Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Menikahlah Denganku


__ADS_3

''Kamu gak bohong 'kan?'' tanya Mika merasa tidak percaya.


''Mana mungkin aku berani membohongimu, dulu aku tidak mengatakan hal ini karena aku gak peduli, toh meskipun waktu itu kamu tahu semua ini, kamu tetap istri dari Daddy, gak akan merubah apapun, tapi berbeda dengan sekarang, kamu harus tahu, agar kamu tidak merasa bersalah saat aku meminta kamu menjadi istriku.''


''Tapi tetap saja, ini seperti sebuah kejutan yang tak terduga, karena kalian tidak terlihat seperti ayah dan anak tiri, dan sepertinya Mas Richard sangat menyayangi kamu layaknya anak kandung,'' ucap Mika mengerutkan keningnya.


''Itu karena dia tidak ingin aku mengambil semua harta peninggalan Mommy, dia sengaja memenuhi setiap kebutuhanku, memberikan berapapun uang yang aku minta, dan bahkan mengabulkan semua permintaanku, agar aku tidak tertarik untuk bekerja di perusahaan,'' jelas Daniel.


''Aku gak nyangka ternyata Mas Richard sejahat itu, wajahnya terlihat seperti ayah yang baik, tapi ternyata-'' Mika tidak meneruskan ucapannya.


''Jangan panggil dia Mas, lagi. Dia gak pantas di panggil seperti itu. Panggil saja dia 'pria tua bangka tak tahu diri','' ucap Daniel kesal.


''Hus, jangan seperti itu, karena walau bagaimanapun dia tetaplah ayah tiri kamu, orang yang telah membesarkan-mu meski kamu bukan anak kandungnya.'' jawab Mika sedikit terkekeh.


''Nggak, kau benci sama dia, apalagi setelah aku tahu, dia mengusir-mu dengan cara yang kasar, lagipula aku sudah memutuskan hubungan dengan dia,'' jawab Daniel dengan wajah menahan rasa kesal.


''Darimana kamu tahu aku di usir dengan kasar dari rumah itu?''


''Tentu saja aku tahu ...''


Mika terdiam sejenak, dia memandang wajah Daniel dengan begitu lekat kini, tatapan sendunya membuat hati Daniel terenyuh, dan segera memeluk tubuh ramping itu.


''Sekali lagi aku minta maaf. Maaf karena telah pergi begitu saja dulu, maaf juga karena kamu menderita seperti ini gara-gara perbuatan ayahku, jadi, izinkan aku untuk menebus semua penderitaan yang pernah kamu alami,'' lirih Daniel, mendekap tubuh itu dengan begitu erat.


''Kamu tidak salah apapun, aku yang salah karena telah meninggalkanmu demi menikah dengan ayahmu,'' lirih Mika memejamkan mata.


''Jadi, maukah kamu menikah denganku, Mika ...?'' tanya Daniel, melepaskan pelukannya.


Mika hanya terdiam.


''Mika ... Kenapa kamu diam saja?''


''Berikan aku waktu untuk berfikir, mendengar kata pernikahan membuat aku sedikit trauma, lagipula, kita baru bertemu beberapa jam, apa kamu yakin tidak akan menyesal nantinya? mengingat aku adalah mantan istri dari ayahmu sendiri, dan aku sempat tidur dengan dia ...'' jawab Mika kembali menunduk.


''Nggak, aku gak akan menyesal, aku melakukan ini karena aku tidak mau kehilangan kamu lagi, dan aku juga gak peduli, meskipun kamu adalah mantan istri dari Daddy, ataupun telah tidur dengannya, karena yang aku butuhkan adalah hatimu, Mika,'' ucap Daniel, meletakkan kedua tangannya di pipi wanita yang dicintainya itu, seraya menatap dengan tatapan sayu.


Keduanya pun saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


''I Love You, Mika ..." Lirih Daniel.


"I Love You to And I Miss You, Daniel ..."


Satu kecupan pun mendarat di bibir masing-masing, setelah itu mereka kembali saling berpelukan, Mika mendekap erat tubuh kekar seorang Daniel, mendekapnya seolah tidak ingin di tinggalkan.


🌹🌹


Keesokan harinya.


''Apa kamu tahu dimana si Daniel berada saat ini?'' tanya Richard, dia duduk di ruang kerjanya, bertanya kepada orang kepercayaannya.


''Sudah, Bos. Sepertinya dia sudah bertemu dengan mantan istri bos, Nyonya Mika,'' jawab Ridwan, pria yang telah bekerja dengan Richard selama lebih dari lima tahun.


