
Daniel berjalan memasuki rumah dengan perasaan kesal, dan tentunya dengan rasa geram yang seolah memenuhi seluruh jiwa, dia bahkan mengepalkan kedua tangannya, menatap dengan tatapan tajam wajah ayah tirinya yang saat ini sudah menunggu kedatangan dirinya, dia berdiri di ruang tamu dengan tersenyum sinis, senyum yang terlihat begitu menyebalkan di mata Daniel.
''Selamat datang putra kesayangan Daddy, akhirnya kamu pulang juga, Daddy senang sekali,'' sapa Richard merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.
''Siapa bilang aku datang kemari untuk pulang? aku ke sini ingin menanyakan sesuatu sama Daddy, apa maksud Daddy membekukan semua kartu kredit dan kartu ATM aku? bahkan Black Card aku pun gak bisa lagi digunakan, hah ...?'' tanya Daniel berdiri tepat di depan sang ayah.
''Oh masalah itu, gampang, Daddy bisa mengembalikannya sekarang juga, Daddy tinggal telpon sekertaris Daddy di kantor, dan semua kartu itu akan aktif kembali sekarang juga, kamu mau ...? tapi tentu saja itu gak gratis,'' ucap Richard duduk di kursi dengan bersilang kaki.
''Apa maksud Daddy? bukankah itu semua milikku? bahkan rumah ini dan semua isinya pun kepunyaan aku, peninggalan mendiang Mommy, apa Daddy lupa ...?''
''Tentu aja Daddy tidak lupa, Daddy masih mengingatnya dengan jelas karena Daddy belum terlalu tua, untuk terserang penyakit Demensia ...''
''Lalu, kenapa Daddy melakukan itu semua, kenapa, Dad?'' teriak Daniel. merasa kesal.
''Andai saja kamu tidak mengkhianati Daddy, mungkin Daddy tidak perlu melakukan hal ini, dan kita masih tetap bisa akur layaknya anak dan ayah kandung, tapi sayangnya, Daddy sudah sangat kecewa sama kamu, Daniel. KAMU TELAH MENGKHIANATI DADDY. Daddy adalah orang yang telah membesarkan kamu dengan penuh kasih sayang, Daniel.''
Daniel hanya terdiam.
''Kamu tahu, bagaimana perasaan Daddy saat tahu kamu menghabiskan malam yang seharusnya menjadi malam pertama Daddy dengan Mika?'' Richard dengan tatapan tajam.
''Lalu, jika Daddy sudah tahu semua itu, kenapa Daddy tidak meninggalkan dia, dan mengikhlaskan dia bersama aku?''
__ADS_1
''Apa ... mengikhlaskan? ha ... ha ... ha ... enak aja mengikhlaskan, kamu sudah enak-enak tidur dengan dia, sementara Daddy yang menjadi suaminya tidak boleh mencicipi tubuh istri Daddy sendiri, begitu ...?'' ucap Richard penuh penekanan.
Daniel mengepalkan kedua tangannya, mendengar semua itu benar-benar membuat hatinya merasa kesal sebenarnya, namun, sebisa mungkin dia mencoba menekan perasaannya itu.
Andai saja Richard adalah orang lain, mungkin saat ini dia telah memukulinya habis-habisan, namun, dia tidak bisa melakukan hal itu, karena Daniel masih menghormati ayah tiri yang merupakan laki-laki yang dicintai oleh mendiang sang ibu.
''Sekarang, katakan apa yang Daddy inginkan agar aku bisa menggunakan semua kartu kredit aku lagi? apa Daddy gak malu ngelakuin semua ini? merampas sesuatu yang bukan milik Daddy.''
''Keinginan Daddy simpel dan mudah dilakukan. Kamu cukup tinggalkan Mika, batalkan niat kamu untuk menikahi dia, dan Daddy akan segera mengembalikan semua hak kamu, bahkan jika kamu ingin mengambil alih perusahaan pun akan Daddy berikan,'' ucap Richard, menatap tajam wajah anak tirinya.
