
Setelah acara pernikahan selesai di adakan, kini tinggalkan sepasang pengantin baru yang masih membereskan sisa acara yang membuat rumah mungil milik Mika berantakan.
Keduanya pun bekerja sama merapikan dan membenahi rumah tersebut, rasa lelah pun tidak lagi mereka rasakan karena keduanya ingin segera menyelesaikan pekerjaan tersebut dan beristirahat kemudian.
Daniel terlihat menatap tubuh ramping sang istri yang kini telah berganti pakaian menggunakan ligerie hitam tipis yang terlihat tembus pandang memperlihatkan bagian dalam tubuh yang meliuk begitu indahnya, dia sedang menyapu lantai dengan napas yang sedikit tidak beraturan karena kelelahan.
Daniel pun berjalan menghampiri, lalu memeluk tubuh ramping itu dari arah belakang, mengecup lehernya pelan seraya berbisik.
''Sudah hentikan, besok lagi kita teruskan, kasian kamu pasti capek ...'' bisik Daniel lembut.
''Bentar lagi, ini tinggal di buang aja, ko ...'' jawab Mika menghentikan gerakan tangannya.
''Sini biar aku yang terusin nyapu-nya, kamu duduk saja di situ,'' ucap Daniel, memangku tubuh istrinya, membawanya ke kursi.
''Gak usah, biar aku aja ...'' Mika hendak kembali meraih sapu.
''Stt ...! kamu pikir aku gak bisa nyapu ...?''
Mika terkekeh, lalu membiarkan suaminya itu meraih sapu lalu meneruskan pekerjaannya dengan sembarangan, bahkan debu-debu yang berserakan bukannya tersapu, malah semakin tercecer.
''Tuan muda yang tampan mana bisa nyapu lantai ...'' ledek Mika masih terkekeh.
''Sudah diam, tuan putri yang cantik duduk aja di situ, biar tuan muda-mu yang tampan ini menyelesaikan pekerjaan enteng ini, gak tau apa, tuan muda ini sebenarnya sudah gak sabar untuk kita bermalam pertama ...'' jawab Daniel mempercepat gerakan tangannya.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut, membuat Mika semakin mengencangkan suara tawanya, dia merasa geli melihat sang suami menyapu lantai dengan sembarang dan terburu-buru sehingga membuat lantai semakin kotor.
''Nah, selesai 'kan?'' ucap Daniel meletakan sapu.
''Selesai apaan ...? yang ada debunya semakin berterbangan kemana-mana tau.''
''Masa sih? Nggak akh ..."
"Kamu gak lihat? tuh debu-debunya masih ada di mana-mana ...''
''Ya udah, aku sapu ulang ...'' Daniel hendak meraih sapu.
''Udah gak usah, bisa diteruskan lagi besok ...'' larang Mika, berjalan menghampiri lalu memeluk tubuh Daniel dari arah belakang.
Mendapatkan pelukan hangat dari istrinya, membuat Daniel merasa begitu senang, dia pun memutar badan lalu balas memeluk tubuh ramping itu, mendekapnya erat seraya menc*umi tengkuknya lembut.
Daniel membaringkan tubuh sang istri di atas tempat tidur, dia melepaskan tautan bibirnya, lalu menatap wajah cantik Mikaila, memperhatikan setiap jengkal bentuk wajahnya yang masih terdapat sisa make up yang membuat kecantikannya memancar sempurna.
Dia pun merapikan helaian rambut sang istri yang sedikit menutupi bagian pipinya seraya tersenyum bahagia.
''I Love you, istriku ...''
Lirih Daniel dengan senyum manis yang mengembang di kedua sisi bibirnya.
__ADS_1
"I Love You To, Suamiku ..."
Jawab Mika, menarik kepala sang suami hingga bibir mereka pun kembali saling ditautkan. Daniel Mel*mat tiada henti bibir ranum istrinya.
''Akh ... suamiku, pelan-pelan ...'' lirih Mika men*esah.
Perlahan Daniel pun mulai menanggalkan satu-persatu helaian benang yang melingkar di raga molek sang istri, melemparkannya sembarang begitupun dengan pakaian yang dia kenakan, hingga kini keduanya polos tanpa penghalang apapun, siap untuk memulai pendakian.
''Argh ...'' sang istri pun mulai mengeluarkan suara de*ahan, membuat Daniel semakin ber*irah, dan mempercepat gerakan tubuhnya.
Keduanya pun saling bergulat, berputar dan bergoyang dengan hentakan yang berirama, diiringi dengan peluh dan keringat yang mulai membasahi raga keduanya seiring dengan panasnya permainan.
Daniel pun semakin merasakan ke*ikatan, dia memejamkan mata dengan bibir yang sedikit di buka, saat sang istri mulai aktif mengendalikan permainan.
Sampai akhirnya, raga keduanya pun bergetar hebat saat puncak keni*matan itu mereka dapatkan secara bersamaan, diiringi suara lenguhan panjang yang lirih terdengar dari bibir masing-masing, menandakan berakhirnya sebuah pendakian yang berhasil mereka dapatkan dengan kepuasan yang sempurna.
Mika terkulai lemas di atas raga polos sang suami, napasnya terdengar tidak beraturan, dengan keringat yang membanjiri seluruh raganya, Daniel pun memeluk erat raga polos sang istri lalu menutupnya dengan selimut tebal.
Perlahan, Mika mulai menjatuhkan diri dan berbaring tepat di samping sang suami, dengan napas yang masih tersengal-sengal dia menatap wajah Daniel yang terlihat begitu tampan sempurna di matanya.
''Terima kasih karena telah menerima aku apa adanya, terima kasih juga karena kamu masih sudi menikah dengan aku setelah apa yang aku lakukan padamu, sayang ..." lirih Mika, meletakan kedua telapak tangannya di rahang Daniel.
''Aku pun berterima kasih padamu, sayang. Aku sungguh bahagia, karena akhirnya, kamu telah menjadi istriku, mengakhiri kesedihan dan penderitaan yang selama ini aku rasakan, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu apalagi menyakitimu, mari kita memulai hidup baru dan melahirkan banyak anak untuk melengkapi rumah tangga kita. Aku mencintaimu, istriku ..." jawab Daniel mesra.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu, suamiku ..." jawab Mika mengecup pelan bibir sang suami.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