''Aku sudah menduganya, orang yang pertama kali dicari oleh si Daniel adalah wanita itu, kenapa dia masih saja mengejar wanita itu? setelah apa yang dia lakukan, mengkhianati dan bahkan meninggalkan dia demi menikah dengan aku, sungguh bodoh ...'' jawab Richard kesal.


Ridwan hanya terdiam.


''Tetap awasi dia, aku tidak mau kalau dia sampai menikah dengan mantan istriku itu, kalau bisa, aku akan mengirim dia kembali ke luar negeri.''


''Baik, Bos. Saya akan mengawasi dia. Tapi sepertinya, tadi malam dia menginap di rumah Nyonya Mika.''


Ridwan mengangguk.


''Kurang ajar, baru bertemu sudah menginap segala, harus aku apakan anak itu, apa aku harus menyingkirkan dia ...?''


Richard merasa begitu kesal, ada rasa panas yang kini seperti membakar hati bahkan membuat dadanya terasa sesak. Apakah dia cemburu? Akh ... Rasanya tidak mungkin, sudah dua tahun sejak mereka bercerai, mana mungkin tiba-tiba saja dia cemburu. Batin Richard dilema.


Dia pun mengusap wajahnya dengan sedikit kasar, lalu meraih ponsel dan menelpon seseorang.


Tut


Tut


Tut


Suara telpon yang belum diangkat.

__ADS_1


📞 ''Halo, Dona. Datang ke kantor Om sekarang juga ...''


Hanya itu yang dia ucapkan, setelah itu diapun kembali menutup telpon dan menyandarkan punggungnya di kursi, kembali membayangkan sosok mantan istrinya, membayangkan saat dirinya bercumbu dan bercinta dengan mantan istrinya tersebut, membuat Richard tidak rela jika anak tirinya memiliki apalagi sampai menikahi Mika.


'Daniel ... Daddy tidak akan membiarkan kamu menikahi dia, Daddy melepaskan dia bukan untuk Daddy berikan kepadamu.' ( Batin Richard )


30 menit kemudian, Dona pun datang, berpakaian seksi seperti biasanya, dia tahu betul, bahwa dia di panggil ke sana untuk melayani dan memuaskan nafsu pria tua bernama Richard itu, dan dia tidak merasa keberatan melakukan hal itu karena selalu di bayar dengan imbalan yang lumayan besar.


''Ridwan, kamu boleh keluar sekarang, jangan lupa pintunya di tutup lagi,'' pinta Richard, yang langsung dijawab anggukan oleh pria bernama Ridwan tersebut.


🌹🌹


Daniel mulai membuka mata, mengedipkan'nya secara perlahan dan menatap sekeliling, dia pun tersadar bahwa semalam dia tidur di kursi ruang tamu kediaman Mikaila. Dia pun mencoba untuk bangkit, mengusap kedua matanya lalu merentangkan tangan seraya menguap.


Matanya pun menatap sekeliling, mencari sosok Mika. Dia pun bangkit dan berdiri, lalu berjalan keluar dari dalam rumah, Daniel menatap halaman rumah yang tidak begitu luas itu, terlihat begitu asri dengan beberapa tanaman bunga mawar yang kini sedang bermekaran, bahkan mengeluarkan harum yang begitu wangi, membuat hati Daniel merasa tenang.


Tidak lama kemudian dia melihat Mika, berjalan menuju halaman, mengenakan baju sederhana namun terlihat begitu cantik dimatanya.


''Kamu sudah bangun ...?'' tanya Mika berjalan mendekat.


''Kamu darimana?''


''Aku membeli sarapan untuk kita, kamu pasti lapar, 'kan?'' jawab Mika berdiri tepat di depan Daniel.


''O iya, aku lupa, seluruh pakaian aku masih berada di hotel, aku harus mengambilnya dan membawanya ke sini.''


''Emangnya kamu gak pulang?'' tanya Mika berjalan masuk ke dalam rumah.


''Pulang ...? Nggak, aku gak akan pulang lagi, aku ingin tinggal di sini bersamamu?'' Daniel mengikuti Mika masuk kedalam rumah.


''Kumpul kebo maksudnya?''


Daniel hanya terdiam.


''Makannya, aku ingin kita segera menikah, agar aku bisa tinggal bersamamu di sini, dan gak ada istilah kumpul kebo lagi jika kita sudah menikah ...''


''Siapa bilang kamu boleh menikah dengan dia, Daniel ...?'' tiba-tiba terdengar suara Richard, berdiri di depan pintu, menatap wajah Daniel dan Mika secara bergantian.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Reader, terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2