Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Kecewa


__ADS_3

Daniel terkejut dan membulatkan bola matanya seketika, saat bibir lembut Mika begitu hangat menyentuh bibirnya, dia sama sekali tidak menyangka kalau dia akan mendapatkan sebuah kecupan.


''Apa ini cukup, untuk menjawab pertanyaan kamu itu?'' bisik gadis cantik itu sesaat setelah dia melepaskan kecupan kecilnya.


Daniel tersenyum senang, kini dia kembali menarik kepala Mikaila, menempelkannya kembali di bibir dirinya membenamkannya begitu dalam, saling menyesap dan berputar dengan mata yang di pejamkan. Sampai akhirnya, mereka melepaskan tautan bibir masing-masing.


''Apa itu artinya, kamu menerima cinta aku?'' bisik Daniel, masih dengan wajah yang berada sangat dekat.


Mika mengangguk seraya tersenyum kecil.


''Kamu serius ...?''


Mika pun kembali menganggukkan kepalanya.


''Yeeeey ....''


Daniel seketika langsung bersorak kegirangan, dia berteriak bahkan berjingkrak merasa senang, karena akhirnya setelah selama satu tahun mengejar gadis ini, dia kini di terima jadi pacarnya.


''Makasih, Mika. Makasih karena telah menerima cinta aku, aku janji akan setia, dan gak akan pernah mendua,'' ucap Daniel dengan napas yang sedikit tersengal-sengal.


''Iya, aku percaya sama kamu.''


''O ya, tunggu sebentar.''


Daniel merogok saku celana, lalu mengeluarkan ponselnya.


''Mau ngapain?''


''Kita berfoto dulu, hari ini adalah hari bersejarah, aku akan mengabadikannya dan menyimpannya buat kenangan-kenangan.''


Daniel pun duduk tepat di samping Mika, berada sangat dekat, lalu berpose bersama dengan tersenyum begitu manisnya.


Flash back and


Mika pun tersenyum getir, mengingat masa lalu membuat hatinya sedikit teriris, namun, semua itu tetaplah masa lalu, meski terasa indah namun, tetap saja, sebentar lagi dia akan mengemasnya lalu membuangnya jauh-jauh.


Kini, dia menatap lekat wajah Daniel dan dirinya yang masih terlihat remaja di Poto tersebut, meraba setiap jengkal permukaan Poto tersebut, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


'Apakah kamu sudah benar-benar pergi sekarang? aku berharap dan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu, semoga kamu bisa mendapatkan wanita yang baik dan mencintai kamu dengan tulus, Daniel ...'

__ADS_1


Lirih Mika, lalu menyeka air mata yang kini mulai berjatuhan.


''Sedang apa kamu di sini, Mika?''


Tiba-tiba saja terdengar suara Richard, berdiri tepat di depan pintu kamar, menatap tajam ke arah Mikaila.


Mika pun terkejut, dia segera berdiri dan menyembunyikan Poto tersebut, meremasnya dan meletakkan tangannya di belakang punggung, wajahnya pun terlihat pucat pasi, tidak menyangka kalau suaminya itu akan berada di sana sekarang.


''Eu, anu, Mas. Aku-'' Mika terbata-bata tidak tahu harus berkata apa.


Richard pun berbalik, dan tidak mengatakan apapun lagi, wajahnya terlihat begitu kecewa, bahkan dia pun mengepalkan tangannya, lalu berjalan keluar dari dalam kamar.


''Mas, dengerin penjelasan aku dulu,'' Mika berlari mengejar.


Tidak menghiraukan panggilan istrinya, dia pun segera menekan tombol lift, dan masuk kedalamnya segera setelah lift itu terbuka, sedetik kemudian, lift pun meluncur ke lantai atas.


'Apa tadi Mas Richard melihat semuanya?' ( batin Mika )


Dia segera menekan kembali tombol lift tersebut, masuk kedalamnya, dan lift pun naik ke lantai empat.


Tut ...


Mika berlari keluar dari dalam lift dan mencari sosok suaminya.


Mika berteriak memanggil suaminya, berjalan ke dalam kamar dan menatap sekeliling.


