Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Rumah Baru


__ADS_3

Dona yang saat ini tersungkur di atas lantai, perlahan mulai berdiri dengan memegangi perutnya dan air mata yang terus berlinang membasahi wajah cantiknya.


''Baiklah, aku gak akan pernah datang lagi kemari, dan aku akan berusaha membesarkan anak ini sendiri, tapi ingat Richard, kamu akan hidup sendiri dan kesepian selama sisa hidup kamu, dan kamu akan benar-benar merasakan sakitnya tidak di akui,'' lirih Dona, menatap rumah besar dan mewah di hadapannya itu.


Semenjak kejadian itu Dona benar-benar merasa hancur, hari-hari yang dia jalani seolah tidak berarti lagi, dia bahkan tidak menjaga kandungannya apalagi memikirkan kesehatannya. Setiap harinya dia jalani dengan kehampaan.


🍀🍀


Empat bulan kemudian.


''Kamu mau bawa aku ke mana si?' tanya Mika duduk di kursi mobil dengan menoleh ke arah suaminya yang saat ini sedang menyetir.


''Hmm ... Kasih tau nggak, ya ...?'' jawab Daniel tersenyum dan sedikit menoleh ke arah sang istri.


''Kamu ini, apa kamu mau ngasih kejutan lagi sama aku?''


''Sepertinya begitu ...''


''Hmm ... Oke. Aku gak akan bertanya lagi, kita lihat seberapa terkejutnya aku nanti.''


Daniel hanya tersenyum lebar dengan mengulurkan satu tangannya, mengusap lembut rambut istrinya tersebut.


Akhirnya Daniel pun sedikit memperlambat laju mobilnya saat mulai memasuki komplek perumahan elit, dimana di pinggir jalan sudah berjejer rumah-rumah mewah berukuran besar.


''Apa ini? kenapa kamu bawa aku kemari?'' tanya Mika menatap ke arah luar jendela.


''Hmm ... Apa kamu lupa? aku 'kan sudah pernah bilang kalau aku akan membelikan rumah yang lebih besar dari tempat tinggal kita yang sekarang.''


''Tapi, kamu gak pernah bilang kalau akan secepat ini, lagipula kenapa kamu gak bilang sama aku kalau rumahnya sudah ada? kalau aku tau, aku pasti membantu kamu mempersiapkan semua ini,'' ucap Mika.


''Ya itu namanya bukan kejutan lagi dong, sayang.''


Mobil pun mulai melipir, dan akhirnya berhenti di pinggir jalan tepat di depan rumah besar berpagar besi berwarna coklat dengan pagar tembok dengan warna yang sama.


''Nah kita sudah sampai ...'' ucap Daniel tersenyum, dan menghentikan mobilnya.


''Ini ...?''


''Iya, ini rumah kita yang baru ...''


Daniel membuka pintu mobil, lalu berlari ke arah samping dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Ceklek ...

__ADS_1


Mika perlahan keluar dari dalam mobil, dengan tangan yang dia letakan di perutnya yang sudah membesar. Daniel mengulurkan tangannya, lalu menggenggam erat jemari istrinya tersebut, dan berjalan bersama memasuki halaman rumah.


Sebelum masuk ke dalam rumah, Mika nampak menatap sekeliling dengan tersenyum senang. Halaman luas dengan rumput yang hijau membentang, tak lupa pula beberapa tanaman hias yang bertengger rapi dengan satu pohon mangga berada di tengah-tengah nya.


Hatinya sungguh di buat terkesima, karena akhirnya, mimpinya selama ini tercapai, tinggal di rumah besar dengan ditemani oleh orang yang dicintainya, yaitu Daniel sang suami.


Mika memang pernah tinggal di rumah yang lebih besar dan mewah dulu, namun, itu sama sekali tidak membuat hidupnya bahagia, namun, kali ini, hatinya benar merasa berbeda, bahagia, senang, apalagi sebentar lagi dia akan memiliki seorang putra yang akan menjadi pelengkap kebahagiaannya itu.


''Masuk yu ...'' pinta Daniel mulai memasukan kunci ke lubang kunci pintu besar dan megah yang merupakan pintu utama rumah tersebut.


Ceklek ...


Pintu pun di buka, Daniel meletakan tangannya di pinggang sang istri dan memapahnya masuk ke dalam rumah.


''Waaah ... luas sekali ...'' ucap Mika, menatap sekeliling.


