Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Jalan jalan


__ADS_3

Daniel meninggalkan Nando yang masih terdengar berteriak memanggil namanya, dirinya tidak ingin merusak kebahagiaan yang saat ini sedang dia rasakan di dalam hatinya, meladeni pria itu hanya akan membuatnya membuang-buang waktu berharga yang seharusnya dia habiskan dengan calon istrinya, Mikaila.


Dia pun berjalan menuju rumah Mika yang pastinya sedang menunggu kedatangan dirinya saat ini, dengan tersenyum begitu lebar akhirnya Daniel sampai di depan pintu rumah lalu mengetuknya pelan seraya memanggil nama Mika.


Tok


Tok


Tok


''Mika sayang ...?'' teriak Daniel diiringi suara ketukan.


Ceklek


Tidak lama kemudian pintu pun di buka, Mika berdiri di balik pintu dengan tersenyum senang.


''Akhirnya datang juga ...'' ucap Mika tersenyum lalu memeluk tubuh Daniel.


''Kenapa? kangen ...? baru juga di tinggal sebentar,'' jawab Daniel mengecup pucuk kepala dengan tangan yang dilingkarkan sempurna di pinggang Mikaila.


''Tadi agak BT, ada tamu gak di undang soalnya.''


''Iya, aku tahu ...''


''Kamu ketemu sama dia? Kalian gak berantem, 'kan?'' Mika melepaskan pelukannya menatap wajah Daniel dengan seksama.


''Nggak, sayang. Mana mungkin aku merusak kebahagiaan yang sedang aku rasakan dengan berkelahi sama dia, aku gak peduli dia bilang apapun tadi, gak aku ladenin.''


Mika mengangguk lega.


''O iya, kamu mandi sana. Dandan yang cantik, aku mau bawa kamu ke suatu tempat.''


''Kemana ...?''

__ADS_1


''Udah, mandi aja dulu. Hari ini kita jalan-jalan, pokoknya kita shoping-shoping, nyalon, atau, kamu bisa request tempat yang ingin kamu kunjungi,'' ucap Daniel, menatap wajah Mika dengan tatapan mata penuh rasa cinta.


''Oke, emang ada satu tempat yang ingin sekali aku datangi. Kalau gitu aku mandi dulu, ya.''


Daniel mengangguk.


Dia pun mengecup tipis bibir manis calon istrinya itu, baru setelahnya, Daniel melepaskan pelukan dan keduanya berjalan beriringan memasuki rumah.


Satu jam kemudian, Mika terlihat keluar dari dalam kamar, wajahnya terlihat begitu cantik dengan kemeja berwarna putih dan rok jeans pendek, lengkap dengan sepatu berwana senada dengan kemeja yang di kenakan-nya, dan tas kecil yang dia gantung sembarang di bahu kirinya.


Rambut pendeknya pun terlihat basah, dengan make tipis yang memoles wajah Mika, di lengkapi lipstik berwana pink muda memoles bibir ranumnya, membuat kecantikan seorang Mika terlihat begitu sempurna.


Daniel berdiri dengan tatapan mata yang mengarah tajam ke arah Mika yang baru saja keluar dari dalam kamar, matanya nampak menatap dari ujung kaki hingga ujung rambut tak ada satu jengkal'pun yang terlewatkan, bibirnya pun mengembang sempurna, tersenyum begitu manisnya membuat Mikaila sedikit salah tingkah sebenarnya.


''Jangan liatin aku kayak gitu, akh ...'' ucap Mika, berjalan mendekat.


''Kamu cantik banget, sayang. Wajah kamu seolah tidak berubah sama sekali, dari semenjak kita bertemu 10 tahun yang lalu sampai sekarang, kecantikan kamu masih sama,'' lirih Daniel, masih dengan senyum manis yang senantiasa mengembang dari kedua sisi bibir seorang Daniel.


''Gombal banget, si. Kita berangkat sekarang ...?''


🌹🌹


''Kita kemana dulu?'' tanya Mika, duduk di mobil, Menatap wajah Daniel yang terlihat sedang menyetir.


''Hmm, kita ke salon dulu, ya. Aku mau potong rambut, gak nyaman banget rambut gondrong kayak gini,'' jawab Daniel dengan mata fokus menatap ke depan.


''Oke, setelah itu antar aku ke suatu tempat, ya.''


''Kemana ...?''


''Ke tempat peristirahatan terakhir ayah, sudah lama sekali aku tidak ke sana.''


''Oke, aku juga ingin ke sana, meminta restu kepada beliau sebelum aku benar-benar menikah denganmu.''

__ADS_1


Mika menganggukkan kepalanya.


Mobil pun melaju begitu kencang, melaju di jalan bebas hambatan yang tidak terlalu ramai dengan kendaraan. Sampai akhirnya, mobil berhenti di salon mewah tempat dimana biasa Daniel memangkas rambutnya.


Keduanya pun keluar dari dalam mobil secara bersamaan, lalu masuk ke dalam salon tersebut dengan bergandengan tangan.


🌹🌹


30 menit menunggu, akhirnya Daniel pun selesai, dia tampak begitu tampan dengan rambut pendek, gaya rambut yang sama dengan dirinya saat dia belum berangkat ke luar negeri dua tahun yang lalu.


Mika nampak menatap wajah tampan calon suaminya tersebut, ketampanan sempurna dengan aura penuh karisma seolah terpancar dari raut wajah seorang Daniel.


Dia pun tersenyum senang lalu berdiri menghampiri Daniel yang terlihat sedang berdiri di depan cermin, membersihkan sisa rambut yang masih tercecer di kaos oblong berwarna putih yang dikenakannya.


''Hmm ... Calon suami siapa ini, ganteng banget ...?'' ledek Mika berdiri tepat di samping calon suaminya, sama-sama menatap ke arah cermin, menatap pasangan masing-masing dari pantulan cermin.


''Tentu saja calon suami wanita cantik yang bernama Mikaila Anastasia, wanita beruntung yang akhirnya akan segera dinikahi oleh pria tampan ini,'' jawab Daniel, melingkarkan tangannya di pinggang Mika.


''I Love you, tampan ..."


Bisik Mika di telinga Daniel.


''I Love You to, beautiful ..."


Jawab Daniel melakukan hal yang sama, dengan satu kecupan kecil di bibir masing-masing, diiringi senyuman yang senantiasa mengembang dari kedua sisi bibir sepasang calon pengganti tersebut.


''Kita pergi sekarang, sudah selesai, 'kan?'' tanya Mika.


Daniel menganggukkan kepalanya.


Setelah dari salon, kini keduanya menuju ke tempat pemakaman dimana ayah Mika dikebumikan, karena pemakaman tersebut terletak di pinggiran kota, butuh waktu sekitar dua jam untuk bisa sampai di sana, sampai akhirnya, Daniel pun tiba di tanah lapang yang luas, dengan hamparan rumput hijau membentang, pepohonan rindang pun nampak berdiri kokoh di setiap sudut tanah pemakaman tersebut.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Reader, terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2