu kenapa? Apa kamu marah?''
📞 ''Kamu masih nanya?''
📞 ''Tapi, sayang. Aku masih gak mengerti kenapa ku marah kayak gini? apa salah aku, Mikaila, cintaku ...''
📞 ''Kamu pikir aja sendiri apa salah kamu, dan aku gak mau ketemu sama kamu sebelum kamu tau dan menyadari kesalahan yang sudah kamu perbuat, dan ingat jangan pulang sebelum kamu menyesali perbuatan kamu itu,'' ketus Mika langsung menutup telpon membuat Daniel merasa kecewa.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1