Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Wanita Panggilan


__ADS_3

Richard memeluk tubuh wanita muda bernama Dona, wanita penghibur yang memang sudah sering menemani dirinya, saat Richard sedang membutuhkan kehangatan, wanita berwajah cantik dan berpakaian seksi dengan belahan dada yang di biarkan terbuka, dia bahkan membiarkan begitu saja, saat tangan pria tua itu mulai berjalan-jalan menjamah setiap jengkal raganya.


Sejujurnya, saat ini Richard sedang merasakan kekecewaan yang teramat dalam, penolakan sang istri sungguh membuat hatinya merasa sakit, dan tentu saja melukai harga dirinya sebagai seorang laki-laki, namun, dia mencoba menyembunyikan semua itu, karena rasa cintanya yang luar biasa terhadap wanita yang bernama Mikaila.


Menurutnya, dirinya tidak merasa berselingkuh sama sekali, karena dia memang tidak memiliki ikatan apapun dengan wanita penghibur itu, dia hanya berperan sebagai pelanggan yang sedang membeli barang dagangan, dan membayarnya dengan imbalan yang sangat besar.


Cinta dan perasaannya hanya untuk istrinya, namun, dia belum bisa menghentikan kebiasaan buruknya yang selalu menggunakan jasa wanita penghibur untuk memuaskan kebutuhan biologisnya, andai saja istrinya tersebut dapat melayaninya dan tidak memberikan penolakan di malam pertamanya, mungkin saja dia akan menghentikan kebiasaan buruknya itu dan mendapatkan apa yang dia inginkan dari sang istri.


Richard mulai menjalankan aksinya, namun, sebelumnya dia mengunci pintu terlebih dahulu, dan berpesan kepada sekertaris nya agar tidak ada seorang pun yang menggangu kesenangannya saat ini.


Keduanya pun bergulat si atas kursi empuk berwarna hitam, saling berburu kenik**** yang perlahan mulai keduanya rasakan, sampai akhirnya puncak ken***** itu pun mereka dapatkan secara bersamaan, di iringi suara ke lenguhan panjang merasakan kepuasan dalam mencapai puncak ken****. Kedua insan itu pun kini terkulai lemas di atas kursi, dengan napas yang tersengal-sengal, dan pakaian yang acak-acakan.


Dona berdiri dan kembali merapikan pakaian yang dia kenakan, setelah itu, dia nampak bercermin dan memoles wajah cantiknya dengan make up, memperbaiki riasan wajahnya.


Richard terlihat merapikan pakaiannya, memperbaiki kancing kemeja berwarna putih yang dia pakai, dia pun menarik resleting celana, lalu kembali duduk dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


''Kamu memang pandai dalam memuaskan aku, Dona,'' ucap Richard dengan napas yang masih terengah-engah.


''Tentu saja, Om. Tidak ada wanita yang sehebat dan sepintar aku dalam bergoyang dan memuaskan hasrat'mu, Om. O iya, Om bisa menghubungi aku kapan pun dan jam berapa pun Om mau, aku akan siap dan datang dengan cepat, Oke ...'' jawab Dona tersenyum lebar, lalu duduk di samping Richard.


''Tidak-tidak, ini terakhir kalinya aku menghubungi kamu, Dona. Ambil ini, anggap saja ini hadiah terakhir dari Om,'' ucap Richard seraya menyerahkan selembar cek.


''Lho, kenapa? tadi katanya om puas dengan pelayanan yang aku berikan? ko, sekarang tiba-tiba bilang kaya gitu?'' tanya Dona merasa kecewa.


''Kamu jangan salah paham, aku memujimu bukan berarti aku menyukaimu, aku hanya menyukai kemolekan tubuh serta pelayanan kamu dalam memuaskan aku, tidak lebih. Dan sekarang, aku sudah memiliki seorang istri, yang lebih muda, lebih cantik dan tentunya lebih segar dari kamu, dan aku ingin mencoba setia dengan dia, aku tidak mau di cap sebagai suami yang suka bermain wanita,'' jawab Richard penuh percaya diri.


Wajah Dona merengut, merasa kesal, karena setelah dia memberikan pelayanan yang memuaskan, pria ini membuang dirinya begitu saja, sungguh pria tua tidak tahu diri. Batin Dona.


''Tapi, Om ...?'' rengek Dona, dengan nada manja.


''Sudah cukup, kamu jangan ngelunjak ya, kamu itu hanya wanita panggilan, dan aku membayar kamu dengan bayaran yang cukup besar, hubungan kita hanya sebatas itu, Dona.''

