Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Lusiana


__ADS_3

Tut


Pintu lift terbuka, Richard berjalan keluar dari dalam lift di lantai tiga dimana kamar Daniel berada, dia pun segera menghampiri putranya yang terlihat sedang duduk di Bar mini, dengan menggenggam segelas anggur berwana merah.


''Ada apa Daddy kemari? tumben sekali jam segini sudah ada di rumah?'' tanya Daniel sedikit gugup.


''Apa kamu lihat ibu tiri'mu? Daniel ...'' tanya Richard, berjalan mendekat.


''Mommy ...? Eu ...! Nggak tuh, dari tadi aku di sini gak ngeliat dia, memangnya dia kemana?''


''Katanya sih ada di rumah, tapi Daddy cari-cari gak ada, beneran dia gak ada di sini?''


''Gak ada, Dad. Buat apa aku sembunyiin dia, gak ada kerjaan banget si.''


''Ya sudah, Daddy mau cari dia lagi, sebenarnya dia dimana si?'' Richard pun berbalik dan hendak melangkah.


Namun, langkah kakinya terhenti seketika, saat dia melihat ada dua gelas di atas meja.


''Ini, gelas bekas siapa?'' tanya Richard, menunjuk gelas kosong yang tadi di pakai oleh Mika.


''Ini ...? Ya bekas aku lah, masa bekas hantu, tadi aku minum air putih.''


Richard menganggukkan kepalanya, dia pun kembali berbalik untuk meneruskan langkahnya, namun, sebelumnya dia menatap ke sekeliling ruangan tersebut terlebih dahulu, karena sebenarnya, hati kecilnya mengatakan bahwa, sepertinya istrinya itu ada di sana sekarang.


Setelah merasa puas menatap ruangan tersebut dan merasa yakin bahwa, istrinya tidak ada di sana, dia pun berjalan menuju Lift lalu kembali masuk kedalamnya.


Tut


Pintu Lift pun tertutup lalu mulai berjalan turun.


Tidak lama kemudian Mika pun keluar dari persembunyiannya, ternyata dia sembunyi di bawah meja Bar, tepat di bawah kaki Daniel, berjongkok di bawah sana dengan perasaan yang berdebar sebenarnya, perlahan dia mulai berdiri, dengan mata yang terlihat menatap ke sekeliling, memastikan keadaan sudah dalam keadaan aman.


Mika terlihat menarik napas panjang, lalu menghembuskan'nya secara perlahan, seraya mengelus dadanya tanda bahwa jantungnya sedang dalam keadaan berdebar, tanpa dia sadari bahwa, dirinya berdiri sangat dekat dengan tubuh Daniel, bahkan tanpa jarak sedikitpun.


Mata Daniel nampak menatap wajah Mika dengan sedikit tersenyum, memperhatikan tiap lekuk bentuk wajah cantiknya, sampai akhirnya, Mikaila pun tersadar, saat dia menyudahi pandangan matanya dalam menatap ke sekeliling, dan kini, wajah mereka saling berhadapan, menatap satu sama lain.


Ada rasa gugup yang kini terselip di dalam hati seorang Mika, jantungnya berdetak sangat kencang, tatkala, mata seorang Daniel menatap tajam wajahnya layaknya busur panah yang siap untuk di tembakkan.


Sampai akhirnya, dia pun mencoba untuk mundur satu langkah agar tercipta sedikit jarak di antara keduanya, namun, baru saja Mika hendak melakukan hal tersebut, lengan Daniel tiba-tiba saja meraih pinggang ibu tirinya tersebut, sehingga, bukannya semakin menjauh, tubuh mereka malah semakin menempel hingga jarak yang tadi ingin di ciptakan oleh Mika pun gagal.

__ADS_1


Keduanya semakin lekat dalam memandang wajah masing-masing, sepertinya mereka telah gagal menahan hasrat yang sedari tadi mereka tahan, sampai akhirnya Daniel pun semakin mendekatkan wajah tampannya dan hendak mencium Mika.


Namun ...


Tut ...


Terdengar suara Lift berhenti, keduanya pun terkejut bukan kepalang, Daniel segera melepaskan cengkraman tangannya, sementara Mika kembali berjongkok dengan perasaan yang berdebar, dan jantung yang hampir saja melompat dari tempatnya berada sekarang.


''Lusi ...?'' sapa Daniel, membulatkan bola matanya. Dia menarik napas panjang lalu menghembuskan nya secara perlahan, bernapas lega, karena dia mengira bahwa, yang datang adalah ayahnya.


''Hai, Daniel. Apa kabar?'' Lusiana berjalan mendekat seraya tersenyum.


''Kapan kamu pulang dari Belanda? kenapa gak bilang sama aku? aku pasti bakalan jemput kamu di bandara kalau kamu bilang mau pulang?'' jawab Daniel berjalan menghampiri lalu memeluk wanita yang bernama Lusiana, yang merupakan sepupu dekatnya.


