Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Dua Tahun Kemudian


__ADS_3

Daniel nampak sedang berdiri di tepi jendela, jendela kaca yang panjang membentang di sepanjang temboknya di lantai lima, tangannya terlihat menggenggam segelas anggur, dengan wajah yang menatap lurus ke arah luar jendela.


Pemandangan pun terlihat begitu indah, rumah-rumah berjejer begitu rapi, dengan bukit berwarna hijau sebagai latarnya, ditambah langit yang biru membentang tanpa satu penghalang pun, membuat pemandangan terlihat semakin sempurna.


Ya ... Danie memang sedang berada jauh dari negara, sekaligus jauh dari keluarganya, dia menutup semua akses komunikasi dengan siapapun yang dia kenal, hidup sendiri dengan tenang di negara Skotlandia, negara dengan sejuta ketenangan dan keindahan, luka terakhir yang dia dapatkan di hatinya, membuatnya ingin benar-benar melupakan wanita yang telah menggoreskan luka itu, dan memulai hidup baru.


''Gak terasa, sudah dua tahun aku meninggalkan kampung halaman,'' ucap Daniel pelan.


Dia pun meneguk segelas anggur yang di genggamnya, meneguknya hanya dengan sekali tegukan, dan dengan sedikit kasar, sehingga merahnya warna anggur kini menetes dari dagunya dan turun ke baju kimono berwarna putih yang dia kenakan.


Daniel menyeka dagu runcingnya, masih dengan mata yang menatap ke depan, dengan senyum yang mengembang dari kedua sisi bibirnya kini.


Dia pun memutar badan lalu berjalan menuju lemari pakaian, meraih satu setel lalu memakainya, kemeja berwarna abu pun jadi pilihan, dengan celana jeans panjang berwarna hitam sebagai pasangannya, tidak ada yang berubah dari penampilan Daniel sebenarnya, hanya saja, wajahnya terlihat lebih dewasa kini, ditambah rambutnya yang dibiarkan sedikit panjang membuat dia terlihat pangling.


Besok, adalah hari peringatan meninggalnya sang ibu, dan sepertinya dia harus pulang dan mengunjungi pusara ibunya, mengingat sudah dua tahun ini dia melewati momen itu. Hari ini, dia akan pulang ke negaranya, setelah itu kembali lagi ke sini, karena dia memang telah memutuskan untuk berpindah kewarganegaraan, dan benar-benar menetap di negara Skotlandia.


🌹🌹


Kini, Daniel telah berdiri di halaman rumahnya, halaman luas membentang dengan bangunan tinggi yang kini tepat berada di hadapannya, dia pun menatap dengan tatapan kosong, ke arah rumah yang telah di tinggalnya selama dua tahun.


Dengan perasaan enggan, dia pun memasakan diri untuk berjalan masuk ke dalam rumah, dengan menarik koper berukuran besar yang dia bawa.


Ceklek


Pintu pun perlahan di buka, dan Daniel mulai menapaki kakinya di rumah besar milik ayahnya tersebut, aroma pendingin ruangan pun tercium begitu tajam, saat pertama kali memasuki ruangan luas membentang, di tambah dinginnya AC membuat suasana rumah sejuk meski rumah tersebut terlihat kosong seperti tidak berpenghuni.


Dia pun berjalan menuju lift, lalu menekan tombolnya, hendak naik ke lantai tiga dimana kamarnya berada.

__ADS_1


Tut ...


Lift pun terbuka, Daniel terkejut seketika itu juga, karena dari dalam lift, keluar seorang wanita berpakaian seksi dengan belahan dada terbuka, dan kaki panjangnya terekspos sempurna.


Wanita itu berjalan keluar dari dalam lift, melewati Daniel yang kini terlihat diam mematung dengan tatapan mata yang terlihat begitu syok, hingga tanpa sadar tubuhnya diam mematung dengan mulut yang sedikit menganga, memperhatikan wanita tersebut, hingga dia keluar dari dalam rumah.


'Apa yang terjadi? Kenapa wanita ****** itu bisa keluar dari sini? dimana Mommy ...?' (Batin Daniel)


Untuk memuaskan rasa penasarannya, dia pun segera masuk kedalam lift lalu naik ke lantas empat.


Tut ...


Beberapa saat kemudian lift pun berhenti dan pintu terbuka, Daniel masuk ke ruangan pribadi sang ayah dengan wajah yang terlihat geram, sebenarnya.


Richard yang saat ini sedang berdiri di tepi jendela dengan menggenggam botol whiskey pun segera berjalan menghampiri Daniel yang saat ini sedang berjalan semakin mendekat ke arah ayahnya.


