
7 tahun kemudian.
Karena ini hari minggu, maka si kembar banyak menghabiskan waktu di depan televisi. Ya.. mereka adalah anak-anak Glesty yang diberi nama Arles (si ganteng dan rupawan) dan Lean (si cantik imut).
Glesty dan keluarga kecilnya kini tinggal dirumah baru yang mereka cicil secara patungan (Glesti, Leon dan Lea), sebuah rumah minimalis sederhana yang tentunya sudah lebih dari cukup bagi mereka. Rumah ini memiliki 4 kamar, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga dan 1 dapur kecil, serta dilengkapi dengan kamar mandi dan Toilet juga.
Leon dan Lea kini masing-masing telah lulus kuliah, dan bekerja ditempat yang mereka sukai. Lea sebagai perawat dan bekerja di sebuak Klinik milik temannya. Sedangkan Leon, yang memang tadinya kuliah pada jurusan Managemen Bisnis kini berkarir di salah satu perusahaan ternama di Kota J.
Mamaa... Mama.. Kesini! Lihat itu siapa yang ada di TV! Suara Arles menggelegar di seluruh rumah.
"Kenapa sayang? Glesti mendekat ke arah anaknya yang begitu hebohnya.
"Tu ma.. Ada onty Le! sambil menunjuk ke arah televisi yang sedang menyala.
Hah? Lea? (menutupi mulutnya dengan kedua tangan). Tentu saja Glesty terkejut dengan apa yang dilihat dan ia dengar. Diberitakan bahwa model baru bernama Alina dikabarkan dekat dengan putra seorang pengusaha sukses, yakni Devan (29). Namun, bukan berita kedekatan itu yang menjadi masalahnya. Glesty hanya tidak percaya bahwa adiknya disebut sebagai seorang model. Dan saat ini, Glesty sangat ingin melontarkan banyak pertanyaan kepada Lea. Dia merasa sangat marah dan kecewa terhadap adiknya.
Di tempat lain.
__ADS_1
Huaaakakakakakakak. Leon sedang terbahak-bahak sambil memegang perutnya. Bagaimana tidak, Leon saat ini juga sedang menonton televisi dan melihat Lea disana.
"Bagaimana mungkin si kunyuk itu bisa terlihat sangat cantik, berwibawa dan elegan? (Leon). Lea yang ia kenal selama ini adalah gadis cuek, manja dan jarang mengurus diri. Leon pun mengambil ponselnya.
\=\=\=\=\=
"Aduuh, gimana ini?? Bagaimana jika kakak melihat semuanya? aaahhh, mati aku" (Lea). Kak Leon, ya.. aku harus menelfonnya. Lea kini sedang panik. Dia sangat takut akan reaksi kakaknya saat mengetahui profesi barunya tersebut. ( Kakak yang dimaksudkan Lea tentu saja itu Glesty. Tidak mungkin Leon). hahha..
Saat hendak mencari kontak Leon, nama Leon muncul di layar smartphonenya menandakan panggilan masuk. Tidak ingin membuang waktu, Lea segera menjawab.
Leon: Halo adik kecilku, jadi kau sudah punya pacar? Kau terlihat sangat lucu berada disampingnya. hahahaha.
Lea: iiiiih kakak. Jangan membuat moodku rusak. Berhenti meledekku. Jika tidak aku akan.....
Leon: eit eit eit tunggu. Hehehe. Iya.. jangan khawatir! Aku akan membantumu menghadapi kakak.
Lea: (Hebat ya kak Leon mengerti apa yang ingin ku katakan). Baiklah jika begitu, temani aku pulang sekarang juga!
__ADS_1
Leon: (tengah berfikir sambil memegang keningnya). Baiklah! Tunggu disana, aku akan menjemputmu).
\=\=\=\=
Kota Paris.
Maaaa... Papaaaa...
Seorang gadis cantik tengah berlari masuk ke dalam rumah bak istana milik keluarganya.
"Ada apa tuan putri? (nyona besar)
"Kakak... kakak..
deg.. nyonya besar yang adalah ibunya Arland itu sontak berdiri dari tempat dudukya. "Ada apa dengan kakakmu Angel? (panik)
Kakak... kakak... Ma... Kakakku Kak Arlan......
__ADS_1