Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Hampir Menabrak


__ADS_3

Daniel melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, setelah apa yang dia bicarakan dengan ayah tirinya itu membuat hatinya semakin yakin untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya, dan tentunya mempertahankan apa yang sekarang sudah menjadi miliknya, yaitu mempertahankan wanita yang dia cintai agar tetap berada di sampingnya.


Langkah pertama yang akan dia ambil adalah menikahi Mika, secepatnya ... Tidak perduli jika pernikahannya itu hanya akan di selenggarakan secara sederhana nantinya, toh yang terpenting pernikahan mereka sah, di mata hukum dan agama.


'Kita lihat saja, Dad. Siapa yang akan menang? jangan mentang-mentang aku anak kemarin sore, Daddy jadi meremehkan kemampuan aku. Aku akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk mengambil kembali semua yang seharusnya memang jadi milik aku, dan hal pertama yang akan aku lakukan adalah menikahi Mika,' ( Batin Daniel )


Pikirannya pun melayang seketika, hingga mobil yang dikendarainya hampir saja menabrak seorang ibu yang akan melintas di jalan raya, tapi untungnya Daniel segera menginjak pedal rem dan mobil masih bisa berhenti sesaat sebelum benar-benar mengenai ibu tersebut, tapi tetap saja, karena terkejut, ibu itu pun terjatuh tepat di depan mobil.


Ckit ...


Suara rem, dan mobil berhenti secara mendadak, membuat Daniel benar-benar terkejut dan segera keluar dari dalam mobil, menghampiri seorang ibu-ibu yang kini terjatuh tepat di depan mobil miliknya.


''Ya ampun, apa ibu baik-baik saja? saya mohon maaf, saya tidak sengaja ...'' ucap Daniel, membantu ibu tersebut untuk berdiri, dan memapahnya ke tepi jalan.


''Kamu kalau bawa mobil hati-hati dong, jangan mentang-mentang kamu orang kaya, mobil kamu bagus, mahal, terus kamu seenaknya kebut-kebutan di jalan raya, kamu pikir jalan ini punya nenek moyang kamu, hah ...'' teriak ibu tersebut, mengusap lututnya yang sedikit terluka.


''Sekali lagi saya minta maaf, Bu. Ibu mau kemana? biar saya antar'kan ibu sampai ke tempat tujuan.'' Tanya Daniel, menawarkan.


''Tapi sebelumnya, kamu harus bayar uang ganti rugi dulu, karena saya harus berobat Dokter, kaki saya sakit sekali,'' jawab ibu tersebut, mengusap lututnya.


''Baik, Bu. Katakan saja berapa uang yang ibu butuhkan, saya akan berikan sekarang juga.''


''Tidak banyak, hanya satu juta aja. Nanti kalau kurang, saya akan hubungi anda lagi,'' jawab ibu tersebut, tersenyum menyeringai.


'Lumayan juga, bisa aku manfaatin, padahal sakitnya tidak seberapa, ha ... ha ...' ( Batin ibu tersebut )


''Baik, saya akan berikan sekarang juga,'' Daniel merogoh Dompet dari saku celananya, dan memberikan uang satu juta yang tadi diminta oleh ibu itu.


''Ini, Bu. Kalau kurang, ini kartu nama saya, ibu tinggal menelpon saya saja,'' ucap Daniel, memberikan uang tersebut dan kartu nama miliknya.

__ADS_1


''Baik, saya terima ya.''


'Rejeki nomplok, ha ... ha ... ha ...' (Batin ibu)


Daniel pun berbalik dan hendak pergi.


''Eh ... Tunggu, tadi katanya mau anterin saya ke tempat tujuan? sekarang cepat antar saya, karena kaki saya terluka, saya jadi gak bisa berjalan lagi.''


''Memangnya ibu mau kemana?''


''Saya mau ke rumah putri saya, deket ko, tinggal satu persimpangan lagi, cepat antar'kan saya sekarang juga.''


