
''Kamu tidak bohong, kan'' Richard menutup buku yang sedang di bacanya.
''Iya, Mas. Aku tidak bohong, mana mungkin aku berani berbohong kepadamu?''
''Ya sudah, kamu tunggu sebentar, Mas ganti baju dulu, ya,'' ucap Richard hendak turun dari atas ranjang.
''Eu, gak usah, Mas. Aku bisa pergi sendiri, ko.''
''Tapi ini sudah malam, sayang. Mas takut kamu kenapa-kenapa di jalan.''
''Nggak usah, Mas. Aku bisa nyetir sendiri ko. Beneran ...''
''Ya sudah kalau memang itu yang kamu mau, tapi ingat, hati-hati di jalan, ya ...''
''Makasih, Mas. Aku ganti baju dulu, ya ...''
Mika pun berjalan ke ruang ganti, dan tidak lama kemudian, dia pun kembali dengan mengenakan dress berwarna hitam, lengkap dengan tas mungil yang menggantung di bahu kirinya, tidak lupa, dia pun mengenakan sepatu kets berwarna hitam, dengan rambut yang di gerai memenuhi punggungnya, membuat penampilan Mika terlihat seperti gadis remaja yang belum menikah sama sekali.
''Wah, istri Mas cantik sekali?'' ucap Richard dengan mata yang berbinar.
Dia pun menatap tubuh ramping sang istri, menatapnya dari ujung rambut hingga ujung kaki, seolah tanpa berkedip tersihir dengan kecantikan alami yang di pancarkan oleh seorang Mikaila.
''Eu, Aku berangkat dulu ya, Mas.''
''Iya, hati-hati di jalan ya, sayang ...''
Mika mengangguk seraya tersenyum, lalu berjalan keluar dari dalam kamar.
🌹 🌹
Mika melajukan mobilnya, melaju kencang di jalan raya memecah kegelapan malam, di temani iringan music lokal yang dia putar di dalam mobil, menemani perjalanannya menuju Bar, dimana anak tirinya itu berada. Tidak membutuhkan waktu lama bagi seorang Mika untuk sampai di Bar tersebut.
Berkat alamat yang di berikan oleh wanita yang tadi menelpon dirinya, dia pun bisa dengan cepat sampai di Bar tanpa mengalami kesulitan. Mika berhenti di pinggir jalan, tepat di depan Bar, dia pun turun dari dalam mobil lalu mulai berjalan mendekati Bar.
Dari kejauhan, matanya pun sudah menangkap sosok Daniel, terkulai tidak sadarkan diri, duduk bersandar tembok Bar dengan kepala yang menunduk dan mata yang terpejam sempurna. Di sampingnya pun nampak Novia yang berdiri dengan wajah yang terlihat kesal.
__ADS_1
''Dasar anak nakal. Sejak kapan dia seperti ini?'' tanya Mika sesaat setelah dia sampai, berdiri di depan Daniel.
''Kamu, Mika?''
''Iya, saya Mika. Bisa bantu saya membawa dia ke dalam mobil?''
''Tentu saja.'' Jawab Novia, menatap gadis cantik di hadapannya, menatap dari ujung kaki sampai ujung rambut.
'Jadi dia wanita yang bernama Mika, gadis yang tadi di sebut terus namanya oleh Daniel,' (Batin Novia)
Keduanya pun memapah tubuh Daniel, membawanya ke arah mobil dan memasukan tubuh pemuda tidak sadarkan diri itu ke dalamnya.
''Terima Kasih ...'' ucap Mika. Dia pun segera berlari ke arah pintu samping dan membuka pintu mobil lalu hendak masuk ke dalamnya.
''Tunggu ...'' Novia memanggil.
Mika menghentikan gerakannya.
''Apa kamu kekasih baru Daniel ...?''
Novia pun tertegun, berdiri mematung dan merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Mana mungkin gadis muda dan cantik itu adalah ibu tirinya? dia tersenyum kecut, merasa dibodohi, matanya pun menatap mobil mewah berwarna mewah tersebut, berjalan perlahan sampai mobil benar-benar melaju kencang di jalanan.
