
Mika tersenyum, lalu berjalan mendekat ke arah Daniel yang masih duduk bersandar di atas tempat tidur.
Perasaan Daniel sudah terasa berbunga-bunga dengan wajah yang terlihat bahagia, matanya pun terlihat berbinar tatkala melihat Mikaila berjalan dengan sedikit meliukkan tubuhnya layaknya seorang model profesional.
Dia pun mengira bahwa Mika akan menerima tawarannya, namun, apa yang terjadi sungguh di luar dugaan otaknya.
Plak ...
Mika menjentikkan jarinya ke arah dahi seorang Daniel, sehingga membuat Daniel meringis kesakitan sekaligus terkejut dengan apa yang baru saja di terimanya, dan tentu saja, harapannya pun sia-sia.
''Dasar anak nakal, dengar ya, Daniel. Anak tiriku yang tampan dan sombong, mulai saat ini kamu kamu harus memanggil aku dengan sebutan 'MOMMY' ingat ya 'MOMMY' dan kamu harus bersikap sopan sama ibu tiri kamu ini, satu lagi, jangan pernah berbicara seperti ini lagi, kalau tidak? aku akan meminta ayahmu, untuk menjodohkannya kamu dengan wanita lain, dan tentu saja, aku yang akan memilihkannya sendiri, wanita mana yang akan cocok menjadi pendamping'mu. Mengerti, anak Tiriku yang tampan ...'' Mika dengan penuh penekanan.
Daniel pun tertegun, melihat Mika bersikap seperti ibu tiri sungguhan yang sering dia lihat di sinetron, ibu tiri jahat dengan sejuta aturan. Apakah dia akan di siksa juga? sama seperti ibu tiri kebanyakan? Dia pun tertawa geli membayangkan hal tersebut.
''O ya, satu lagi, kalau kamu berani bersikap tidak sopan lagi, aku akan meminta ayahmu, suamiku, untuk mencabut semua pasilitas yang selama ini kamu pakai. Mengerti ...?'' Mika membulatkan bola matanya, kembali berbicara dengan nada yang penuh dengan penekanan.
Setelah itu, dia pun kembali berbalik dan keluar dari dalam kamar hotel, dengan langkah kaki yang sama, membuat seorang Daniel benar-benar terkesima dengan apa yang baru saja dia terima.
Dia pun menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang, berbaring terlentang dengan wajah tersenyum, merasa geli dengan sikap ibu tirinya tersebut.
''Ha ... ha ... ha ...! Melihatmu seperti ini, semakin membuat aku ingin segera memiliki kamu, Mika. Aku tidak peduli jika aku harus merebutmu dari ayah aku sendiri, kamu sungguh menggemaskan, Mommy ...!'' tawa Daniel terdengar begitu renyah.
Ancaman yang di layangkan oleh Mikaila, sama sekali tidak membuatnya takut, yang ada, dia semakin bersemangat dan membuat hatinya semakin mantap, untuk bisa mendapatkan wanita itu kembali.
🌹🌹
Akhirnya Mika pun sampai di rumah besar milik suaminya, sebenarnya dia sedikit enggan untuk masuk kedalam sana, meskipun rumah tersebut sangat megah dengan sejuta kemewahan di dalamnya, namun, berada di sana, sama sekali tidak membuatnya nyaman.
Dahulu, dia pernah memiliki impian untuk bisa memiliki rumah besar seperti yang saat ini berada di hadapannya, namun, akhirnya dia sadar, bahwa, semewah apapun rumah yang dia miliki, dan semegah apapun ruangan yang dia tempati, sama sekali tidak akan membuat dia bahagia, jika dia tidak bersama dengan orang yang dia cintai nya.
Ya ...! memang Laki-laki yang dia cintai pun sama-sama tinggal di sam, namun, dengan status yang berbeda, membuatnya merasa tercekik, meski berada di rumah mewah yang luasnya 20 kali lipat dari tempat tinggal lamanya.
Dengan kaki yang terasa berat sebenarnya, dia pun keluar dari dalam mobil, perlahan berjalan memasuki rumah besar tersebut.
