Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Kolam Renang


__ADS_3

Bruk ...


Daniel membuka pintu dengan perasaan kesal, dia pun mengusap wajahnya secara kasar, diiringi hembusan napas panjang, lalu berbalik hendak kembali meneruskan aktivitasnya yang hendak tertunda.


''Dasar, gak tau waktu banget si, ganggu aja, dasar-'' Daniel tidak meneruskan ucapannya, karena saat tubuhnya benar-benar berbalik, Mika sang istri sudah berdiri tepat di belakangnya.


''Eh ... Kamu ... Ko udah di sini?'' tanya Daniel menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak merasa gatal sama sekali.


''Hmm ... Kita keluar,'' jawab Mika datar.


''Lho, kenapa? 'kan belum mulai ...''


''Udah, nanti aja di terusin, di luar ada orang, sayang ...''


''Yaaaah ... Ko gak jadi ...?''


''Ish ... Kamu ini, kalau orang di luar dengar des*Han kamu gimana? emangnya kamu gak berisik kalau lagi ngelakuin itu?''


''Hmm ...'' Daniel menghela napas panjang lalu mengerucutkan bibirnya.


''Kita masih punya banyak waktu, sayang. Kita bisa ngelakuinnya nanti malam, atau nanti kalau Arman dan tukang AC itu udah pulang ...''


''Ya udah, gak apa-apa,'' jawab Daniel kesal, lalu berjongkok dan meletakkan kepalanya tepat di depan perut Mika.


''Sayang ... Maaf ya, hari ini Papi gak jadi nengokin kamu, kamu gak kecewa 'kan baby ...?'' lirih Daniel berbicara di depan perut buncit istrinya.


''Ha ... ha ... ha ...! Apaan si, dasar ...'' Mika tertawa seraya mengusap rambut sang istri.


Daniel pun berdiri lalu mengecup tipis bibir merah sang istri yang terlihat begitu menggoda.


Cup ...


Kecupan Daniel pun menimbulkan suara.


''Janji, ya ... Kita terusin nanti kalau mereka semua sudah pulang ...'' rengek Daniel seperti anak kecil.


Mika hanya mengangguk seraya sedikit terkekeh lucu.


Keduanya pun keluar dari dalam kamar secara bersamaan, dan bergandengan tangan.


Di luar, Arman nampak terkejut karena bosnya itu keluar bersama sang istri dengan wajah yang terlihat muram.


''Lho ... Bos ... Ko udah keluar lagi?'' tanya Arman sedikit meledek.


''Gara-gara kamu, Arman. Dasar ...'' jawab Daniel kesal.


''Iya maaf, bos. Aku gak tau kalau kamu sama Nyonya bos sedang dalam perjalanan ke sana.''


''Hus ... udah jangan di bahas. Kamu lagi, kayak anak kecil aja ...'' Ucap Mika, menatap wajah Arman dan Daniel secara bergantian.

__ADS_1


Arman semakin merasa tidak enak, dia hanya bisa cengengesan seraya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak merasa gatal sama sekali.


''Kamu ... gaji kamu bulan ini aku potong 10%.'' Ucap Daniel.


''Lho ... Ko gitu?''


''Sayang ...?'' Mika membulatkan mata bundarnya menatap wajah sang suami.


''Iya ... Iya ... gak jadi aku potong ...'' jawab Daniel kembali mengerucutkan bibirnya.


Daniel pun membawa sang istri ke halaman belakang dimana kolam berenang berukuran besar berada, memperlihatkan bagian belakang rumah barunya yang belum sempat mereka jelajahi.


''Wah ... Ada kolam renangnya juga?'' tanya Mika, berdiri menatap takjub ke arah kolam dengan airnya yang bersih.


''Iya, dong. Aku 'kan sudah bilang, rumah ini lengkap, gimana? apa kamu suka ...?''


Mika mengangguk seraya tersenyum.


Daniel pun membawa istrinya tersebut untuk duduk di kursi kayu yang berada tidak jauh dari kolam tersebut.


''Berapa harga rumah ini? rumah sebesar dan semewah ini pasti harganya mahal, 'kan?'' tanya Mika sesaat setelah mereka berdua duduk.


''Hmm ... udah gak usah tanya harganya, nanti kamu pingsan lho, kalau sampai tau harganya.''


''Ish kamu ini, memangnya berapa? 1 M, 2 M, atau lebih ...?''


''Lebih, harganya lebih dari itu, buat kamu dan anak kita, uang segitu gak ada artinya, yang penting kamu suka, dan anak kita nanti senang tinggal di rumah kita ini,'' jawab Daniel, menggenggam erat jemari sang istri.


''Iya, sayang. Aku pun sama, kamu adalah segalanya buat aku, gak ada lagi yang aku inginkan di dunia ini selain, melihatmu bahagia ... Love you, honey ..."


