
Daniel segera berlari keluar dari dalam rumah setelah mendengar ucapan Istrinya di telpon, dia mengabaikan peringatan Mika yang memintanya untuk jangan berani menemuinya sebelum dia menyadari kesalahan yang dia perbuat.
Dengan tergesa-gesa, Daniel masuk ke dalam mobil dan segera melaju meninggalkan halaman luas rumah peninggalan mendiang Richard.
''Apa yang terjadi, Mika? kenapa kamu tiba-tiba kayak gini? maaf jika aku telah berbuat kesalahan,'' lirih Daniel dengan mata menatap ke depan, menyetir mobil dengan kecepatan tinggi.
Akhirnya, Daniel pun tiba di rumahnya, di segera memarkir mobil dan berlari masuk ke dalam kamar dengan perasaan kacau.
''Mikaila ... Istriku ...'' teriak Daniel suaranya menggema di udara, berjalan masuk ke dalam rumah.
Berapa kali pun dia memanggil nama istrinya itu tapi Daniel masih saja tidak mendapatkan jawaban. Akhirnya Daniel masuk ke dalam kamar.
Ceklek ...
Daniel membuka pintu kamar dengan sedikit bertenaga, dan dia pun tersenyum lega melihat istrinya sedang meringkuk dengan badan yang tertutup selimut.
''Sayang ...?'' panggil Daniel berjalan ke arah ranjang.
Mika tidak bergeming.
''Mikaila ... Istriku, kamu kenapa, sayang ...'' Daniel ke atas ranjang.
Daniel mencoba menyentuh pundak istrinya, namun, Mika menepis tangan kokoh itu, tangan yang sudah beberapa hari ini sangat dia rindukan sebenarnya.
''Kenapa kamu pulang? apa kamu sudah menyadari kesalahan kamu?'' lirih Mika sedikit terisak.
__ADS_1
''Aku minta maaf, sayang. Aku tau aku salah ...''
''Kamu tau salah kamu apa?''
Daniel terdiam.
''Pergilah, aku gak mau melihatmu, sebelum kamu menyadari kesalahanmu.''
''Sayang ... Aku sungguh minta maaf karena telah mengabaikan kamu beberapa hari ini. Hari ini aku sengaja pulang cepat agar bisa menghabiskan waktu bersamamu, sayang ...''
''Aku tanya apa kamu tau kesalahan kamu apa?'' Mika mengulangi ucapannya dengan suara yang terdengar semakin berat.
''Iya, sayang. Aku tau, aku salah karena telah mengabaikan kamu, menghabiskan waktu yang aku punya dengan bekerja dan bekerja, tapi sungguh, aku tidak bermaksud mengabaikan kamu, dan semua urusan aku sudah selesai sekarang. Aku minta maaf sayang ...'' lirih Daniel.
Akhirnya, Mika pun membalikkan tubuhnya. Wajahnya terlihat sembab karena sepertinya seharian ini dia telah menghabiskan waktunya dengan terus menangis.
Daniel menatap wajah istrinya dengan tatapan penuh penyesalan, dia mengusap buliran air mata yang berjatuhan dari ujung pelupuk mata istrinya dan mencoba untuk menenangkan.
''Aku sungguh minta maaf, sayang. Maafkan aku ...'' ucap Daniel meraih pergelangan tangan istrinya, lalu mengecup punggung tangannya lembut.
''Apa kamu tau punggung aku sakit? apa kamu tau kaki aku juga bengkak? tengah malam aku terbangun karena merasa enggap di perut aku, ngebangunin kamu aku gak bisa karena sepertinya kamu lelah sekali. Pagi hari aku terbangun kamu sudah tidak ada, dan malam hari kamu datang aku sudah tidur. Apa kamu tau bagaimana perasaan aku, hah ... Hiks ... hiks ... hiks ...'' tangis Mika pecah seketika, sesuatu yang dia pendam selama ini akhirnya dimuntahkan juga.
''Iya, sayang. Aku minta maaf, sayang. Aku salah, aku memang salah, aku egois dan hanya memikirkan perasaanku sendiri,'' lirih Daniel penuh penyesalan.
Mika pun bangkit, dengan tangan yang memegangi pinggangnya yang memang terasa pegal, dan terasa nyeri. Daniel pun segera membantu Istrinya itu untuk bangun, dan segera memeluknya erat.
__ADS_1
''Aku berjanji gak akan seperti ini lagi, sayang.''
Mika terdiam.
''Mana sini punggung kamu biar aku usap, ya ...''
Mika masih membisu.
''Kaki kamu mana, biar aku pijitin.''
Daniel membuka selimut yang menutupi bagian bawah kaki Istrinya, dan terkejut seketika karena kaki Mika benar-benar membengkak.
''Kaki kamu ...? Kaki kamu kenapa?'' Daniel mengusap kaki yang semula lentik kini berubah bengkak, dan mengembang.
''Kaget ...?'' ketus Mika.
''Tentu saja aku kaget? kakimu tidak seperti ini sebelumnya. Ini kenapa?''
''Kemarin-kemarin kamu kemana aja, suamiku ...?''
''Iya, aku minta maaf.''
''Cukup, telingaku jengah mendengar maaf yang diucapkan berkali-kali.''
''Kita ke Dokter kandungan ya, kakimu ini harus di periksa, aku takut kamu kenapa-napa.''
__ADS_1
Mika mengangguk datar masih dengan perasaan kesal.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