
Hai.... Balik lagi nih, maafkan karena author baru sempat up🙏
______
Ada rasa kecewa dalam hati Arles terhadap Arland. "Paman telah mengecewakanku. Paman mengabaikanku saat ku panggil papa." Arles melepas paksa tangan mamanya yang ada di genggaman Arland. "Ayo mama..." Ucap Arles dengan ekspresi datarnya.
Dari ujung sana, wajah omanya Aurel tampak sedih atas sikap Arles. meskipun ia tidak tahu apa yang dibicarakan ketiga orang itu, tapi ia masih bisa melihat kesedihan diwajah putranya, atas sikap bocah tampan itu.
"Sayang, kamu pasti cucu oma. Tapi omalah yang telah meninggalkanmu. Membuangmu dan ibumu." Lirih oma. Aurel hanya bisa memeluk omanya yang terlihat sangat sedih saat ini.
Arles melangkah dan tetap memegang tangan mamanya. Seolah dialah orang tua disini, yang membawa putrinya pergi dari hadapan pria yang menyukai putrinya.
Seorang gadis kecil nan imut, turun dari taxi. Dengan langkah pasti ia berlari menghampiri mama dan juga Arles, kakaknya. Gadis kecil itu seperti biasa hanya bisa memperlihatkan senyuman manisnya. Gadis kecil itu tentunya si imut Lean.
Melihat Arles menggandeng tangan mamanya, Lean pun mengambil tangan Glesty yang satunya lagi. Namun, tiba-tiba Lean berhenti melangkah. Benar saja, seseorang yang sangat ia rindukan ternyata sedang berada di jarak yang sangat dekat dengannya saat ini. Lalu, tak disangka ia melepas begitu saja tangan Glesty dan berlari kearah Arland.
Arles dan Glesty melihat itu dengan ekspresi yang berbeda. Terlihat Glesty mengerutkan kedua alisnya, sedangkan Arles, boca itu menarik nafasnya berat. Sebenarnya Arles sangat ingin menahan langkah kaki adik kembarnya itu, namun kini sudah terlambat. karena Lean kini sudah memeluk erat Arland. Demikianpun dengan Arland. ia melakukan hal yang sama dengan cara memeluk tubuh mungil bocah imut itu. Dapat terbaca bahwa mereka keduanya sedang saling melepas rindu.
"Sedekat itukah anak - anakku dengan ayahnya selama ini?" Glesty hanya bisa membatin.
Beberapa detik kemudian, muncul sekelibat bayangan masalalu dikepala Glesty, yang mengingatkannya tentang peringatan dari orang tua Arland saat memintanya meninggalkan suaminya itu lebih dari 7 tahun lalu.
"Tidak, ini tidak bisa terjadi. Anak-anakku tidak boleh mengenalnya lebih dekat lagi." Saat ini Glesty merasa sangat panik..
Arles yang memahami bahwa ibunya sedang gusar hati, meskipun ia tidak memgetahui apa yang tengah dipikirkan oleh Glesty, ia menyadari ketidaknyamanannya dari ibunya, ia segera memanggil Lean.
"Lean." Yang dipanggil pun menoleh dan melepaskan pelukannya dari Arland.
Bocah imut itu seketika menyadari tatapan aneh dari kedua orang yang sangat disayanginya itu. Lean lalu berpamitan pada Arland dengan cara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Arland tidak menyia-nyiakan wktunya. Ia tetap mengikuti langkah ketiga orang itu, hingga sampailah Glesty dan kedua anaknya di parkiran khusus roda 2 rumah sakit tersebut.
"Glesty, ayo biar kuantar kalian bertiga. Tidak aman jika kamu mengendarai motor disaat....."
"Mohon maaf, tapi saya sudah terbiasa mengendarai motor dalam kondisi apapun." Glesty berbalik menghadap Arland yang ternyata masih mengikuti mereka. Glesty pun melangkah mendekat ke arah Arland, agar anak-anaknya tidak mendengar apa yang akan dia katakan pada pria itu. Glesty merasa harus tegas terhadap orang ini.
"Tolong jangan ikuti kami terus. Anak-anakku bisa saja bingung dengan kehadiranmu dan sikapmu. Dengar yah, aku saat ini sangat ingin marah padamu tapi aku tidak mau memperlihatkannya didepan anak-anakku. Aku tidak tahu sedekat apa kau dengan mereka, tapi ku peringatkan ya, tolong jangan dekat-dekat dengan anak-anakku." Tegas Glesty pada Arland.
"Gles, dengarkan aku. Aku hanya khawatir pada kalian. Jangan keras kepala."
"Kau tidak perlu repot-repot mengkhawatirkan kami."
"Gles, tapi aku ingin bertanya banyak hal padamu. Tolong beri aku waktu."
"Tidak. Arland, tlg jangan tanya apapun. Tolong jangan tanya apapun padaku. Saat ini, aku sedang tidak ingin menjawab pertanyaan."
"Tapi Gles, aku...,"
__ADS_1
belum selesai Arland bicara, Glesty sudah menjauh darinya."
Glesty segera mengambil kunci motornya lalu menaikinya. memang agak susah membawa motor saat pakaian yang ia kenakan saat ini sangat tidak tepat.