Tanpa basa-basi lagi, ibu tersebut segera naik kedalam mobil, dia membuka pintu mobil dan duduk jok kursi belakang, membuat Daniel sedikit kesal sebenarnya.


Daniel pun segera masuk ke dalam mobil, dengan wajah yang terlihat masam, kenapa dia harus menawarkan diri untuk mengantarkan ibu itu segala? padahal dirinya sedang terburu-buru, batin Daniel.


''Nah, berhenti di depan sana,'' pinta ibu tersebut, menunjuk gang sempit, gang yang sama dimana rumah Mika berada.


Mobil pun berhenti di tepi jalan.


''Makasih, ya. Nanti kalau uang ini kurang, saya akan segera menghubungi kamu, oke ...?'' ucap ibu tersebut sebelum dia membuka pintu dan akhirnya keluar dari dalam mobil.


Daniel pun melakukan hal yang sama, dia membuka pintu mobil, lalu keluar dari dalamnya. Sejenak, dia menatap wajah ibu-ibu tersebut, merasa heran, karena wajahnya terlihat mirip dengan seseorang.


Ya ... ibu tersebut adalah Nyonya Dahlia, ibu dari Mikaila, dan dia datang ke sana untuk mengunjungi kediaman putrinya.


Daniel berjalan memasuki gang, dia berjalan tidak jauh dari Nyonya Dahlia yang saat ini berjalan didepannya, Daniel masih belum mengetahui kalau ternyata wanita itu adalah ibu dari kekasihnya, karena selama ini dia belum pernah bertemu sekalipun dengan calon ibu mertuanya tersebut.


Akhirnya, mereka pun sampai di depan rumah Mika, Daniel bertanya-tanya di dalam hatinya, siapakah gerangan ibu tersebut? kenapa dia mengunjungi rumah calon istrinya? Apa mungkin dia adalah orang tua Mika? tapi, masa iya ...? Batin Daniel penuh tanda tanya.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


''Mika, ini mamah ...'' Nyonya Dahlia mengetuk pintu, dan belum menyadari bahwa pemuda yang tadi menabrak dirinya sedang berdiri di belakangnya sekarang.


Ceklek ...


Pintu pun di buka, Mika berdiri di depan pintu menatap sang ibu dengan tatapan heran, namun, hal lain yang membuatnya lebih heran lagi adalah, Daniel yang saat ini pun berada di sana, berdiri di belakang sang ibu. Mengapa mereka bisa datang secara bersamaan? batin Mika.


''Mamah ...? sedang apa Mamah di sini? dari mana Mamah tahu tempat tinggal aku?'' tanya Mika mengerutkan kening.


Plak ...


Nyonya Dahlia memukul bahu Mika, membuat Daniel terkejut.


''Dasar bodoh, kenapa kamu bercerai dengan suami kamu? kenapa, hah ...? kamu benar-benar bodoh, Mika ...! sudah untung dapat suami yang kaya raya, malah kamu tinggalkan begitu saja,'' teriak Nyonya Dahlia, membulatkan bola matanya.


''Argh ... sakit, Mam. Darimana mamah tahu hal itu?'' lirih Mika mengusap bahu kanannya.


''Kemarin Mamah datang ke rumah suami kamu, dan kata pembantu di sana, kalian sudah bercerai dua tahun yang lalu, ke mana lagi kamu akan mencari suami kaya raya seperti dia, hah ...? dan sekarang kamu sudah menjadi janda di usia kamu yang masih muda, mamah gak nyangka kamu sebodoh itu ...!''


''Tidak lama lagi dia akan segera mengakhiri status jandanya Tante, karena saya akan segera menikahi Mika,'' ucap Daniel secara tiba-tiba, berjalan dan berdiri tepat di samping Mika, lalu meraih tangan sang kekasih dan menggenggam jemarinya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Reader, terima kasih ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2