Daniel mengecup pucuk kepala istrinya.


🍀🍀


Dua jam kemudian, Arman dan beberapa orang tukang Ac yang bertugas memasang AC di rumah itu selasai bekerja, Arman nampak menghampiri Daniel untuk berpamitan.


''Bos, semua pekerjaan sudah beres, aku pamit pulang, ya ...'' ucap Arman, berjalan mendekat.


''Oke ... Bonus kamu sudah aku transfer,'' jawab Daniel datar.


''Gaji aku gak jadi di potong 'kan?''


''Gak jadi, berkat istriku yang baik hati ini, aku gak jadi potong gaji kamu, seharusnya kamu berterima kasih sama dia ...''


''Wah, makasih banget Bos Mika ...'' jawab Arman tersenyum senang.


''Jangan panggil Bos segala, panggil Mika aja, Arman ... dan itu, mata kamu jangan liatin istriku sampai segitunya, nanti aku colok mata kamu itu,'' ucap Daniel, merasa tidak suka istrinya di tatap sedemikan rupa oleh Arman.


''Oke ... Oke ... bos. Aku pamit, ya ... Kalian silahkan lanjutin anu-anunya ...'' pamit Arman sedikit meledek, lalu berjalan meninggalkan Daniel dan juga Mika.

__ADS_1


''Ish ... Kamu ini? Mau aku potong beneran gaji-mu, hah ...?'' teriak Daniel, yang hanya di jawab dengan tawa renyah oleh Arman.


Sepeninggal Arman, Daniel segera bangkit lalu berdiri.


''Mau kemana?'' tanya Mika mengerutkan keningnya.


''Mau kunci pintu, biar gak ada yang ganggu kita lagi,'' jawab Daniel berjalan masuk ke dalam rumah, lalu mengunci pintu utama.


Sementara itu, Mika hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum melihat tingkah suaminya yang terlihat seperti anak kecil yang sudah tidak sabar untuk bermain.


Tidak lama kemudian, Daniel pun kembali menghampiri istrinya yang masih duduk di tempat yang sama, Mika nampak menatap ke arah kolam, dengan kepalan tangan yang diletakan di bawah dagu runcingnya.


''Kenapa? kamu mau berenang ...?''


Mika mengangguk.


''Hmm ... Baiklah, aku akan menemani kamu berenang ...'' jawab Daniel mulai membuka atasan oblong berwarna merah yang dia kenakan, begitu pun dengan celana jens yang ia pakai, hingga tubuhnya hanya menyisakan segitiga yang menutupi bagian intinya saja, dan dada bidangnya kini terekspos sempurna.


Sementara itu, Mika hanya menatap suaminya dengan tersenyum.


''Ko diam aja, katanya mau berenang?''


''Hmm ... Tunggu, di sini udah gak ada orang 'kan?'' tanya Mika menatap sekeliling.


''Gak ada, pintu pun udah aku kunci, hanya ada kita berdua di sini, sayang ...'' jawab Daniel, membantu istrinya membuka kancing dress yang kenakan oleh istrinya.


Akhirnya, semua kancing itu pun terbuka sempurna, dan Daniel pun membantu istrinya itu membuka dress yang dikenakannya, lalu melemparnya ke sembarang arah, sehingga kini raga sang istri benar-benar setengah polos, hanya tersisa penutup tebal yang menutup gunungan kembar serta segitiga di bagian bawahnya.


Perut buncit sang istri pun terekspos sempurna, membuat istrinya itu terlihat begitu se*ksi dan tentu saja sangat menggoda.


Perlahan Daniel pun menggenggam jemari tangan Mika, menuntunnya untuk masuk ke dalam kolam.


''Hati-hati sayang ...'' ucap Daniel saat raga keduanya mulai memasuki kolam.


Sejuknya air serasa begitu menyegarkan tubuh, apalagi sinar matahari yang bersinar begitu teriknya membuat raga keduanya merasakan sejuk berada di dalam sana.


''Kamu bisa berenang 'kan?'' tanya Daniel, melingkarkan tangannya di pinggang sang istri di dalam kolam.


''Tentu saja, bukankah kita sering melakukan hal ini, dulu ...''


''Hmm ... Benar juga, mengingat masa lalu membuat aku merindukan masa itu,'' ucap Daniel.


Kini, raga mereka di bawah sana benar-benar saling menempel, Daniel semakin merekatkan lingkaran tangannya di pinggang ramping sang istri.


Pelan tapi pasti, Daniel mulai mendekatkan wajahnya, lalu mengecup mesra bibir ranum istrinya tersebut.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Mampir juga di karya teman aku ya reader, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.

__ADS_1



__ADS_2