Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Suami Posesif


__ADS_3

''Tunggu, bau apa ini ...?'' tanya Mika, mendengus'kan hidungnya, mencari sumber bau.


Daniel pun melakukan hal yang sama, dia menatap sekeliling, dan mendengus'kan hidungnya dengan kening yang dikerutkan, lalu mereka pun saling menatap satu sama lain.


''NASI GORENG ...!'' teriak keduanya secara bersamaan, lalu segera berlari ke arah dapur dengan tergesa-gesa.


Benar saja, nasi goreng yang tadi sudah hampir matang sebenarnya, kini gosong tak bersisa dengan asap yang mengepul dari atas wajan dimana nasi goreng itu berada.


Mika segera mematikan kompor dengan tangan yang menutupi hidung, sementara Daniel, dia menyiramkan air tepat di atas wajan yang terlihat mengeluarkan asap hitam.


Byur ... (Suara air yang di siramkan)


''Akh ...'' teriak Mika yang sedang berada tepat di depan kompor.


Sebagian air yang siramkan oleh Daniel pun mengenai tubuhnya, begitupun dengan nasi yang berada di dalam wajan tersebut.


Keduanya pun mematung sejenak, kemudian ...


''Ha ... ha ... ha ...'' Keduanya tertawa bersamaan.


Pagi yang awalnya indah dengan sejuta kemesraan, kini berubah menyedihkan dengan tubuh Mika yang terlihat kotor, bukan hanya tubuhnya saja yang kotor, dapur yang semula bersih dan rapih pun, kini kembali berantakan dengan asap yang masih memenuhi ruangan.


''Gara-gara kamu, ya. Nasi gorengnya jadi gosong, 'kan ...'' teriak Mika menghentikan suara tawanya.


''Ko gara-gara aku, si? gara-gara si Arman tuh, pagi-pagi udah bertamu ke rumah orang,'' jawab Daniel tidak mau di salahkan.


''Hmm ... tubuh aku jadi kotor 'kan?'' Mika berjalan menjauh dari arah kompor, diikuti oleh Daniel dibelakangnya.


''Langsung mandi aja, dapurnya biar aku yang beresin nanti.''


''Iya, nanti aku bantuin, ko. Kita mandi aja dulu,'' jawab Mika melangkah masuk ke dalam kamar mandi, dan diikuti oleh Daniel yang juga masuk kedalamnya.


''Kamu mau apa?''


''Katanya kita mandi dulu.''


''Maksudnya aku, bukan kita ...''


''Udah, kita sama-sama kotor, kita mandi bareng aja sekalian, biar lebih menghemat waktu,'' jawab Daniel tanpa basa-basi langsung menutup pintu kamar mandi.


''Kamu ... Jangan nackal, ya ...''


Teriak Mika dari dalam sana, diiringi suara tawa yang keluar dari bibir keduanya, setelah itu suara air yang disiramkan pun terdengar.

__ADS_1


Setelah selesai mandi bersama dan berganti pakaian, kini mereka pun bersiap untuk membersihkan dapur yang berantakan, genangan air, dan nasi gosong berserakan di mana-mana, belum lagi tembok dapur yang terlihat sudah menghitam.


Sebelum mulai membersihkan, keduanya pun nampak merentangkan kedua tangan dan memutar badan, lalu mulai bersiap dengan alat kebersihan yang mereka pegang di tangan masih-masing.


''Udah, sayang. Biar aku aja yang bersihin,'' ucap Daniel.


''Kita bersihkan sama-sama aja, biar cepat selesai,'' jawab Mika mulai membersihkan.


Satu jam kemudian, dapur yang semula kotor pun kini telah bersih, hanya tembok dan langit-langit dapur yang masih sedikit menghitam, namun, noda hitam yang semula mengotori dapur kini berpindah ke pakaian yang mereka kenakan.


Kaos biru yang di kenakan Daniel pun penuh dengan noda hitam, begitupun dengan daster rumahan yang kenakan oleh Mika, kini penuh dengan buliran nasi gosong.


Keduanya kini duduk di lantai merasa kelelahan, mereka pun nampak menatap tubuh masing-masing lalu tertawa bersama.


''Seharusnya kita bersihin dapur dulu, baru mandi ...'' ucap Daniel.


''Iya, kamu sih, wajannya pake di siram air segala.''


''Aku takut apinya naik tadi, makannya langsung aku siram, kalau sampai kebakaran gimana?''


''Kayaknya kita harus mandi lagi, deh,'' ucap Mika, sedikit mengerucutkan bibirnya.


