
''Siapa bilang kamu boleh menikah dengan dia?'' tiba-tiba terdengar suara Richard, berdiri di depan pintu.
Daniel dan Mika pun menoleh secara bersamaan, terkejut karena tiba-tiba dia sudah ada di sana, tanpa mengucapkan salam ataupun mengetuk pintu, membuat Daniel mengerutkan kening, dengan mata yang dibulatkan sempurna merasa kesal.
''Sedang apa Daddy di sini?'' tanya Daniel berdiri tepat di hadapan Mika, menutup tubuh wanita yang dicintainya itu agar tidak terlihat.
''Daddy datang ke sini untuk menjemput kamu, pulang sekarang juga, sedang apa kamu di sini? apa kamu lupa dia mantan istri Daddy?''
''Sebelum dia menjadi mantan istri Daddy, apa Daddy juga lupa bahwa dia adalah kekasihku, wanita yang sudah aku pacari selama tujuh tahun? Daddy rebut lalu Daddy campakkan lagi,'' jawab Daniel dengan penuh percaya diri.
''Hmm ...! tapi apa kamu lupa, dia telah meninggalkan kamu demi menikah dengan Daddy, hah ...?"
"Lalu kenapa Daddy mencampakkan dia? kenapa, Dad ...? JAWAB ..." teriak Daniel kesal.
"Pokoknya pulang sekarang juga, Daddy gak akan pernah memberikan restu kepada kamu untuk menikahi dia."
"Aku gak butuh restu, Daddy. Toh Daddy bukan ayah kandung aku, dan aku pun sudah memutuskan untuk tidak menganggap Daddy sebagai ayah tiri aku lagi."
Deg ...
Hati Richard terhenyak, karena walau bagaimanapun dia sudah menyayangi Daniel seperti anak kandungnya sendiri, tapi seketika perasaan sayang itu hilang saat dia mengingat perasaan sakit di hatinya karena dikhianati oleh putranya tersebut.
"Cukup hentikan, Daniel," Mika melingkarkan lengannya di pinggang Daniel, memeluknya dari arah belakang.
Richard pun menatap lingkaran tangan mantan istrinya tersebut yang melingkar sempurna di perut sang putra, lagi-lagi ... Ada rasa aneh yang terasa membakar hatinya, rasa yang sama sekali tidak pernah dia rasakan sebelumnya, rasa panas yang membuat jantungnya berdetak kencang, dan kepala yang terasa akan meledak seketika, wajahnya pun terlihat memerah menahan rasa amarah.
__ADS_1
''Cukup, Mas. Tolong hentikan perdebatan yang tidak berguna ini, lebih baik Mas pergi dari rumah aku sekarang juga, melihatmu membuat hatiku sakit,'' teriak Mika, melepaskan pelukannya dan menatap Richard dengan tatapan penuh kebencian.
''Mikaila ... Kamu-'' Richard tidak meneruskan ucapannya, tidak kuasa untuk berbicara, rasa panas yang kini semakin membara di dalam hatinya seolah membuat mulutnya membeku.
''Aku mohon, pergi sekarang juga ...'' Mika mengulangi ucapan, namun kali ini dengan penuh penekan.
''Oke, Daniel. Kalau kamu mau memutuskan hubungan dengan Daddy, gak masalah, toh kamu memang bukan darah daging Daddy.'' Hanya kata-kata itu yang bisa Richard ucapkan
Kini, dia bahkan tidak berani menatap wajah mantan istri yang saat ini menatap dirinya dengan tatapan tajam. Richard pun akhirnya memutar badan dan hendak melangkah pergi.
''Tunggu, Tuan. Richard ...!'' cegah Daniel.
Richard pun menghentikan langkahnya seketika.
''Karena sekarang kita sudah sepakat untuk saling memutus hubungan, aku harap Tuan Richard sudi mengembalikan harta mendiang Mommy, karena harta itu seharusnya adalah milikku, sebagai putranya,'' ucap Daniel penuh percaya diri.