"Kamu pikir aku tidak tahu, hah ...?"


Teriak Richard, suaranya menggema di seisi ruangan hingga memantul di udara. Dia berdiri di dalam kamar, dengan tangan yang di kepalkan, dan wajah yang memerah menahan rasa amarah.


"Maksud Mas apa?"


"Kamu pikir, kamu bisa membodohi Mas selamanya, Mas tidak sebodoh yang kamu kira Mika, Mas sungguh kecewa sama kamu."


''Apa mas sudah tahu semuanya?'' lirih Mika, dengan genangan air mata yang telah memenuhi kelopak matanya.


"Iya, dari awal Mas tau semua, sejak malam pertama kita, tapi Mas mencoba menahannya, berharap bahwa kamu akan melupakan dia, tapi apa? sekarang kamu berada di kamarnya, bahkan menangisi kepergian dia. Mas pikir kamu wanita baik-baik, tapi ternyata dugaan Mas salah. Padahal Mas mencintai kamu, tulus ...!''


''Mas, aku minta maaf, aku sama sekali tidak tahu kalau ternyata Mas adalah ayah Daniel, sungguh ...''

__ADS_1


''Kamu perempuan murahan, kamu tidak ada bedanya dengan wanita ****** yang ada di luaran sana, Mas sungguh kecewa sama kamu, setelah apa yang sudah Mas berikan, dan limpahan kasih sayang yang Mas tunjukan, namun, kamu malah mengecewakan Mas seperti ini.''


''Mas, aku minta maaf sungguh, aku sudah melupakan dia, dan aku sudah berjanji akan setia dan menjadi istri yang baik untuk kamu.''


''Mas tidak percaya lagi dengan apa yang kamu ucapkan, sekarang lebih baik kamu pergi dari sini, Mas jijik melihat kamu,'' teriak Richard, geram.


''Tapi, Mas ...?''


Tangis Mika pun pecah, suami yang biasanya bersikap lembut dan penyayang, kini telah berubah kasar bahkan mengusir dirinya, dia pun tidak bergeming, diam mematung dengan ditemani air mata yang kini mulai berjatuhan.


''Kenapa kamu diam saja? cepat pergi dari rumah Mas,'' suara Ricard semakin menggema.


Dia berjalan mendekat lalu menarik pergelangan tangan istrinya dengan sangat kasar, bahkan kini, dia pun menyeretnya masuk ke dalam lift, dengan wajah yang terlihat geram.


Tut ...


Seketika lift terbuka, dan Richard kembali menyeret tubuh Mika membawanya masuk ke dalam sana.


Tut ...


Lift pun kembali tertutup rapat.


''Mas aku mohon jangan usir aku dari sini, aku tidak tahu harus kemana lagi jika aku keluar dari sini,'' Mika memohon dengan linangan air mata.


Plak ...


Tamparan pun mendarat di pipi Mikaila, membuat Mika benar-benar terkejut sekarang, dan membungkam mulutnya tidak mengatakan apapun lagi.


Sesaat kemudian, pintu lift terbuka, dan mereka pun tiba di lantai dasar, Richard kembali menyeret tubuh istrinya, membawanya keluar dari dalam rumah, dan membanting tubuhnya keluar, hingga Mika pun tersungkur di teras rumah.


''Pergi kamu dari sini, Mas akan segera mengurus perceraian kita, apa kamu sadar, kamu bukan hanya menyakiti hati Mas, tapi juga hati putra kesayangan Mas,'' teriak Richard.


Mika hanya terdiam, tidak ada gunanya lagi dia mengiba, toh keadaan akan tetap sama, suami mana yang akan sudi menerima istrinya yang ternyata adalah mantan kekasih putranya, bahkan, sepertinya suaminya itu pun sudah tahu tentang apa yang dia lakukan di malam yang seharusnya dia habiskan dengan suaminya.


Mika pun bangkit dan berdiri, tanpa sepatah katapun dia pergi meninggalkan rumah besar bak istana itu.


Blug ...


Pintu pun di banting dengan begitu kerasnya oleh Richard. Dengan langkah yang gontai, perlahan dia mulai, berjalan, meninggalkan istana besar itu.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers, terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2