Ruangan luas membentang lengkap dengan kursi besar berwarna merah berada di tengah-tengahnya, tak lupa lemari besar yang terbuat dari kaca bertengger di tembok tepat di samping kursi tersebut.


''Gimana, kamu suka?''


Mika mengangguk dengan mata yang berbinar-binar.


''Kamu menyiapkan ini sendiri?''


''Hmm ... Coba kita lihat dapurnya ...'' Daniel kembali memapah tubuh istrinya.


Mereka berjalan semakin memasuki rumah, menuju dapur yang juga terlihat mewah berukuran besar, dengan kitchen set berwarna putih bersih lengkap dengan peralatan dapur, di tengah-tengahnya nampak meja makan berukuran besar, lengkap dengan kursi mewah berwarna putih.


Mika semakin terkesima, matanya kini mulai berkaca-kaca merasa terharu dengan apa yang diberikan oleh suaminya.


''Apa kamu menangis?'' tanya Daniel menatap wajah sang istri.


''Hmm ... Aku hanya terharu, sayang. Kamu mempersiapkan ini sendiri, aku sungguh berterima kasih, aku bahagia sekali ...'' jawab Mika, dengan buliran bening yang mulai berjatuhan membasahi pipinya.


''Ha ... ha ... ha ...! Aku gak mau kamu kecapean apalagi kerepotan mempersiapkan semua ini, makannya aku menyiapkan semua ini sendiri, sebenarnya tidak sendiri juga si, aku minta bantuan Arman juga, dan dia langsung setuju membantu karena aku memberikan dia bonus yang besar ...'' jawab Daniel, dengan tangan yang mengusap lembut pipi sang istri.


''Makasih ya, sayang ...'' Mika memeluk tubuh suaminya.


''Iya, sama-sana, sayang.'' Jawab Daniel, mendekap erat tubuh sang istri.


''O iya, kamar kita dimana?'' tanya Mika mengurai pelukan.


''Oh ... kamar kita ya? ada di sana ...'' Daniel meraih tubuh sang istri dengan kedua tangannya menggendong tubuh Mika.

__ADS_1


''Turunkan aku, sayang. Aku bisa jalan sendiri,'' pinta Mika, tidak tahu bahwa suaminya itu akan menggendongnya.


''Biarkan saja, aku senang melakukannya.''


''Hmm ...''


Perlahan Daniel mulai berjalan menuju kamar utama yang akan menjadi kamar baru bagi mereka.


Ceklek ...


Daniel mulai membuka pintu kamar.


''Ini dia kamar baru kita, gimana, kamu suka?'' ucap Daniel mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.


''Waah, suka sekali ...'' jawab Mika dengan mata yang berbinar menatap sekeliling kamar.


Kamar luas dengan Ranjang mewah dan megah nampak berada di tengah-tengah kamar, meja rias bermotif yang sama pun berada tidak jauh dari ranjang itu berada.


Jendela kaca terlihat membentang di sepanjang tembok memperlihatkan pemandangan taman yang begitu indah di pandang.


Daniel perlahan mendekati ranjang dengan Mika masih berada di gendongannya.


''Mau nyobain ranjang baru kita?'' tanya Daniel menatap wajah sang istri dengan mengedipkan satu matanya genitnya.


''Cobain gimana?''


''Kita coba seberapa kuatnya ranjang ini kalau kita bergoyang di atasnya, mau ...?''


''Ikh, dasar me*um ...''


''Ya gak apa-apa dong, 'kan sama istri sendiri, lagian usia kandungan kamu sudah aman untuk di ajak bergoyang 'kan? aku rindu sekali goyangan maut-mu, sayang ...'' lirih Daniel tersenyum cengengesan.


''Ha ... ha ... ha ...! Apaan si, gak lucu tau? Udah cepat turunkan aku,'' Mika tertawa lucu.


Perlahan Daniel mulai membaringkan tubuh istrinya itu di atas ranjang, menatap wajahnya mesra dengan tangan yang mulai membuka kancing dress yang di pakai oleh istrinya tersebut.


''I Love You, Honey."


Bisik Daniel, dengan tatapan penuh kasih sayang.


"I Love You Too honey ...''


Ciuman panas pun mendarat di bibir istrinya, dengan tangan Daniel yang masih terus membuka satu-persatu kancing yang masih menempel sempurna, sampai akhirnya dress yang membalut tubuh Mika pun benar-benar terbuka seluruhnya.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2