
Mika tersenyum getir, mengingat masa lalu membuat dia sedikit merindukan semua itu, senyuman manisnya, ketulusannya dan juga limpahan perhatian dan kasih sayang yang selalu di berikan oleh mantan kekasihnya itu.
Tujuh tahun bersama, tidak mudah untuk dia bisa lupakan semua itu begitu saja, semua kenangan indah bersama Daniel masih terukir begitu dalam di dalam hati bahkan seperti telah menyatu dengan jiwa seorang Mikaila.
''Hey ...! Malah bengong lagi ...!'' Lusi menggoyangkan tubuh Mika, membuyarkan lamunannya.
''Oh, sorry aku ngelamun tadi ...'' Mika mengusap wajahnya dengan sedikit kasar, mencoba menyudahi lamunan panjangnya.
''Kamu lagi mikirin Daniel, ya ...?'' tanya Lusi sedikit meledek.
''Apa ...? Nggak ko, gak penting banget mikirin dia,'' Mika tersenyum sinis penuh kebohongan.
''Lalu, apakah kamu sudah benar-benar melupakan dia?''
''Melupakan ...? tentu saja, aku sudah memiliki suami, untuk apa aku masih memendam rasa kepada laki-laki lain, itu sama saja kalau aku istri yang tidak setia.''
''Bohong, mulut kamu memang bicara seperti itu, tapi matamu, sama sekali mengatakan hal lain, kamu pikir aku bodoh?''
''Apa kelihatan jelas ...?''
''Banget, sangat jelas, tatapan mata kamu menyiratkan bahwa kamu belum melupakan dia dan rasa itu masih tersimpan di tempat spesial di dalam hati kamu, benar apa betul ...?''
''Dih, dasar, apa kamu paranormal, yang bisa menebak isi hati orang?''
''Tapi dugaan aku benar, kan?''
Mika terdiam lalu menunduk, dia sama sekali tidak bisa lagi berbohong, sekeras apapun mengelak dia tetap saja tidak bisa menyembunyikan rasa itu, rasa yang telah menemani hidupnya selama tujuh tahun, meski akhirnya, di harus merelakan rasa cinta itu, dan menghabiskan sisa hidupnya dengan laki-laki lain.
''Entahlah, aku sudah berusaha, tapi ternyata sulit, sulit melupakan dia, meski berusaha sekeras apapun, aku tahu orang lain pasti akan menganggap aku wanita rendah, karena masih memelihara perasaan cinta yang seharusnya sudah aku buang jauh-jauh.'' Mika sedikit tersenyum menahan rasa getir.
''Aku yakin, kamu pasti akan bahagia meski bukan bersama Daniel, Om Richard orangnya baik, ko. Dulu dia memperlakukan mendiang Tante dengan sangat spesial, bahkan di perlakukan bak seorang Ratu, tapi sayang, maut harus memisahkan merek berdua.'' Lusi menatap ke arah luar, melayangkan tatapan kosong mengingat sosok Tante Adriana, yang merupakan ibu kandung Daniel.
''Kepadaku juga begitu, Mas Richard sangat perhatian dan selalu menghujani aku dengan limpahan kasih sayang, namun, aku masih mencoba untuk mencintai dia.''
__ADS_1
''Mencoba ...? Itu artinya kamu sama sekali belum men-'' Lusi menghentikan ucapannya.
''Begitulah, kamu pasti ngerti, pernikahan karena perjodohan pasti membutuhkan waktu untuk bisa saling mencintai, tapi aku akan terus berusaha mencintai dia, meski membutuhkan waktu yang lumayan lama.''
''Oke ... Wah ... Aku sampai terharu mendengar semua cerita kamu, sungguh. Tadinya aku pikir kamu wanita yang gila harta, yang rela meninggalkan pacarnya demi menikah dengan pria kaya, tapi ternyata, ada cerita haru di balik pernikahan kamu ini,'' ucap Lusi sedikit tertawa dan merasa sedih seolah kedua rasa itu datang secara bersamaan.
''Ngebahas itunya udahan, akh. Otakku jadi melayang ke masa lalu karena kita terus membicarakan dia, sadar Mika sadar ...'' Gerutu Mika memukul kedua sisi pipinya menggunakan telapak tangan dengan mata yang di pejamkan.