''Silahkan ambil kalau kamu bisa, mana bisa kamu mengelola perusahaan raksasa seperti itu, yang ada, nanti perusahaan itu bangkrut, apa kamu mau Mommy kamu kecewa, hah ...? Perusahan ada padaku adalah hal yang paling benar, dasar anak bodoh, ha ... ha ... ha ...!'' tawa Richard terdengar renyah, lalu dia benar-benar pergi, meninggalkan Daniel dengan perasaan kesal sebenarnya.
''Dasar tua bangka tidak tahu diri,'' ucap Daniel hendak mengejar.
''Cukup, Daniel. Melihat kalian seperti ini, semakin membuat aku merasa bersalah, aku telah membuat hubungan kalian merenggang, bahkan bermusuhan, maafkan aku,'' lirih Mika dengan mata yang berkaca-kaca, kembali melingkarkan tangannya di pinggang Daniel, namun, kali ini dari arah samping.
Daniel segera menggeser posisi tubuhnya memutarnya ke samping hingga Mika kini memeluk bagian bagian depan tubuhnya, dia pun membalas pelukan Mika, mendekapnya dengan begitu erat, lalu mengecup pucuk kepalanya.
''Maaf, karena kamu harus menyaksikan ini, tapi aku bersyukur, berkat kamu, aku jadi tahu siapa Daddy sebenarnya, ternyata dia pria busuk, dan aku menyesal telah menganggapnya sebagai ayahku, aku berterima kasih padamu, sayang ..." lirih Daniel pelan.
__ADS_1
Mika hanya terdiam, dia semakin membenamkan kepalanya di dada bidang seorang Daniel, dengan mata yang di pejamkan.
🌹🌹
"Brengsek ...! dasar anak tidak tahu diri ..." Richard murka, dia berteriak sendiri di dalam rumahnya.
"Awas saja kalian berdua, aku tidak akan pernah membiarkan kalian hidup bahagia," ucapnya lagi, lalu membanting'kan tubuhnya di kursi sudut berwana hitam di ruang tamu rumahnya.
Dia pun, meraih ponsel lalu menelpon sekertaris-nya di kantor.
📞 ''Halo, Nadia. Aku minta kamu bekukan semua kartu kredit Daniel putraku, ATM nya juga, pokoknya bekukan semua itu sampai dia tidak dapat lagi menggunakannya.'' ucap Richard dengan rahang yang dikeraskan.
📞 ''Baik, Bos. Tapi apa saya boleh bertanya apa alasannya?'' tanya Nadia dari dalam telpon, merasa heran.
📞 ''Gak usah banyak tanya, kamu lakukan saja apa yang aku perintahkan, dasar bodoh ...!''
📞 ''Maaf, Bos. Saya akan melakukannya sekarang juga.''
Telpon pun di tutup.
Richard, akhirnya dia menyadari bahwa rasa panas yang dia rasakan adalah sebuah perasaan cemburu, cemburu karena tidak rela melihat mantan istrinya di miliki oleh anak tirinya, sungguh sesuatu yang sangat menyiksa sebenarnya, karena selama ini dia sama sekali tidak pernah merasakan perasaan seperti itu.
Ada rasa sesal di dalam hati seorang Richard, mengapa dia harus menceraikan wanita yang bernama Mika itu, andai saja dia sedikit bersabar sebentar lagi, dan dapat mengendalikan emosinya, mungkin saja wanita yang bernama lengkap Mikaila Anastasia itu masih menjadi istrinya sekarang, dan dia tidak perlu merasakan perasaan cemburu yang saat ini terasa membakar hatinya, hingga menjalar ke seluruh tubuhnya.
Akhirnya dia pun tersadar, bahwa sebenarnya dia sangat mencintai wanita itu, wanita yang sudah dia ceraikan dua tahun yang lalu.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