Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Minuman Jatuh Cinta


__ADS_3

Arman membalikan badannya, bukan karena takut akan ancaman Daniel, melainkan karena dirinya sudah benar-benar tidak bisa lagi menahan tawa yang saat ini terasa hendak meledak di dalam dadanya.


Sampai akhirnya Daniel sudah benar-benar berjalan menjauh dan masuk ke dalam rumahnya, seketika itu juga tawa Arman meledak, dia bahkan sampai duduk di dasar kolam.


''Ha ... ha ... ha ... Akhirnya ketahuan juga alasan kamu tiba-tiba pengen nguras ni kolam, ha ... ha ... ha ... Aku jadi penasaran gimana rasanya bermain anu-anu di dalam air. Akh ... Lusiana, sebenarnya kamu dimana? Abang sungguh merindukan belaian kasar-mu,'' teriak Arman berbaring terlentang di dasar kolam, menatap langit nan biru membentang seraya membayangkan sosok Lusiana yang sangat dia rindukan.


Pucuk dicinta bulan pun tiba, yang sedang di bayangkan pun tiba-tiba nelpon, membuat Arman sontak berdiri kegirangan, dia bahkan mengabaikan punggungnya yang kini basah oleh air kolam.


''Ehem ... tes ... tes ...'' Arman mencoba mengontrol nada suaranya sebelum dia mulai mengangkat telpon.


📞 ''Halo, sayang. Ada apa? tumben banget nelpon? kangen ya ...?'' suara Arman sedikit menggoda.


📞 ''Sayang-sayang pala lo peang ...? Kamu dimana?'' ketus Lusi.


📞 ''Lagi nguras air kolam.''


📞 ''APA ...?''


📞 ''Nggak ... Eu ... maksudnya lagi berenang di kolam renang, cuacanya panas banget, makannya aku sengaja berendam air kolam, biar tubuh aku segera gitu ... he ... he ...''


📞 ''Ya udah kalau gitu, tadinya aku pengen ketemu sama kamu, tapi kalau kamu sibuk, gak jadi deh, terusin aja berendam kamu ...''


📞 ''Eh ... jangan ... Lagian aku udah seharian ko berendamnya, nih aku juga udah mau selesai, kamu mau ketemu dimana? aku ke sana sekarang, oke ...?'' ucap Arman tersenyum senang.


📞 ''Oke, aku tunggu kamu di Cafe tempat kamu bekerja, sekarang ya ... ingat, sekarang juga ... Ngerti ...?'' ucap Lusi dengan penuh penekanan.


📞 ''Iya, sayang aku datang se-''


Tut ... Tut ... Tut ...


''Yah, belom juga selesai ngomong, udah di tutup aja. Tapi gak apa-apa deh, yang penting aku bisa ketemu sama dia ...'' Ucap Arman tersenyum senang.


Tanpa berfikir panjang pemuda berusia 25 tahun itu pun segera berlari dan naik ke permukaan, merasa tidak sabar ingin segera bertemu dengan pujaan hatinya, sampai dia melupakan tugas dari Bosnya, kolam yang seharusnya di isi oleh air, kini dibiarkan kosong begitu saja.


🍀🍀


''Duh, lama banget si? katanya mau cepat-cepat datang ...?'' gerutu Lusi duduk di Cafe yang mulai ramai menanti kedatangan Arman.


Sudah hampir satu jam dia menunggu di sana, namun, yang di tunggu masih belum juga datang. Alhasil dia pun memutuskan untuk pergi, karena sudah terlanjur kesal.

__ADS_1


Baru saja Lusi berdiri dan hendak melangkah, Arman muncul dari balik pintu Cafe, berjalan mendekat dengan tersenyum manis, wajahnya yang tampan di tambah cahaya matahari yang memancar dari balik jendela kaca membuat wajah tampannya terlihat begitu menyilaukan mata seorang Lusiana.


Lusi pun menghentikan langkahnya seketika, menatap wajah Arman yang terlihat begitu tampan di matanya, sampai akhirnya dia pun tersadar, dan menyudahi tatapan matanya, dia nampak menggelangkan kepalanya seraya menepuk kedua sisi pipinya yang terasa memanas.


'Sadar Lusi ... Sadar ... Kenapa wajah dia mendadak tampan gitu? kemarin masih biasa-biasa aja ...' ( Batin Lusi )


Arman perlahan berjalan mendekat, senyuman pun mengembang begitu sempurna, membuat Lusi salah tingkah sebenarnya.


''Lama banget si?'' ketus Lusi, kembali duduk.


''Maaf, sayang. Jalanan macet tadi.''


''Alasan ...!''


''Ko, mejanya masih kosong? pesan dulu apa kek? emangnya kamu gak haus?'' Ucap Arman, duduk di kursi tepat di samping Lusi.