Tiba-tiba saja Daniel bangkit dan meraih tubuh Mika lalu menggendongnya, membuat Mika terkejut lalu mengerutkan keningnya.


''Kamu mau apa?''


Tanpa basa-basi Daniel langsung membawa tubuh sang istri yang saat ini berada di dalam gendongannya masuk ke dalam kamar mandi, dan pintu pun ditutup dengan sedikit bertenaga.


''Jangan macam-macam ya ...?'' teriak Mika dari dalam sana.


''Ha ... ha ... ha ...!'' Daniel terdengar tertawa renyah dari dalam sana.


Selanjutnya ...


Akh ... jadi baper sendiri ceritain kisah mereka, kalian bayangin sendiri apa yang terjadi selanjutnya di dalam sana๐Ÿคญ


๐ŸŒน๐ŸŒน


Satu jam kemudian, Daniel sudah berganti pakaian, dia terlihat tampan mengenakan kaos oblong berwarna hitam dengan celana jens abu panjang, rambutnya pun terlihat masih basah, di tata dengan begitu rapi, membuat penampilannya benar-benar sempurna.


Sementara itu, Mika masih berada di dalam kamar, dirinya masih berkutat di depan cermin, memoles wajah cantiknya dengan make-up tipis dengan lipstik berwarna pink muda yang menyempurnakan dandannya. Setelah selesai, dia pun berjalan keluar dari dalam kamar.


Ceklek ...

__ADS_1


Mika membuka pintu dan berjalan menghampiri sang suami yang terlihat sedang berbaring di atas kursi ruang tamu. Melihat sang istri keluar dari dalam kamar, Daniel pun bangkit lalu duduk di kursi menatap wajah Mika yang terlihat begitu cantik berbalut dress pendek berwarna marun.


''Lapar ...'' rengek Mika, duduk di kursi.


''Sama aku juga, kita makan apa ya?''


''Aku belum belanja bulanan, jadi kulkas masih kosong gak ada makanan apapun,'' jawab Mika, menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


''Hmm ... gimana kalau kita, makan si cafe milikku, lagian kamu belum pernah ke sana juga 'kan?'' ajak Daniel.


''Boleh ... Tapi-''


''Gak ada nyanyi-nyanyi segala, Oke ...?'' Daniel menyela, seolah tahu apa yang ada di kepala istrinya tersebut.


Mika pun terdiam sedikit cemberut.


''Sekali nggak tetap enggak, ya.'' Daniel mempertegas ucapannya.


''Iya ... Iya ... dasar posesif.''


''Satu lagi, baju yang kamu pakai terlalu seksi, ganti pake baju yang lebih tertutup,'' pinta Daniel, menatap pakaian yang dikenakan Mika.


''Ganti ...?'' tanya Mika.


''Tentu saja, aku gak mau bagian dalam tubuh kamu di lihat sama pria lain.''


''Hmm ... dasar posesif.''


Daniel terkekeh, melihat wajah sang istri yang terlihat kesal.


20 menit kemudian, Mika keluar dari dalam kamar, dengan pakaian yang lebih tertutup, dia mengenakan kemeja berwarna hitam panjang, dengan celana jeans ketat menjadi pasangannya, sabuk berwarna emas pun terlihat melingkar di pinggang rampingnya.


''Gimana ...?'' tanya Mika, merentangkan kedua tangannya lalu berputar di depan Daniel.


''Hmm ... Begini baru oke, pokoknya, aku gak mau kamu keluar rumah memakai pakaian seksi, tubuh kamu yang indah ini hanya boleh dilihat sama aku, oke ...?'' ucap Daniel, berdiri lalu memeluk tubuh sang istri.


''Iya ... iya ... suami posesif kesayangannya aku ...'' jawab Mika, balas memeluk.


''Kita berangkat sekarang ya, perutku udah lapar banget nih.''


''Bentar, aku ambil tas aku dulu,'' Mika melepaskan pelukan lalu berjalan ke arah kamar, tidak lama kemudian dia pun kembali lagi dengan tas kecil yang melingkar di bahu kirinya.


Keduanya pun berjalan keluar dari dalam rumah dengan bergandengan tangan dan senyuman yang mengembang dari kedua sisi bibir masing-masing merasakan kebahagiaan, perdebatan kecil yang tadi sempat mewarnai rumah tangga mereka, sama sekali tidak mempengaruhi kebahagiaan yang saat ini sedang mereka rasakan.

__ADS_1


Sikap posesif berlebihan yang ditunjukkan oleh Daniel pun tidak membuat Mika merasa risih sedikitpun, dia justru senang, karena suaminya tersebut begitu perhatian.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2