
Bruug ...
Richard memukul meja keras, hatinya merasa begitu panas melihat Daniel dan mantan istrinya berciuman di atas sana, bahkan ciuman mereka tidak hanya sebentar, sepasang suami-istri itu saling memutar kepala dan menyesap bibir masing membuat seorang Richard merasakan api yang berkobar seolah membakar seluruh organ di dalam tubuhnya.
Suara tepuk tangan pun mendadak berhenti seketika, semua yang ada di sana menoleh ke arah Richard yang saat ini sudah dalam keadaan berdiri, dan hendak berjalan.
Daniel dan Mika pun sontak menghentikan ciuman panas mereka, menatap wajah sang ayah dengan perasaan terkejut, Mika bahkan kini bersembunyi di belakang suaminya, tak kuasa menatap wajah Richard yang terlihat begitu menyeramkan dimatanya.
''Kalian ...! Apa kalian tidak malu berciuman di depan semua orang, hah ...?'' teriak Richard seperti orang kesurupan.
Daniel menggenggam tangan istrinya erat, dia membawa sang istri turun dari atas panggung lalu berdiri di depan Richard.
''Sedang apa Daddy di sini?'' tanya Daniel menatap dengan tajam.
''Suka-suka Daddy, emangnya tempat ini milik kamu, hah ...?''
''Apa Daddy gak tau, kalau Cafe ini emang kepunyaan aku? Daddy gak lihat nama dari Cafe ini adalah nama istriku, hah ...''
Richard terdiam sejenak, dia memang tidak tahu sama sekali kalau anak tirinya itu mempunyai usaha Cafe mewah seperti ini.
''Kamu ...! Apa kamu tidak malu menikah dengan mantan istri Daddy? yang berarti dia itu ibu tiri'mu, hah ...'' teriak Richard membuat Mika terkejut sekaligus malu, karena semua yang ada di sana menatap ke arahnya dengan saling berbisik.
''Dad ...! jangan bahas itu di sini,'' Daniel mencoba menekan amarahnya.
''Kenapa? memang Daddy sengaja mengatakannya, biar kamu malu, biar semua orang tahu kalau anak Daddy sendiri telah merebut istri Daddy dan menikahinya dengan tanpa perasaan, kalian sungguh laknat ...!''
__ADS_1
''DADDY CUKUP, SEMUA YANG DADDY KATAKAN ITU SALAH,'' Daniel mengepalkan tangannya merasa geram.
''Apa kamu menyangkalnya, hah. Hey ... kalian lihat, lihat anak tidak tahu diri ini telah menikah dengan ibu tirinya sendiri, bukankah itu sangat memalukan, HAH ...'' teriak Richard menatap ke arah pengunjung yang saat ini menyaksikan pertengkaran antara ayah dan anak tersebut.
''DAAAADDDYYY ...'' Daniel berteriak sekeras mungkin, membuat Mika memeluk tubuhnya dari belakang.
''Tenang, sayang, tenang. Kita abaikan saja dia, gak usah di ladenin, lebih baik kita pergi dari sini, ya ...'' bisik Mika setengah terisak.
''Kamu, Mika. Kamu tega ninggalin, Mas. Demi menikah dengan dia, apa kurang Mas selama ini sama kamu, hah ...''
''Semua yang kamu katakan fitnah, apa kamu gak takut dengan dosa, memfitnah orang sembarang,'' Mika memberanikan diri berbicara.
''Hah ... Apa ... fitnah ...? Ha ... ha ... ha ...! dasar wanita tidak tahu diri, wanita mu*han ...''
Daniel mengangkat tangan ke atas hendak memukul Richard, namun, dia tahan kepalan tangan itu di udara, karena Mika semakin mengencangkan lingkaran tangan di perut dirinya. Membuat Daniel menurunkan tangannya dengan sedikit di hentakan.
Melihat Daniel hendak memukul dirinya, Richard pun semakin murka, dia kini berjalan mendekat lalu ...
Buk ...