''Apa yang sedang Daddy lakukan? dimana Mommy, Hah ...?'' teriak Daniel.


''Mommy ...? Mommy kamu tentu saja ada di kuburan, bukankah besok kita akan memperingati kematiannya ...?''


''Maksud aku, dimana Mommy Mika ...? kenapa Daddy bawa perempuan ****** itu kemari? Daddy gak mikirin perasaan istri Daddy? Hah ...!''


''Ha ... ha ... ha ...! Maksud kamu perempuan tidak tau diri yang bernama Mika itu? mantan kekasih kamu?'' tanya Richard, matanya nampak menatap wajah putranya dengan tatapan tajam.


''Apa ...? Dad ...? Daddy bercanda, kan? apa yang Daddy katakan tadi? pe-rempuan ti-dak ta-hu di-ri?'' dengan terbata-bata Daniel mengulangi perkataan ayahnya, matanya sedikit berair sekarang, dengan tangan yang di kepalkan, dan rahang yang mengeras, merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


''Iya, apa perlu Daddy ulangi lagi, PEREMPUAN TIDAK TAHU DIRI ...'' Richard semakin mempertegas ucapannya.

__ADS_1


Tubun Daniel terasa lemas, lututnya seperti bergetar, apa yang sebenarnya terjadi selama dua tahun ini, dia sengaja pergi jauh dan mengalah, agar Mika bisa berbahagia dengan ayahnya, tapi, sepertinya kenyataan tidak sesuai dengan apa yang di harapkan, selama dua tahun ini banyak kejadian yang telah di lewatkan.


''KATAKAN DIMANA MIKA, DAD? AKU SENGAJA MENGALAH DEMI KEBAHAGIAAN DADDY DENGAN DIA, LALU, SEKARANG APA INI? APA DADDY SUDAH MENCAMPAKKAN DIA? JAWAB, DAD ...?'' teriak Daniel dengan suara lantang dan menggema di seisi ruangan, hingga memantul di udara.


Plak ...


Satu tamparan keras mendarat di pipi Daniel, begitu kerasnya, hingga darah segar pun sedikit menetes dari ujung bibirnya.


''Brengsek kamu. Apa kamu bilang, mengalah? setelah puas meniduri dia, bahkan di malam yang seharusnya menjadi malam pertama Daddy, sekarang kamu bilang MENGALAH? apa kamu pikir Daddy bodoh, bego, sehingga Daddy tidak tahu apa yang telah kalian lakukan di belakang Daddy, Hah ...?''


''Ja-di, Da-ddy sudah ta-hu semuanya?''


''Iya, Daddy tidak sebodoh yang kamu kira, dan Daddy tahu semua yang kalian lakukan di belakang Daddy.''


''Lalu, dimana dia sekarang, Dad? DIMANA ...?''


''Dia sudah Daddy ceraikan dua tahun yang lalu, saat kamu pergi, saat itu pula Daddy menceraikan dia, dan sekarang, Daddy sama sekali tidak tahu dia ada dimana, entah sudah mati atau masih hidup, Daddy pun tidak peduli,'' jawab Richard, lalu meneguk botol whiskey yang berada di dalam genggamannya.


Tubuh Daniel pun tiba-tiba saja teras lemas, dia duduk di lantai seraya menunduk seolah menatap lantai namun, sebenarnya melayangkan tatapan kosong.


''Sudahlah, jangan memikirkan perempuan itu lagi, masih banyak wanita di dunia ini yang lebih cantik dari dia, lagipula, Daddy gak akan pernah mengijinkan kamu berpacaran dengan dia apalagi kalau sampai menikah segala, Daddy akan segera mencarikan jodoh yang pas untuk kamu,'' ucap Richard, menatap tubuh putranya.


''Nggak, Dad. Aku tidak akan pernah menuruti keinginan Daddy, aku bisa mengurus hidup aku sendiri, menentukan dan mencari kebahagiaanku sendiri, aku sama sekali gak butuh bantuan Daddy untuk mencarikan aku jodoh,'' ucap Daniel, seraya bangkit lalu berdiri hendak berbalik.


''O iya, Dad. Aku hanya mampir sebentar ke sini, sepertinya, aku gak akan pernah kembali lagi ke sini, untuk pertama kalinya aku kecewa sama Daddy, dan lebih baik mulai sekarang, Daddy jangan pernah menganggap aku putra Daddy lagi,'' Daniel pun berbalik dan berjalan ke arah lift, lalu masuk kedalamnya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers, terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2