'Dasar bodoh, mana mungkin aku percaya kalau dia adalah ibu tiri Daniel, apa dia pikir aku bodoh?' ( Batin Novia )
🌹 🌹
Mikalia melajukan mobilnya, melaju kencang di jalanan, memecah kegelapan malam, kepalanya nampak sesekali menoleh ke arah belakang, menatap tubuh Daniel yang terkulai tidak sadarkan diri di kursi penumpang.
''Harus aku bawa kemana dia? nggak mungkin kalau aku harus membawa dia pulang, bisa-bisa nanti aku ketahuan oleh Mas Richard kalau aku berbohong,'' Mika bicara pada diri sendiri.
Dia pun menghentikan laju mobilnya di pinggir jalan, mencoba untuk berfikir sejenak.
''Apa aku bangunkan dia saja?'' ucapnya lagi dengan mata yang tidak luput dalam memandangi wajah mantan kekasihnya.
Sebenarnya, ada rasa iba yang terselip di dalam hati kecil seorang Mika, dia sama sekali tidak menyangka bahwa dia akan menjalani takdir pahit seperti ini, berada di antara cinta segitiga, cinta sang suami dan cinta anak tirinya.
__ADS_1
''Daniel ...? Bangun ...'' Dia berusaha memanggil, namun Daniel masih tidak bergeming, yang terdengar hanya suara dengkuran kecil, seolah Daniel sedang tertidur pulas.
''Mika, kamu sungguh kejam, hiks hiks hiks ...''
Terdengar lirih suara Daniel, mengigau di dalam tidurnya, bahkan dengan air mata yang perlahan turun dari kelopak matanya yang terpejam.
''Maafkan aku, aku memang kejam, Daniel.''
Mika pun kembali menatap ke depan, melayangkan tatapan kosong ke arah luar jendela, tidak kuasa menatap wajah pria yang masih di cintainya itu yang terlihat begitu mengenaskan.
'Apa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku bawa dia ke hotel saja? ya Tuhan, aku bingung sekali,' ( Batin Mika )
Dia pun menyandarkan kepalanya di atas stir mobil, menunduk merasakan sebuah Dilema.
Setelah 30 menit, akhirnya dia pun kembali mengangkat kepalanya, dan menyalakan mobil dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan tinggi.
'Baiklah, aku akan membawa dia ke hotel, setelah itu aku akan langsung pulang,' ( Batin Mika)
Akhirnya dia mengambil keputusan, dia akan membawa Daniel ke sebuah hotel, keputusan yang sangat berat sebenarnya, namun, dia tidak ada pilihan lain lagi.
🌹🌹
Ceklek ...
Mika membuka pintu hotel. Memapah dengan susah payah tubuh Daniel, yang masih terpejam seolah tertidur pulas. Dia pun menidurkan Daniel di atas ranjang dengan sedikit kasar, hingga tubuh kekar itu sedikit terbanting.
Dia pun duduk di tepi ranjang, menatap wajah tampan anak tirinya itu, laki-laki yang telah menemani hari-harinya selama 7 tahun lamanya, tidak menyangka bahwa sekarang pria ini, pria yang sempat menjadi tumpuan hidupnya, kebahagiaannya, dan pria yang telah memperlakukan dirinya bak bidadari, kini, dia telah berstatus sebagai anak tirinya.
Sungguh hati kecil Mika merasakan rasa sakit yang teramat dalam sebenarnya, tatkala dia mengingat hari-hari bahagia yang telah di lewati bersama Daniel, namun, apalah daya, mulai saat ini dia akan mencoba melupakan itu semua, dan menerima takdir sebagai istri dari ayah mantan kekasihnya, dan tentu saja, menjadi ibu tiri, dari pria yang bernama Daniel ini.
Tidak ingin terlalu larut dengan masa lalu, dia pun bangkit dan berdiri hendak berjalan keluar, namun, tiba-tiba saja, tangan kekar Daniel meraih pergelangan tangannya, lalu menariknya ke atas ranjang dengan sedikit kasar.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa tinggalkan jejak ya Reader.♥️♥️♥️
__ADS_1