Richard menghantamkan kepalan tangan di wajah putranya hingga Daniel tersungkur ke atas lantai begitupun dengan Mikaila, keduanya meringis kesakitan, menahan rasa sakit di tubuh sekaligus rasa sakit di hatinya karena telah dipermalukan sedemikan rupa dengan fitnahan yang keluar dari mulut berbisa Richard.
''Rasakan kamu, anak tidak tahu diri, dan kamu Mika, Mas akan merebut mu lagi dari dia, asal kamu tahu, Mas akan melakukan apapun agar kamu bisa menjadi milik Mas lagi,'' teriak Richard lalu hendak pergi.
''Tunggu, Mas Richard yang terhormat.'' Teriak Mika, dia bangkit lalu berdiri di depan sang suami.
__ADS_1
''Ada apa lagi, apa kamu berubah pikiran dan bersedia kembali lagi kepada Mas?''
''Sekarang juga, Mas tarik semua fitnah yang tadi Mas katakan di depan mereka semua. Dia gak pernah merebut aku dari Mas, dan dia juga bukan anak kandung Mas, jadi pernikahan kami sah di mata hukum dan juga agama, Mas juga mungkin lupa, aku lebih dulu menjadi kekasih Daniel dan telah merajut kasih dengan dia selama tujuh tahun lamanya, apa Mas sudah pikun, Hah ...'' teriak Mika.
Entah darimana dia mendapatkan semua keberanian itu, dengan lantangnya dia mengatakan semua yang ingin dikatakan oleh Daniel. Matanya terlihat membulat sempurna, serta genangan air mata yang memenuhi kelopaknya kini, wajahnya pun terlihat memerah dengan kepalan tangan yang dia tahan di samping.
''Mikaila kamu-?''
Richard tidak kuasa meneruskan ucapannya, tatapan tajam yang di arahkan tepat kepadanya membuat pria tua itu hanya bisa berdiri mematung.
''Satu lagi, Mas. Sampai kapanpun aku gak Sudi kembali sama kamu, lebih baik aku mati daripada harus kembali menjadi istri tua bangka sepertimu, apa Mas tidak tau seberapa kuat cinta kami berdua? Hah ...? jadi Mas jangan pernah bermimpi ataupun berani membayangkan tubuh aku ini, karena semua yang ada pada diri aku telah menjadi milik Daniel, seutuhnya dan selamanya,'' Mika mempertegas ucapannya.
Daniel yang kini telah berdiri di belakang istrinya pun nampak takjub dengan keberanian yang di tunjukan oleh Mika, dia tidak menyangka bahwa istrinya itu akan mengatakan semua itu dengan suara yang begitu lantang.
Bukankah sedari tadi dia meminta dirinya untuk menahan bahkan memeluk tubuhnya agar tidak tersulut emosi? dia juga yang membisikan kata-kata yang memintanya untuk tidak meladeni Daddy-nya itu, sungguh sebuah kejutan bagi Daniel, ternyata Mika memiliki keberanian yang sangat besar, membuat Daniel benar-benar takjub dan tersenyum menatap wajah sang istri.
''Kita pergi sekarang,'' pinta Mika menoleh ke arah sang suami lalu berjalan meninggalkan Richard yang saat ini sedang berdiri mematung.
Richard benar-benar di buat mati kutu, berniat mempermalukan putranya kini dirinya sendiri yang merasa malu, apalagi semua yang ada di sana menatap kearahnya dengan tatapan mata jijik, membuat Richard benar-benar semakin murka.
"Kenapa kalian melihat aku kayak gitu, hah? Apa kalian gak tau aku ini siapa?"
Richard berteriak kencang, membuat semua yang ada di sana kembali duduk dan meneruskan acara makan siang mereka masing-masing.
Arman yang sedari tadi menyaksikan hal itu, hanya bisa menatap heran Richard, dirinya sungguh tidak menyangka jika sahabat'nya memiliki hubungan yang tidak baik dengan ayahnya, padahal, dahulu mereka terlihat sangat dekat.
__ADS_1
Apa karena wanita yang bernama Mika, yang saat ini telah menjadi istri Daniel? Akh ... Sungguh rasa cinta dan wanita telah meluluhlantahkan kedekatan antara Ayah dan anak, batin Arman.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