Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
(Masih) Flash Back


__ADS_3

Daniel masih dalam keadaan berdiri, menatap seolah tanpa berkedip wanita yang saat ini sedang melantunkan lagu dengan suara indah serta lembut di dengar.


Setiap bait yang terdengar seolah benar-benar menggambarkan perasaan dirinya saat ini, hingga tanpa sandar, bibirnya pun ikut benyanyi pelan, meresapi setiap untaian kata yang terangkai di setiap liriknya.


Dia sama sekali tidak menyangka bahwa, Mika adalah seorang penyanyi cafe, padahal umurnya masih genap 16 tahun, umur yang masih remaja dimana kebanyakan dari mereka sedang asik-asiknya menikmati masa muda.


Tapi sepertinya, hal itu tidak berlaku untuk gadis yang bernama Mikaila, di usia yang masih remaja ini, dia harus mencari nafkah, dengan bernyanyi dari cafe ke cafe, demi memenuhi kebutuhan dirinya dan juga sang ayah yang sedang dalam keadaan sakit.


Suara riuh tepuk tangan pun terdengar, seiringan dengan selesainya lagu yang dinyanyikan oleh Mika. Kini, dia hendak menyanyikan lagu kedua, namun, musik pun seketika berhenti saat seorang pria yang sepertinya sedang mabuk berat tiba-tiba saja naik ke atas panggung dan menggoda dirinya, dia bahkan mencolek dan mengelus pipi mulus Mika, namun, gadis itu segera menepisnya dengan sedikit kasar.


Tidak terima wanita yang sukai'nya di perlakuan seperti itu, Daniel pun berjalan ke arah panggung lalu naik ke atasnya, dan tentu saja, dia melayangkan bogem mentah kepada laki-laki yang saat ini sedang menggoda Mikaila.


Buk ...


Tinju seorang Daniel, tepat memegangi wajah pria tersebut, tidak terima, pria itupun bangkit lalu membalas pukulan Daniel, suara pun terdengar riuh seketika, namun, tidak ada satupun yang memisahkan perkelahian mereka.


Mika hanya bisa melipir tanpa bisa berbuat apapun, karena dia sama sekali belum menyadari bahwa, laki-laki yang menolongnya adalah Daniel. Sampai akhirnya, matanya pun menatap dengan seksama pria tersebut, yang saat ini sedang berada di bawah kungkungan lawannya.


Dia pun membulatkan bola matanya seketika, saat mengenali pria yang menolongnya saat ini adalah Daniel, dirinya merasa terkejut sekaligus terkesima, sampai akhirnya, pihak keamanan pun datang dan melerai mereka berdua.


Kini, tubuh Daniel dan pria mabuk itu sama-sama di pegang oleh pihak keamanan, seraya di seret keluar dari dalam cafe, karena telah membuat kegaduhan dan ketidaknyamanan bagi pengunjung yang ada di sana.


Mika pun segera berlari menyusul, meninggalkan pekerjaannya begitu saja, karena dirinya merasa khawatir kalau kedua orang itu akan meneruskan perkelahian mereka di luar sana, dan benar saja, sesaat setelah mereka berdua sampai di luar cafe, Daniel segera mencengkeram pria tersebut dan hendak kembali memukulnya.


Secepat kilat, Mika segera memeluk tubuh Daniel dari arah belakang, melingkarkan lengannya di perut datar pria itu sehingga, dia pun menghentikan gerakan tangannya seketika itu juga.

__ADS_1


Sementara itu, laki-laki yang sedang mabuk parah tadi pun segera berlari sempoyongan bahkan tubuhnya sempat jatuh ke atas aspal.


''Cukup, Daniel. Apa yang sedang kamu lakukan, hah ...?'' tanya Mika melepaskan pelukannya.


Daniel pun berbalik lalu menatap wajah wanita yang sangat di sukai'nya itu, yang kini berada sangat dekat dengan dirinya, membuat jantung Daniel pun berdetak tidak berirama, merasa gugup seketika.


''Aku tuh tadi nolongin kamu, ko jadi kamu yang marah, kalau gak ada aku, pria brengsek itu pasti sudah ngapa-ngapa kamu, tau ...?''


''Tapi tetap saja, aku bakal kehilangan pekerjaan aku sekarang, ini adalah satu-satunya mata pencaharian aku, ladang aku untuk mencari nafkah.''


