Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Warisan


__ADS_3

Daniel kini telah berpakaian lengkap, jas berwarna putih yang merupakan jas favoritnya terlihat pas melingkar di tubuhnya meski dia tidak mengenakan dasi yang seharusnya menjadi pelengkap penampilannya.


Rambutnya yang basah nampak disisir rapi membuat penampilannya begitu sempurna tanpa cela, setelah memastikan bahwa penampilannya benar-benar rapi dan sedap di pandang, Daniel pun siap berangkat ke kantor.


Dia pun menatap tubuh sang istri yang saat ini terlihat meringkuk di atas ranjang dengan tangan yang memegangi perutnya yang sudah semakin membesar.


Perlahan Daniel berjalan mendekat lalu duduk di tepi ranjang, mengusap punggung Mika lembut, yang saat ini tengah menunggunya.


''Sayang, aku berangkat dulu, ya.'' bisik Daniel, mendekatkan wajahnya di telinga Mika lalu mengecup pipinya mesra.


''Iya, Mas. Hati-hati di jalan, ya.''


Mika menjawab seraya menatap penampilan Daniel yang terlihat begitu sempurna, membuat rasa cemburunya tiba-tiba menghampiri hati seorang Mika.


''Hmm ... kamu rapi banget? tampan pula? awas, jangan macam-macam ya,'' ketus Mika menatap dengan tatapan tajam.


''Ha ... ha ... ha ... Kamu ini ada-ada aja, aku 'kan mau pergi bekerja, tentu saja harus rapi, mana boleh penampilan aku kalah sama bawahan aku,'' jawab Daniel tertawa renyah.


''Ya tetep aja, kalau penampilan kamu kayak gini, nanti bakal banyak cewek-cewek yang godain kamu.''


''Hmm ... Kalau itu si pasti,'' jawab Daniel santai dan langsung mendapatkan cubitan di pinggangnya.


''Argh ... sakit, sayang. Apa-apa si?'' ringis Daniel merasa kesakitan.


''Lagian kamu, gak mikirin perasaan aku sih, aku di rumah bosan gak ada kegiatan, eh ... kamu malah dengan entengnya ngejawab kayak gitu, 'kan kesel dengernya tau.''


''Iya-iya maaf, lagian kamu ini, masih aja cemburu gak jelas kayak gitu, cintaku, rasa sayangku, hati bahkan jiwa aku hanya untuk kamu, istriku sayang ...'' jawab Daniel meyakinkan.

__ADS_1


''Ish, gombal banget si. Ya udah buruan berangkat, udah siang lho.''


''Oke, sayang. Aku berangkat dulu, ya. Jangan terlalu kecapean, jangan ngerjain pekerjaan yang berat-berat, semua itu biar bibi yang ngerjain. Oke ...?''


Mika mengangguk seraya tersenyum.


Daniel berdiri hendak melangkah pergi, namun, sebelumnya dia pun mengecup kening, pipi, hidung dan yang terakhir bibir Mikaila mesra penuh kasih sayang.


Setelah itu, dia pun benar-benar keluar dari dalam kamar.


🍀🍀


Sementara itu, keadaan Richard kini semakin mengkhawatirkan, selain karena memang dia sudah tidak punya semangat untuk hidup, ternyata selama ini dia menyembunyikan penyakit yang dideritanya dari Daniel.


Hanya Ridwan saja yang tau kondisi Richard yang sebenarnya. Selain karena Ridwan adalah Asisten pribadinya, Richard juga sudah percaya sepenuhnya dengan pria yang sudah bekerja dengan Richard selama lebih dari 10 tahun itu.


Ridwan nampak sedang menghadap bosnya itu, dia berdiri di samping ranjang dimana Richard berbaring. Tatapan mata Ridwan nampak sayu menatap wajah Richard yang saat ini terlihat pucat pasi dan semakin kurus keriput.


''Gimana, apakah kamu sudah mendapatkan kabar tentang Dona?'' tanya Richard.


''Mohon maaf, bos. Aku sudah mencari kemana-mana, tapi wanita bernama Dona itu seperti menghilang di telan bumi, dia tidak ada dimanapun, bos.''