__ADS_1


''Baiklah, jika memang itu yang om inginkan. Aku terima cek ini, tapi jika suatu saat nanti Om membutuhkan aku lagi, aku akan selalu siap datang, kapan pun.''


''Baiklah, sekarang kamu boleh pergi.''


''Baik, Om. Aku pergi dulu,'' Dona pun berdiri. Dia mulai berjalan keluar dari dalam ruangan dengan perasaan kesal, merasa di buang seperti sampah oleh laki-laki yang selama ini dia layani.


Ceklek


Dona membuka pintu, lalu hendak melangkah keluar, namun langkahnya terhenti saat dia melihat pria tampan, yang saat ini berdiri tepat di depan pintu, Dona pun sedikit tersenyum lalu berjalan melintasi Daniel.


Sementara Daniel, dia menatap wanita yang baru saja melintas di hadapannya, menatap dengan tatapan tajam, memandang dari ujung rambut hingga ujung kaki, dia pun sudah dapat menebak bahwa, wanita ini pasti wanita panggilan, dia pun menggelengkan kepalanya, merasa tidak habis pikir dengan kelakuan ayahnya tersebut, sudah memiliki istri, tapi masih saja bermain wanita, dasar buaya. Batin Daniel. Dan apa yang baru saja di lihatnya itu, membuat hatinya semakin yakin, bahwa dia akan segera merebut kembali wanita yang kini telah menjadi istri ayahnya.


Kemudian, dia pun melangkah masuk kedalam ruangan.


''Dia siapa, Dad? Apa Daddy masih suka memanggil wanita murahan itu?'' tanya Daniel sedikit menaikan ujung bibirnya.


''Jangan ikut campur dengan urusan Daddy, ya.''


''Iya-iya, Dad. Terserah Daddy aja, aku gak peduli dengan apa yang Daddy lakukan, aku cuma kasian aja sama si Mika," jawab Daniel seraya duduk di kursi, dengan kaki yang disilangkan.


"Eu, sorry, Dad. Maksud aku, Mommy, Mommy Mika, iya, itu maksudnya."Daniel sedikit cengengesan, merasa keceplosan.


''Ada perlu apa kamu kemari? tumben sekali kamu datang ke kantor Daddy.''


''Aku mau minta sesuatu sama Daddy.''


''Apa, katakan saja?''


''Begini, Dad. Aku mau minta modal buat bikin usaha, terserah Daddy mau ngasih berapa, yang penting Daddy ikhlas.''


''Usaha apa ...?''

__ADS_1


''Rencananya aku mau buka cafe, cafe modern buat nongkrong anak muda, lumayan kan, kalau usaha aku sudah berkembang dan membuahkan hasil, aku gak perlu minta jatah bulanan lagi sama Daddy.''


Richard menganggukkan kepalanya, tanda mengerti.


''Berapa yang kamu butuhkan? 2 Miliar cukup ...?''


''Cukup, Dad. Lebih dari cukup malah,'' Daniel tersenyum senang.


''Baiklah, Daddy transfer ke rekening kamu sekarang juga.''


''Oke, Dad ...!''


Richard, meraih ponsel dan segera mentransfer uang sejumlah 2 Miliar, dan tidak lama kemudian notifikasi pun masuk ke ponsel Daniel, tanda transfer sudah berhasil.


"Makasih, Dad. Aku janji kalau usaha aku sudah berhasil, aku akan mengembalikan modal ini kepada Daddy, lagi."


"Apa maksud kamu? Daddy ikhlas memberikan uang ini untuk kamu, karena kamu putra Daddy satu-satunya, dan kamu juga tahu kalau dari dulu, Daddy selalu memberikan apapun yang kamu inginkan, kenapa sekarang mendadak ingin mengembalikan apa yang sudah Daddy berikan?"


"Nggak ko, Dad. Aku cuma bercanda," Daniel pun bangkit lalu berpamitan.


"Aku pulang sekarang, Dad,'' ucap Daniel hendak melangkah.


''Tunggu, Daniel.''


Richard memanggil, membuat Daniel menghentikan langkah kakinya.


''Kenapa lagi, Dad?''


Richard bangkit lalu berdiri tepat di depan sang putra, menatap tajam wajah putranya tersebut.


''Apa sebelumnya kamu sudah mengenal Mika, istri Daddy ...?''

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers♥️♥️♥️


__ADS_2