Ceklek
__ADS_1
Mikaila membuka pintu rumah, lalu masuk kedalamnya, menatap ke sekeliling rumah yang terlihat hening dan juga sepi. Dia pun menarik napas panjang lalu menghembuskan nya secara perlahan, berjalan menuju kursi ruang tamu dan duduk dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
Tidak lama kemudian salah satu Asisten Rumah Tangga pun datang menghampiri.
''Selamat pagi, Nyonya. Apa ada yang anda butuhkan?'' tanya Asisten Rumah Tangga yang bernama Marni. Wanita muda yang sudah bekerja selama dua tahun di rumah tersebut.
''O iya, bisa tolong bawakan saya segelas teh hangat.''
''Baik, Nyonya.'' Jawab Marni, berbalik lalu hendak melangkah.
''Tunggu, siapa nama kamu?''
''Nama saya, Marni, Nyonya.''
''Marni, apa suami saya masih tidur? apa sudah berangkat ke kantor?''
''Saya kurang tahu Nyonya, tapi sepertinya Tuan sedang tidak ada di Rumah.''
''Oke, kamu boleh pergi sekarang.''
''Baik, Nyonya. Saya permisi kebelakang.''
Tidak lama kemudian, Marni pun kembali dengan membawa satu gelas teh hangat, lengkap dengan camilannya.
''Terima kasih, Marni.''
''Sama-sama, Nyonya.''
Marni pun kembali ke belakang, ke tempat dimana dia biasa mengerjakan pekerjaan rumah.
Mika pun menegakkan posisi tubuhnya, meraih gelas dan meneguk teh hangat secara perlahan.
Setelah itu dia meraih ponsel dan menatap layarnya, Mika terkejut membelalakkan bola matanya, saat melihat begitu banyaknya panggilan tidak terjawab dari suaminya. Merasa bersalah dia pun menelpon suaminya tersebut.
Tut
__ADS_1
Tut
Tut
Suara telpon yang belum di angkat.
📞 ''Halo, Mas. Ini aku, maaf semalam aku tidak sempat mengangkat telpon mu.''
📞 ''Iya, sayang. Tidak apa-apa. Sekarang kamu dimana? gimana keadaan Tante kamu?''
📞 ''Aku sudah di rumah, Mas. Dan Tante aku sudah baik-baik saja sekarang.''
📞 ''Syukurlah, Mas lega mendengarnya. O ya, sekarang Mas lagi di kantor, kamu istirahat saja, kalau bosan, kamu bisa berjalan-jalan kemana pun, Mas pulang agak telat, jadi jangan tunggu Mas, ya ...''
📞 ''Baik, Mas. Selamat bekerja.''
Mika pun menutup telpon dan kembali menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, seraya memejamkan mata.
🌹🌹
''Siapa, Om? istri Om ya?'' tanya seorang wanita muda yang saat ini sedang duduk menemani Richard di dalam ruangan kantor'nya.
''Iya, dia istri Om, baru dua hari om nikahi.'' Jawab Richard.
''Wah, selamat ya, akhirnya om menikah juga, beruntung sekali dia menikah dengan om, aku jadi iri.''
''Gak usah iri, meskipun aku menikah dengan dia, aku sama sekali belum menyentuh gadis itu sedikitpun.''
''O ya ...? Masa si?''
Richard menganggukan kepalanya.
Richard, ternyata dia tidak sebaik yang di kira, dia sering menggunakan jasa wanita penghibur untuk memuaskan nafsu bi***. Selama lebih dari 10 tahun menduda, tentu saja dia membutuhkan seorang wanita itu memenuhi kebutuhan biologisnya, dan hal itu dia lakukan kepada wanita yang dia bayar dengan imbalan yang cukup besar.
Seperti yang saat ini sedang dia lakukan. Mendapatkan penolakan dari sang istri, membuatnya mencari pelampiasan dengan memanggil wanita cantik bernama Dona, wanita muda yang memang sudah menjadi langganannya.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Reader ❤️❤️❤️❤️