''Hmm ... Sebenarnya kamu dimana, Dona? Aku harap kamu baik-baik saja,'' lirih Richard ngerasa sedih.


''Bos, apa tidak sebaikanya bos jujur saja sama Daniel tentang keadaan bos yang sebenarnya? walau bagaimanapun, beliau harus tau, agar penyakit yang bos derita bisa segera di obati.''


''Gak usah, aku gak ingin membuat dia khawatir, aku ingin dia fokus dalam mengurus perusahaan, jika dia tau hal ini, itu hanya akan membuat pikirannya pecah, antara mengurus perusahaan dan memikirkan keadaan aku,'' jawab Richard membayangkan wajah Daniel.

__ADS_1


''Baiklah, kalau memang itu yang bos inginkan, aku hanya akan menuruti apa yang bos perintahkan,'' jawab Ridwan.


''Meskipun dia terlihat ketus, tapi aku yakin dia mengkhawatirkan keadaan aku sebenarnya, dia hanya tidak ingin aku melihat kekhawatiran yang dia rasakan.''


Ridwan terdiam mendengar ucapan bos besarnya itu.


''Hmm ... Aku minta kamu segera mencari keberadaan Dona, apa kamu lupa, Dokter mengatakan bahwa umurku tidak akan lebih dari lima bulan lagi? bahkan bisa kurang dari itu.''


''Jangan bicara seperti itu, bos. Aku ingin bos sehat lagi, selama ini bos selalu terlihat sehat dan gagah, kenapa sekarang bos tiba-tiba di vonis penyakit seperti itu? aku sungguh sedih mendengarnya, bos.'' Ujar Ridwan.


''Ha ... ha ... ha ...! Untuk apa aku hidup jika aku sudah tidak bisa lagi menikmati surga dunia? harta yang aku punya tidak ada artinya dan tidak akan bisa di bawa mati juga. Itu sebabnya aku sudah mempersiapkan surat wasiat dan akan membagikan semua yang aku punya kepada mereka yang berhak.''


''Daniel akan memimpin perusahaan, menjadi Direktur utama menggantikan aku, sedangkan Lusi, dia akan menggantikan posisi Daniel sebelumnya yaitu wakil Direktur. Dan aku juga menyisihkan 25% saham aku untuk kamu, Ridwan. Sebagai tanda terima kasih aku karena kamu sudah setia menemani aku selama aku hidup.'' Ujar Richard panjang lebar, membuat Ridwan merasa terharu.


''Aku sungguh berterima kasih, bos. Karena bos masih mengingat aku meskipun aku bukan siapa-siapa.''


''Siapa bilang kamu bukan siapa-siapa? kamu adalah orang yang paling aku percaya, kamu sudah aku anggap anakku sendiri, jadi kamu jangan pernah bilang bahwa kamu bukan siapa-siapa.'' Lirih Richard, dan Ridwan pun semakin merasa terharu.


Pria berusia 33 tahun itu, memanglah sudah menganggap Richard seperti ayahnya sendiri, terlepas dari kelakuan bejad yang dilakukan oleh Richard, bagi Ridwan, Richard tetaplah pria baik yang sudah dia layani selama ini.


''Tapi, bos. Bagaimana dengan Dona? apakah dia akan mendapatkan bagian juga? sama seperti Daniel atau lebih dari itu? Maaf jika aku bertanya di luar hak ku untuk bertanya, aku hanya penasaran aja,'' tanya Ridwan.


''Hmm ... Dona. Dia akan mendapatkan semua aset pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan harta Daniel, agar tidak ada pertikaian di kemudian hari. Seluruh aset pribadi aku, saham, properti, bahkan deposito serta seluruh tabungan aku yang jumlah keseluruhannya mencapai lebih dari 1 Triliun, semuanya akan aku berikan sama dia, agar bayi yang dikandungnya kelak bisa hidup tercukupi tanpa harus bekerja.''


Ridwan tercengang, selama ini dia memang tau bahwa bosnya itu kaya raya bergelimang harta, tapi dia tidak tau bahwa jumlahnya akan fantastis itu.


'Aku harus segera menemukan wanita yang bernama Dona itu,' ( Batin Ridwan )

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2