Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Kesepakatan


__ADS_3

''Haaa ... Mau apa kamu ...?'' teriak Lusi meletakan kedua tangannya di dada, seolah sedang melakukan pertahanan diri.


''Kemarin kamu yang maksa aku buat melakukan hal itu, sekarang giliran aku yang akan maksa kamu, Lusiana ...!''


''Nggak ... menjauh kamu dari aku.''


Lusi berteriak dengan jantung yang berdebar sebenarnya, mata Lusi melirik selan*kangan Arman, membayangkan sesuatu yang tersembunyi di dalamnya yang saat ini pasti sudah dalam keadaan menegang.


Apalagi tubuh Arman kini berada lurus tepat di depan dirinya yang saat ini sedang dalam keadaan duduk di kursi, membuat Lusi menelan ludah kasar, dengan mata yang menatap seolah tanpa berkedip.


''Kamu tinggal pilih, mau cara halus, cara kasar, atau cara yang sama seperti yang kamu lakukan kemarin padaku?'' tanya Arman semakin berjalan mendekat.


''Apa maksud kamu? Nggak, aku gak mau keduanya, Eu ... Maksud aku, aku gak mau ketiganya, cara halus, kasar ataupun yang kamu sebutkan tadi, aku tetap gak mau,'' jawab Lusi ketus, berbohong.


''Bohong ...!''


'Ko dia tau kalau aku bohong? Eh ... Nggak ... aku emang gak bohong, duh apaan sih, otakku benar-benar udah konslet ...' ( Batin Lusi )


Tanpa ba bi bu lagi, Arman menggendong tubuh Lusi ala Bridle stile dengan kaki Lusi yang terus berontak.


Bruk ...


Arman menjatuhkan tubuh Lusi kasar, ke tempat tidur, dan segera menyambarnya persis seperti yang dilakukan oleh Lusi waktu itu, dengan buasnya Arman kini mel*mat kasar bibir merah Lusi, membuat Lusi benar-benar kewalahan.

__ADS_1


Karena sulit bernapas, Lusi terpaksa mengigit bibir bawah Arman, membuat laki-laki itu sontak melepaskan pautannya.


''Argh ...! sakit tau ...'' pekik Arman.


''Aku bisa mati karena gak bisa bernapas tau.''


''Ya makannya, tadi aku 'kan udah nyuruh kamu milih, mau kasar, lembut, atau yang sama persis seperti yang kamu lakukan waktu itu. Eh ... kamu malah gak mau milih, ya udah aku yang milih sendiri, aku pilih cara yang sama persis dengan yang kamu lakukan waktu itu,'' jelas Arman kembali menautkan bibirnya, namun seketika itu juga Lusi langsung mengigit kasar membuat Arman kembali memekik kesal.


''Apaan si?'' tanya Arman sedikit kesal akhirnya.


''Tunggu, izinkan aku ngomong dulu, bentar ...'' pinta Lusi dengan napas yang tersengal-sengal.


Deru napas Arman yang terdengar memburu membasuh telinga Lusi pun, sebenarnya membuat bulu kuduk gadis itu benar-benar berdiri, serasa merinding di sekujur tubuhnya kini dengan bagian bawah inti tubuhnya berdenyut-denyut.


''Apa ...? oke ... aku mau kita bermain halus, jangan kayak gini, kalau gini kamu bisa benar-benar membunuh aku, tau ...?'' ucap Lusi.


''Tunggu ...'' Lusi meletakan satu jarinya di bibir pemuda itu.


''Janji ini yang terakhir kalinya, setelah ini, kamu harus pergi jauh dari aku. Aku terpaksa melakukan ini karena gak ada pilihan lain,'' lirih Lusi, menatap lekat bola mata hitam Arman.


''Sungguh penawaran yang gak masuk akal,'' Arman menarik tubuhnya, lalu berbaring tepat di samping wanita bernama Lusiana itu.


''Ya udah, kita bisa hentikan saja aktivitas gila ini, lagian aku juga lelah, aku mau tidur.'' Lusi meringkuk membelakangi Arman.

__ADS_1


''Oke ... Asal kamu tau ya, Lusiana. Aku akan mengejar kamu kemanapun sampai kamu benar-benar menikah sama aku, kamu gak akan pernah bisa lepas dari aku, mengerti ...'' ucap Arman penuh penekanan.


Keduanya pun saling terdiam, hingga keheningan pun seketika tercipta di antara keduanya.


Arman, dia berusaha menekan sekuat tenaga hasrat yang saat ini mulai naik ke permukaan, dia lebih baik tidak melakukan apapun daripada harus membuat kesepakatan seperti itu.


Sedangkan Lusi, dia pun merasakan hal yang sama sebenarnya, hasratnya yang sudah semakin naik dan memenuhi otaknya kini tidak bisa lagi dikendalikan, dia pun akan menunggu sampai pemuda yang bernama Arman itu menyentuhnya terlebih dahulu, karena akan sangat memalukan jika dia yang harus meminta hal itu terlebih dahulu.


'Tahan Lusi, tahan ... Ingat harga diri Lo,' ( Batin Lusi )


Namun apa yang dia ucapkan di dalam hatinya ternyata berbanding terbalik dengan apa yang dia lakukan, hati dan gerakan tubuhnya ternyata tidak sejalan, hatinya ingin menahan diri, namun, tubuhnya kini bergeser mendekati tubuh Arman yang masih meringkuk membelakangi dirinya hingga mereka pun saling bergesekan.


''Mundur dikit ...'' ketus Lusi beralasan.


''Dari dari aku diam di sini ko, kamu nya aja yang deketin,'' jawab Arman tanpa menoleh, masih berusaha menahan gejolak di dalam hatinya.


Akhirnya, Lusi pun benar-benar sudah tidak tahan lagi, hasrat di dalam jiwanya kini benar-benar berontak, hingga dia pun tanpa malu langsung menyambar tubuh Arman, membalikan tubuhnya secara kasar, lalu melahap bibir pemuda itu dengan napas yang terdengar memburu.


Arman yang memang sudah menahannya sedari tadi, langsung menyambut sentuhan bibir Lusi, bibir kenyal itu kian teras hangat sangat berbeda dengan ciuman yang mereka lakukan waktu itu, mungkin karena wanita yang bernama Lusi itu dalam keadaan sadar, membuat bibir merah nan sensual itu terasa begitu manis di mulutnya.


Dengan kedua tangannya Arman pun meraih pinggang Lusi dan menarik tubuhnya lembut, meletakkannya tepat di atas dada bidang nya, hingga raga mereka pun menempel sempurna.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Mampir juga di karya kece di bawah ini ya reader ...



__ADS_2