''Mika ... Mika ... Dengerin aku, kamu masih muda, masih remaja, kenapa kamu harus capek-capek nyari nafkah? nyanyi di cafe pula, emangnya gak ada pekerjaan lain, apa?''


''Terus aku harus bekerja dimana lagi, hanya ini satu-satunya pekerjaan yang bisa aku lakukan, menyanyi di malam hari, kamu tau sendiri, kan. Kalau siang aku harus sekolah.''


''Sekarang aku harus bagaimana, Daniel? hiks hiks hiks ...'' tanya Mika sedikit terisak.


''Aku minta maaf, aku sama sekali gak bermaksud untuk membuat kamu kehilangan pekerjaan kamu, aku hanya tidak terima, gadis yang aku cintai, di sentuh bahkan di colek oleh laki-laki lain.''


Kali ini Mika yang terdiam, sepertinya, dia menangkap sedikit ketulusan dari kata-kata yang keluar dari mulut Daniel, namun, kata-kata cinta itu bagai sebuah sampah bagi seorang Mika, sampah yang akan di buang begitu saja apabila sudah tidak lagi berguna di dunia, seperti yang terjadi dengan sang ayah, di tinggalkan begitu saja oleh ibu kandungnya, saat ayahnya tersebut sudah tidak bisa lagi mencari nafkah.


''Mikaila, aku sungguh mencintai kamu, aku gak rela kalau kamu harus banting tulang mencari nafkah seperti ini,'' lirih Daniel meraih pergelangan tangan Mika, lalu menggenggamnya erat.


''Terus aku harus bagaimana? aku bukan kamu, yang jika membutuhkan uang tinggal merengek dan minta sama orang tua kamu, ayah aku gak kerja, dan dia juga sakit-sakitan, itu sebabnya, aku membutuhkan pekerjaan ini agar aku bisa tetap sekolah dan menjalani setiap harinya tanpa kelaparan,'' jawab Mika mulai menaikan nada suaranya.


Daniel tertegun, jadi begitu ...? batin Daniel benar-benar merasa sakit mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Mika barusan, ternyata dunia ini begitu kejam, mengapa gadis cantik yang sangat di sukai'nya ini, harus menjalani kehidupan yang sangat menyedihkan?

__ADS_1


Daniel pun meraih tubuh ramping Mika, lalu memeluknya erat, sangat erat hingga membuat tubuh Mika terasa hangat berada di dalam dekapan laki-laki tampan dengan sejuta pesona bernama lengkap Daniel Mananta itu.


''Jadilah pacar'ku, aku janji, tidak akan membiarkan kamu kelaparan, aku juga janji akan membiayai sekolah kamu, bahkan jika kita lulus nanti, kita bisa kuliah di universitas yang sama, tanpa kamu harus memikirkan biayanya, ya ...?'' lirih Daniel semakin mengeratkan pelukannya.


''Maaf aku tidak bisa, Daniel. Aku tidak ingin menjadi parasit yang menggantungkan hidupnya dari pohon besar, aku ingin menjadi pohon itu sendiri, yang bisa berdiri tegak meski badai terus menghantam tiada henti, jadi, kamu simpan saja perasaan cinta kamu ini, untuk cewek matre yang benar-benar membutuhkan uang kamu,'' jawab Mika melepaskan pelukannya, lalu pergi meninggalkan pria bernama Daniel itu, yang kini nampak diam mematung, karena kembali menelan rasa kecewa.


'Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau menerima cinta aku, Mika?' (Batin Daniel)


Dia pun menatap punggung Mika yang perlahan pergi menjauh, menatapnya lekat, sampai tubuh mungil itu menghilang di telan kegelapan.


Flash back and


Daniel mengusap wajahnya dengan sedikit kasar, membayangkan masa lalu membuat hatinya sedikit bergetar, dia pun menarik napas panjang lalu menghembuskan secara perlahan, mencoba menata kembali pikirannya yang sempat melayang.


Akhirnya, dia pun memutuskan untuk menghampiri Mika dan juga Lusi yang sedang asik berbincang. Dia berjalan pelan, dengan wajah yang sedikit cengengesan.


''Hayo, kalian lagi ngomongin aku, ya ...?'' tanya Daniel.


Dengan tangan yang menarik kursi makan, lalu duduk di kursi tersebut, tepat di depan Mika, membuat Mika kini menatap wajah anak tirinya itu dengan seksama dan begitu lekat, hingga dia pun tidak berkedip sama sekali.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers, terima kasih ❤️❤️❤️


.

__ADS_1


__ADS_2