Mika yang sedang berjongkok pun, mencoba kembali berdiri, dan menatap kedua saudara jauh sedang saling berpelukan meluapkan kerinduan masing-masing, dengan wajah yang terlihat bahagia dan senyum yang mengembang dari bibir keduanya.


Lusi yang kemudian menyadari bahwa mereka tidak hanya berdua di sana, segera melepaskan pelukan dan menatap wajah Mikaila, dan tentu saja, dia mengenali wajah cantik itu, yang merupakan kekasih dari sepupunya tersebut.


''Mika ...? kamu di sini juga?'' tanya Lusi, menunjukkan jari telunjuknya.


Mika yang sedikit salah tingkah, segera berjalan menghampiri, dengan wajah yang terlihat sedikit cengengesan.


''Nggak ...! Siapa yang sudah menikah? aku masih bujangan tau.''


''Lalu ...?''


Lusi menatap ke arah Mika, yang berpenampilan santai tidak seperti seseorang yang sedang bertamu di rumah pacar, tentu saja Lusi berpikir bahwa Mika adalah istri Daniel, karena Mika sendiri hanya mengenakan kaos santai di tambah dengan celana pendek di atas lutut, membuatnya terlihat seperti penghuni rumah itu sendiri.


''Dia memang sudah menikah, tapi bukan sama aku?''


''What ...?'' Lusi semakin terkejut, lalu terdiam mencoba untuk berfikir, setelah itu dia pun kembali berbicaralah.


''Gak mungkin kan, kalau dia itu wanita yang baru dinikahi oleh Om Richard?''


Daniel menganggukkan kepalanya, dengan sedikit tersenyum.


Lusi pun terkejut seketika, menutup mulut dengan kedua tangannya, dia sama sekali tidak menyangka kalau pacar dari sepupunya, kini telah menjadi ibu tiri dari sepupunya tersebut.


''Kamu serius, Daniel?''

__ADS_1


Daniel kembali menganggukkan kepalanya.


''Sudah, gak penting membahas itu, sekarang bantu aku keluar dari sini tanpa di ketahui oleh suamiku,'' Mika berjalan mendekati Lusiana.


''Apa kalian pasangan selingkuh sekarang?''


''Ngaco kamu, emangnya aku cewe apaan, selingkuh sama anak tirinya sendiri?'' Mika sedikit mengerucutkan bibirnya.


''Nanti aku akan ceritakan semuanya sama kamu, sekarang bantu aku dulu, buat bawa dia keluar dari sini, tanpa di ketahui oleh Daddy, oke ...?''


''Baiklah, aku akan bantu kalian berdua, tapi janji, kamu harus cerita secara mendetail tentang apa yang sebenarnya terjadi? kenapa wanita yang sudah menjadi pacar kamu selama tujuh tahun ini, tiba-tiba saja menjadi ibu tiri kamu, bukannya istri kamu, Daniel ...?''


''Iya-iya, nanti aku ceritain ...!''


Ketiganya pun berdiskusi sekarang, menyusun rencana yang tepat agar Mika bisa keluar dari sana tanpa di ketahui oleh Richard.


Setelah rencana tersusun dengan begitu rapih dan mereka yakin akan berhasil, ketiganya pun mulai menjalankan rencana tersebut.


🌹🌹


Richard keluar dari dalam lift masuk ke ruangan pribadinya di lantai empat, dan dia pun menatap istrinya yang kini telah berada di sana dengan perasaan heran, karena waktu tadi dia mencari istrinya ke sana, Mika sama sekali tidak ada ruangan tersebut.


Dengan perasaan gugup, Mika pun menghampiri sang suami lalu langsung memeluknya, untuk menutupi rasa gugup sebenarnya.


''Kamu dari mana saja, Mas. Aku mencari kamu lho,'' ucap Mika, melingkarkan lengannya di pinggang sang suami, dan membenamkan kepalanya di dada Richard.


Richard yang semula akan melayangkan banyak pertanyaan, kini mengurungkan niatnya, tubuh sang istri yang kini menempel sempurna di raganya, membuat gairah seorang Richard sedikit terpancing, apalagi saat gunungan kembar istrinya tersebut kini menempel sempurna, terasa kenyal dan juga hangat menyentuh permukaan perutnya.


Dia pun membalas pelukan sang istri dengan perasaan yang berdebar sebenarnya, mendekapnya dengan begitu erat.


''Mas yang mencari kamu kemana-mana,'' Richard membenamkan kepalanya di leher Mikaila, seraya sedikit mengecupnya pelan.


Mika pun memejamkan mata, kecupan sang suami membuat bulu kuduknya merinding.


Richard melepaskan pelukannya, masih dengan posisi yang sangat dekat, dia menatap wajah cantik sang istri, lalu mengusap pipinya lembut, perlahan mendekati wajahnya dan hendak mencium bibir ranum sang istri yang begitu merah merona, terlihat begitu menggoda.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2