''Nggak, aku gak haus sama sekali.''


''Hmm ... Tunggu deh, aku bikinan minuman spesial yang ada di Cafe ini, bentar ya ...'' Arman berdiri lalu berjalan masuk ke dalam dapur Cafe.


Lusi tidak menjawab apapun, dia hanya memegangi dada sebelah kirinya yang terasa berdebar.


Lusi pun menarik napas panjang lalu menghembuskan-nya secara perlahan, mencoba mengatur napasnya yang terasa berhembus tidak beraturan. Dia bahkan beberapa kali membenahi posisi duduknya agar merasa nyaman di tengah perasaannya yang terasa tidak menentu sekarang.


''Duh ko duduknya jadi gak nyaman gini si ...?'' Gerutu Lusi memutar posisi pinggulnya.


''Apanya yang gak nyaman? apa AC nya kurang dingin?'' Arman berjalan dari arah belakang, membuat gadis itu sontak menghentikan gerakkan tubuhnya seketika.


''Heuh ... Iya nih, panas banget, AC nya rusak kali?'' jawab Lusi beralasan.


''Nggak, AC di sini gak ada yang rusak, cuacanya aja yang memang lagi panas banget, nih aku bawain minuman spesial buat kamu, sayang ...'' Arman duduk seraya menyimpan dua gelas minuman dingin.


Minuman tersebut, nampak terlihat berwarna-warni seperti pelangi, gelas yang tinggi terisi penuh dengan minuman berwarna dari mulai warna hijau yang paling bawah dan Fink yang paling atas, tak lupa soda putih nampak membumbung tinggi hampir sejajar dengan sedotan yang juga berwarna putih.


''Minuman apa ini? rame banget ...'' tanya Lusi menatap minuman tersebut.


''Ini namanya minuman jatuh cinta ...''


''Apa ...? Minuman jatuh cinta ...? ha ... ha ... ha ...! baru dengar ada nama minuman kayak gitu?'' tawa Lusi terdengar renyah di dengar.

__ADS_1


''Ya emang minuman ini cuma ada di sini, ini adalah minuman khusus yang di racik sendiri sama aku, kamu tau, kenapa minuman ini dinamakan minuman jatuh cinta?''


Lusi menggelengkan kepalanya.


''Warna-warna ini menggambarkan perasaan aku saat pertama kali bertemu dengan kamu, hati aku jadi penuh warna membuat hatiku bagai taman yang dipenuhi oleh tanaman bunga warna-warni, ada warna hijau yang menggambarkan ketenangan, merah yang menggambarkan kerinduan, biru kedamaian dan warna pink menggambarkan betapa bahagianya hati ini saat berada dekat dengan kamu.''


Deg ...


Hati Lusi bagai ditimpa bongkahan hati berukuran besar, tepat mengenai jantungnya, membuat detak jantungnya di dalam sana semakin tidak beraturan.


Wajah Lusi pun memerah seketika, dia yang selama ini mendapatkan penolakan bahkan yang terakhir harga dirinya diinjak-injak oleh laki-laki yang dicintainya, kini hatinya terasa melayang, bahkan tanpa sadar bibirnya kini tersenyum benar-benar merasa tersentuh dengan ucapan Arman.


''Ko diam aja? diminum dong sayang ...'' pinta Arman menatap lekat wajah Lusiana.


Tanpa sepatah katapun, Lusi kini meraih gelas tersebut dan meminum minuman spesial yang tadi di beri nama 'Minuman Jatuh Cinta'.


''Gimana, manis 'kan?''


Lusi hanya mengangguk pelan.


''Ini kamu yang buat?''


''Tentu saja, aku menciptakan minuman ini sambil menayangkan wajah kamu, sayang.''


Deg ...


Hati Lusi kembali tersentuh.


'Duh ... udah dong ngegombalnya, bisa-bisa aku beneran jatuh cinta sama kamu, Arman' ( Batin Lusi )


''Aku gak lagi ngegombal ko, sayang. Semua yang aku ucapkan ini tulus dari lubuk hati aku yang paling dalam.''


'Lha ... Kok dia bisa tau ...?' ( Batin Lusi lagi )


''Lusiana ... Aku benar-benar telah jatuh cinta sama kamu, cintaku padamu tulus dan manis semanis minuman yang tadi kamu rasakan, dan semua yang aku katakan tadi benar-benar berasal dari lubuk hati aku yang paling dalam. Jadi ... Maukah kamu menikah denganku?'' ucap Arman secara tiba-tiba membuat Lusiana benar-benar terkejut.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Promosi hari ini reader, jangan lupa mampir ya.

__ADS_1



__ADS_2