''Ha ... ha ... ha ...! jadi maksud Daddy, aku harus menukar wanita yang aku cintai dengan harta, harta yang memang seharusnya milikku, begitu?''
''Syukurlah kalau kamu mengerti, Daddy gak perlu menjelaskannya panjang lebar lagi,'' jawab Richard, lalu dia berdiri tepat di depan Daniel.
''Daddy sungguh keterlaluan, Daddy menyuruh aku menukar Mika dengan harta, sekarang Daddy menyebut dia jijik? Aku yang jijik sama Daddy, bilang saja kalau sebenarnya Daddy cemburu, Daddy baru sadar bahwa Daddy gak rela Mika dimiliki oleh aku, 'kan?''
''Ha ... ha ... ha ...! apa maksud kamu, mana mungkin Daddy cemburu sama dia, Daddy masih bisa dapatkan wanita manapun yang lebih baik dari dia.'' Richard kembali duduk bersilang kaki untuk menutupi rasa gugupnya.
''Lalu kenapa Daddy masih sendiri sampai sekarang?''
''Ya, itu kerena Daddy malas memiliki ikatan dengan wanita, Daddy lebih memilih sendiri, dan kalau Daddy lagi butuh wanita, Daddy tinggal panggil aja si Dona, gampang 'kan?''
__ADS_1
'Dasar tua bangka tidak tahu diri ...' (Batin Daniel)
''Dengar ya, Dad. Aku gak akan pernah menukar wanita yang aku cintai dengan apapun, dan aku gak akan pernah membatalkan rencana pernikahan aku sama dia. Kalau Daddy gak mau mengembalikan apa yang menjadi hak aku, maka, aku akan merebut semua itu dari Daddy, asal Daddy tahu, di atas langit masih ada langit, dan negara kita negara hukum, aku bisa ajukan gugatan ke pengadilan, dan mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikku, mengerti ...'' ucapan terakhir Daniel, sebelum dia berbalik dan hendak melangkah.
''Lakukan saja kalau kamu bisa, tapi, kamu gak akan bisa melawan Daddy, apa kamu lupa Daddy ini siapa? Daddy adalah pengusaha kaya raya yang paling disegani, gak ada satupun manusia di dunia ini yang gak bisa Daddy beli dengan uang.'' Teriak Richard dengan tertawa menyebalkan.
Daniel menghentikan langkahnya lalu kembali memutar badan.
''Aku sama sekali gak takut dengan ancaman Daddy,'' jawab Daniel tersenyum kecut, lalu kembali berbalik dan mulai berjalan meninggalkan Richard.
''Dasar anak tidak tahu diri, Daddy tunggu perlawanan kamu, kita lihat saja nanti siapa yang akan menang ...!'' teriak Richard kesal, yang hanya di jawab dengan lambaian tangan oleh Daniel.
Sepertinya, pertarungan baru saja akan di mulai, pertarungan dalam memperebutkan satu orang wanita yang bernama Mikaila Anastasia.
Daniel, dia memiliki cinta yang tulus, rasa cintanya kepada wanita itu lebih dalam dari pada lautan, dan lebih luas dari pada langit yang membentang di angkasa, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa mempertahankan wanita yang dicintainya itu agar tetap bisa berada di sampingnya.
Sementara Richard, dia memiliki harta yang melimpah dan kekuasaan yang tidak berbatas, dan dia akan berusaha menghalalkan segala cara untuk bisa kembali merebut mantan istrinya.
Jadi, siapakah yang akhirnya akan memenangkan pertarungan antara anak dan ayah tirinya itu?
Di tunggu episode selanjutnya ya, Reader, terima kasih. Love untuk kalian semua yang telah setia membaca novel ini.♥️♥️♥️
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Reader, terima kasih ❤️❤️❤️