Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Promosi Novel baru berjudul "Pernikahan Rahasia sang Presdir"


__ADS_3

Pernikahan yang dirahasiakan bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh semua orang. Pada umunya sepasang kekasih ingin pernikahannya diadakan secara besar-besaran dan diketahui oleh semua orang.


Hal yang berbeda dilakukan oleh Adryan Prasetyo Hadiningrat, dia terpaksa menyembunyikan pernikahan yang telah dia jalani selama lebih dari 7 tahun lamanya dan dikaruniai satu orang putra.


Apa sebenarnya yang menyebabkan Adryan yang merupakan seorang Presdir dari perusahan raksasa itu harus menyembunyikan rapat-rapat pernikahannya? bagaimana jika akhirnya kedua orangtuanya tiba-tiba saja menjodohkan Adryan dengan seorang wanita karena mengira bahwa putra mereka masih sendiri di usianya yang sudah menginjak 37 tahun?


Ikuti kisahnya "Pernikahan Rahasia sang Presdir."


Cuplikan Bab.


Adryan, mau sampai kapan kamu kayak gini, hah? Apa kamu ingin selamanya hidup membujang?" Tanya Nyonya Rosalina kepada putra semata wayangnya bernama Adryan.


"Aku belum siap, Mom. Maaf," jawab Adryan dengan suara lemah menunduk tidak kuasa menatap wajah sang ibu yang kini terlihat begitu sedih.

__ADS_1


"Belum siap? Belum siap katamu? Apa kamu gak liat, kami berdua udah tua renta? kami ingin ngerasain nimang cucu sebelum kami dipanggil oleh yang maha kuasa," ucap sang Ayah Tuan Adiwiguna 57 tahun duduk di samping sang istri menatap tajam ke arah putra semata wayangnya.


"Tapi, Dad--"


"Gak ada tapi-tapian, pokoknya jika dalam waktu satu Minggu kamu tidak mengenalkan calon istri kamu, maka kami terpaksa menjodohkan kamu dengan wanita pilihan kami sendiri, gimana?"


Adryan terdiam menunduk, keringat dingin nampak membasahi pelipis wajah tampan dewasa dengan rahang tegas yang menjadi ciri khasnya.


"Maksud Mommy aku h**o? G*y gitu? Hahahaha ... Aku masih pria normal, Mom. Mana mungkin aku yang gagah kayak gini punya kelainan. Jahat banget Mommy ini," jawab Adryan sedikit tersinggung dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh ibunya.


"Syukurlah, Mommy seneng dengernya. Udah, gak usah nunggu satu Minggu segala, Mommy udah siapin pasangan yang cocok buat kamu. Pokoknya, Mommy gak mau penolakan, gak mau ada bantah-membantah lagi. Mau tidak mau, siap tidak siap kamu harus menikah dengan wanita pilihan kami. Cinta bisa datang belakangan, oke?" Tegas sang ibu penuh penekanan dengan wajah serius membuat Adryan menundukkan kepalanya tidak tahu lagi harus berkata apa.


"Ini, lihat Poto ini. Dia adalah calon istri kamu," ucapnya lagi meletakkan secarik poto di atas meja.

__ADS_1


Adryan pun hanya bisa memalingkan wajahnya, tanpa melirik ataupun meraih Poto yang diletakkan begitu saja tepat di atas meja.


"Kenapa gak dilihat? Dia cantik lho, namanya Amanda. Amanda ini adalah putri sulung dari pasangan pengusaha kaya temannya Daddy kamu. Mommy yakin kamu pasti bakalan suka sama dia."


Adryan masih terdiam. Dia pun sedikit melirik Poto tersebut dengan wajah datar. Ya ... Yang dikatakan oleh ibunya memanglah benar, wanita di dalam Poto itu memanglah cantik layaknya Poto model. Rambut panjang berwarna coklat, tatapan tajam wanita bernama Amanda itu terlihat begitu tajam di dalam Poto tersebut.


Akan tetapi, kecantikan yang terpancar dari wanita bernama Amanda itu sama sekali tidak membuat hati seorang Adryan merasa tertarik sama sekali. Dia pun kembali memalingkan wajahnya ke arah samping dengan perasaan hancur dan tatapan mata kosong menatap lantai berwarna putih yang entah mengapa terasa begitu dingin.


"Kami juga udah aturkan pertemuan buat kalian. Nanti malam jam 20.00 kamu harus datang ke Restoran dimana kami udah mengatur pertemuan kamu dengan wanita ini," ucap sang Ayah tegas penuh penekanan.


"Gak bisa secepat itu dong, Dad. Aku harus pikir-pikir dulu apa yang kalian inginkan ini. Masa tiba-tiba aja aku ketemuan sama wanita yang baru aku liat satu kali di Poto? Terus langsung nikah gitu aja lagi? Aku butuh waktu, Dad, Mom." Jawab Adryan menatap wajah ibu dan juga ayahnya secara bergantian.


__ADS_1


__ADS_2