"Ayo sayang, kita jalan."
Lean tadinya akan menaikkan satu kakinya, namun ia ditahan oleh Arles.
"Lean, gantian yah, aku didepan dan kamu dibelakang.
"Arles, ada apa lagi? kenapa tiba-tiba minta duduk di boncengan depan? Biasanya juga kamu di belakang. Kamukan badanny lebih besar."
"Tapi ma, aku maunya didepan."
Glesty merasa bingung, ada apa dengan putranya ini. Tidak tega mengabaikan kemauan putranya itu, Glesty pun mengiyakannya.
"Daripada lama-lama dihadapan laki-laki ini, lebih baik turuti saja maunya Arles." batinnya.
Karena Arles memiliki postur tubuh yg terbilang besar, membuat Glesty kesusahan memgatur posisi duduknya karena hanya mengenakan daster yang sedikit mini. Alhasil, paha mulusnya sedikit terekspose. Arland merasa sedikit geram melihat pemandangan dihadapannya saat ini.
"Dasar keras kepala." Gumam Arland, dan tentu saja Glesty tidak mendengar.
"Dulu kau sangat penurut. Tapi sekarang kau bahkan berani mengabaikanku? Kau banyak berubah Glesty."
"Kalian bertiga tidak akan ku lepaskan. Aku akan membuat kau dan kedua anakmu itu menjadi milikku." Arland berlari ke arah mobilnya untuk membututi motor yang membawa Glesty dan dua anaknya.
Didalam mobil, Arlan mengambil ponselnya yang sedang berdering. "Halo Van ada apa?" Ternyata yang menghubunginya ialah Devan.
Arland memijat keningnya. "Aku sedang menyetir saat ini. kalau sempat, aku akan datang. Apa kau sudah mengabari mama papa?" Arland menghentikan mobilnya secara tiba-tiba Ia baru ingat jika dirinya meninggalkan mama dan Aurel dirumah sakit.
"Oh, aku sudah mengabari bunda sama ayah dua hari yang lalu." Jawab Devan.
tuuuut tuuut tut.. sambungan telpon terputus.
Arland segera menghubungi no ponsel sang mama.
.
.
\=\=\=\=\=\=
Perjalanan ke Kota B.
Lea dan Devan sedang dalam perjalanan ke kota B. Malam ini akan menjadi salah satu malam special bagi mereka berdua. Devan dan Lea sudah berkomitmen untuk mempertemukan kedua belah pihak keluarga masing-masing malam ini juga.
Keduanya juga terlihat menautkan tangan, seakan takut jika harus terlepas. saling melempar pandangan, tersenyum tak henti-hentinya sepanjang perjalanan.
__ADS_1
Dibalik senyum yang keluar dari bibir keduanya itu, tersimpan banyak teka teki. Keduanya saling berkata-kata dalam diamnya.
Devan sepertinya merencanakan sesuatu yang tak terduga. Sedangkan Lea, ia tak henti-hentinya berdoa dalam hatinya, supaya Devan tetap bisa menerima dirinya setelah ia mengatakan hal sebenarnya dibalik awal mula pertemuan mereka.
"Baiklah, sebelum Devan bertemu dengan kakak, aku harus kasih tau yang sebenarnya. Setelah ini, kita akan tahu, gmana tanggapan dan reaksi dia." gumam Lea, dalam hati.
"Sayang,"
"Hmmm?" Jawab Devan, hanya degan lirikan singkat.
"Ada yang mau aku bilang ke kamu." Lea menggigit bibirnya, karena merasa gugup.
"Apa itu? Nanti saja ya sayang!" Tukas Devan.
"Tapi aku harus mengatakannya sekarang juga."
"Oke, ayo bilang sekarang."
"Em.. begini, mungkin setelah kamu dengar ini, kamu akan.."
Lea terpaksa menghentikan kata-katanya karena Devan harus menjawab deringan ponselnya. Dan ternyata, Devan sedang dihubungi oleh bundanya.
"Maaf sayang, aku antar kamu ke hotel sekarang yah, soalnya bunda dan keponakanku sedang menungguku dirumah sakit aku harus menjemput mereka sekarang juga. Tu, hotelnya sudah dekat." Devan menunjuk kearah bangunan yang akan menjadi tempat acara makan malam mereka malam ini. Rencananya Lea juga akan menginap disana selama di kota B.
.
.
\=\=\=\=\=
Malam harinya.
Glesty begitu bersemangat bersiap untuk bertemu dengan calon adik iparnya. Iapun berdandan dengan sangat cantik seperti permintaan adiknya, Lea.
Glesty memasuki hotel dan menuju ke restaurant yang ada disana. Hotel ini merupakan hotel nomor satu dikota ini.
"ya ampun, kenapa aku merasa sangat gugup? Semoga saja keluarga pacarnya Lea adalah orang baik..
.
.
Bersambung😊......
Gaes... trima ksih telah membaca. maaf atas keterlambatannya.
Dalam kesempatan ini author mau ngucapin selamat natal bagi yang merayakan🥰
__ADS_1
Salam hangat buat readers semuanya😇.
gak update beberapa hari ini, aku kayak kangen berat gtu sama kalian🥰🥰🥰🥰