Tanpa mereka sadari bahwa, sedari tadi Daniel juga berada di sana, berdiri di belakang tembok dan mendengarkan semua yang dibicarakan oleh mereka berdua.
Dia pun terlihat menyandarkan kepalanya di tembok, dengan mata yang melihat ke depan, merasa bergetar tatkala kembali mengingat masa lalu yang penuh dengan perjuangan, untuk bisa mendapatkan cinta gadis yang bernama Mikaila, tanpa dia sadari bahwa, waktu yang dia habiskan selama tujuh tahun ini hanya untuk menjaga jodoh ayahnya sendiri.
Flash Back
8 Tahun Yang Lalu.
Siswa yang bernama Daniel Mananta, harus menelan kekecewaan karena baru saja di tolak oleh gadis yang bernama Mikaila, penolakan gadis itu sungguh membuat hati Daniel patah, karena dia sudah memiliki harapan yang besar bahwa dirinya akan diterima oleh gadis itu, namun, kenyataan tidak sesuai dengan harapan, gadis yang dicintainya itu menolak cintanya mentah-mentah.
Daniel pun nampak duduk sendiri, di meja yang terletak di barisan paling belakang, dengan ditemani minuman non Alkohol lengkap dengan camilan, dia pun menyanggah kepalanya dengan kepalan tangan, kembali membayangkan gadis yang telah menolak cintanya.
Apa yang kurang dari seorang Daniel sebenarnya? Tampan, populer dan tentu saja punya banyak uang, namun, semua itu sama sekali tidak membuat gadis yang menjadi cinta pertamanya itu sudi menerima cintanya.
Akh, hati Daniel kembali merasakan rasa sakit, sakit yang tidak berdarah yang seolah menyayat salah satu organ di dalam tubuhnya.
Dia pun menyudahi lamunan dan membenarkan posisi duduknya, sampai akhirnya terdengar suara pembawa acara di atas panggung, yang memanggil nama penyanyi yang akan menghibur pengunjung cafe malam ini.
"Selamat malam semuanya, malam ini, kita akan mendengarkan suara lembut dari seorang penyanyi cantik yang bernama Mikaila Anastasia, semoga kalian terhibur dan betah berada di cafe ini."
Terdengar suara pembawa acara menggema di seisi ruangan, membuat semua yang ada di sana bertepuk tangan diiringi suara siulan, tatkala penyanyi yang panggil pun naik ke atas panggung.
Daniel pun terkejut bukan kepalang, karena dirinya merasa, nama penyanyi itu sama persis dengan gadis yang baru saja menolak cintanya, dia berdiri untuk memastikan, dan senyuman pun mengembang dari kedua sisi bibirnya, karena tebakannya memanglah benar, penyanyi itu benar-benar Mika yang sama, namun dengan penampilan yang sangat berbeda.
Gadis yang saat ini berdiri di atas sana, tidak terlihat seperti siswa sekolah, dia mengenakan dress pendek berwana hitam, lengkap dengan high hills dengan warna senada.
__ADS_1
Wajahnya pun di poles dengan make up yang sedikit tebal, dengan rambut yang di gerai panjang memenuhi punggungnya, sehingga, penampilan seorang Mika benar-benar terlihat seperti wanita dewasa dengan kecantikan yang paripurna.
Alunan lagu pun perlahan terdengar, dengan suara yang begitu indah dan lembut di dengar, dia melantunkan lagu yang berjudul 'Cinta Sampai Mati'.
🎶Duhai engkau sang belahan jiwa
Namamu terukir dalam pusara
Di setiap langkah selalu berdoa
Semoga kita bersama
🎶Duhai engkau tambatan hatiku
Labuhkanlah cintamu di hidupku
Ku ingin kau tahu betapa merindu
Hiduplah engkau denganku
🎶Dengarkanlah
Di sepanjang malam aku berdoa
Bersujud dan selalu aku meminta
Semoga kita bersama
Tanpa sadar, Daniel pun larut dalam lantunan suara merdu yang keluar dari bibir indah Mikaila.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers, terima kasih ❤️❤️❤️
__ADS_1