
Tidak butuh waktu lama, Arland tiba di kediaman orangtuanya.
.
.
Glesty, Angel, Si kembar dan opa omanya tengah berbincang hangat sembari menunggu kedatangan Arland untuk makan malam. Glesty merasa khawatir dan takut jika saja suaminya akan marah dengan kunjungannya bersama anak-anak ke rumah ini. Tapi Glesty harus mengambil sikap ia tidak mau suaminya terus tidak peduli pada keluarganya sendiri.
Tag tag tag...
Terdengar langkah tegas memasuki rumah.
"Papaaaa! Papa dataaaang!" Bahkan sebelum Arland muncul, kedua anaknya sudah tau jika langkah tegas itu milik papa mereka.
Oma, opa dan Angel sampai terperanga dengan mulut terbuka, melihat dua bocah itu berlari untuk menyambut seseorang yang mereka panggil papa.
Glesty hanya berdiri ditempatnya, dengan perasaan campur aduk tak menentu. Ia mengatur sebaik mungkin ekspresi wajahnya.
Tu kan, bener? Yang muncul ialah Arland.
"Papaaaaa! Dua bocah itu menghambur ke pelukan papanya. Glesty pun turut melangkah kearah Arland, namun kali ini dengan perasaan tak menentu. Arland mengecup pipi kedua bocah itu, lalu berdiri tersenyum hangat kearah Glesty dan memeluknya serta memberi kecupan pada keninng istrinya. Tak peduli bila ada orang lain yang melihat. Pemandangan inilah yang selalu terjadi setiap hari.
Perasaan haru menghinggapi ruang hati orang yang menyaksikannya. Angel, dan kedua orangtua itu tak kuasa menahan air mata yang terasa ingin jatuh.
Glesty merasa legah, bahwa suaminya datang tidak dengan marah-marah.
"Sayang... Ayo kita pulang!" Arland menautkan jarinya pada sela jari tangan Glesty.
"Sayang, jangan pulang dulu ya, kita mau makan malam disini." Glesty.
"Iya nak, tinggallah dulu." Sambung mama, hati-hati.
"Kenapa harus makan malam disini sayang? Tidak. Aku mau kita pulang sekarang." Arland menatap malas istrinya. Dia sama sekali tidak menyapa kedua orangtuanya.
"Please, ayolah!!" Glesty memelas.
__ADS_1
Kalau sudah melihat ekspresi memohon istrinya ini, Arland tidak akan tega menolak.
"Baiklah, untuk kali ini saja!"
"Wah... kalau sudah cinta, kata tidak bisa berubah jadi iya dalam sekejap!" Batin Angel, melihat kakaknya yang tidak dapat menolak permintaan istrinya.
"Kalau makan malamnya sudah siap, ayo tunggu apa lagi?" Arland melangkahkan kakinya menuju meja makan, dengan menggandeng tangan istrinya, seperti biasa dia selalu sempat mengecup tangan halus istrinya itu. Seolah tidak ada orang lain dirumah ini.
Glesty tidak bisa protes. Terserah Arland saja, takutnya, mood suaminya ini akan berubah jika Glesty mengajukan protes atas tindakan so sweet terang-terangan dihadapan banyak mata saat ini. Ah, sikap manis Arland membuat baper semua yang melihatnya, termasuk para pelayan.
Mama dan papa bahkan tidak mau banyak komentar lagi. Yang terpenting, putra mereka malam ini bisa ada disini, itu sudah sangat syukur.
.
.
Tug.. tug... tug..
Makan malam berlangsung dengan hening. Ya... seharusnya memang sepertu itu. Saat makan, tidak perlu banyak bicara.
Angel bener-bener merasa canggung. Apa lagi kedua paruh baya itu. Bahkan menelan makanan saja rasanya harus berhati-hati.
"Emmm maksudku, ini adalah masakan kakak Glesty. Kakak ipar... Masakanmu sangat enak." Angel memberikan senyum ramahnya pada Glesty.
Tag.. Arland meletakkan sendok dan garpu yang dipegangnya dengan sedikit hentakan. Lalu ia menoleh kearah Glesty.
"Kamu memasak semua ini? hmm?"
"Haaah!?" Glesty terlihat kikuk.
Arland lalu mengambil kedua tangan istrinya itu, seperti sedang memeriksa apakah ada lecet, melepu, atau semacamnya. "Sayang, kamu memasak sebanyak ini dengan tangan ini? Tangan ini tidak apa-apa kan?"
Tak terkatakan lagi, Glesty mengeryitkan dahi sambil menatap wajah suaminya. Satu kata dari Glesty untuk Arland saat ini "Lebay". Arland membuatnya merasa sangat malu.
"Uuuuuuuuuw.. Ternyata kakakku sangat so sweeeet.! Oh Lord, tolong sisakan aku satu lelaki yang seperti kak Arland!" Lagi-lagi Angel hanya bisa berkata-kata dalam hati.
__ADS_1
.
"Siapa yang membiarkan istriku memasak?"
"Sa-sayang, bukan seperti itu. Aku sama mama hanya membantu koki."
"Hmmm.. Lain kali jangan diulang. Kecuali, aku yang minta." Ucap Arlan, datar.
.
.
Lean dan Arles tengah menikmati makan malam mereka dengan cara disuap oleh salah satu pelayan muda dirumah itu. Namun, tidak bergabung dimeja makan bersama papa mama mereka. Karena keduanya ingin makan sambil menonton acara TV.
.
"Mamaaaa... Papaaaaa!" Lean tiba-tiba berteriak. Arland dan Glesty sontak berdiri untik merespon panggilan si imut itu. Oma opa dan Angel juga tidak tinggal diam. "Ada apa sayang?"
"Tu, pa... ada paman di TV" Tunjuk Arles kearah layar persegi panjang itu.
"Devaaannnn?"
Pria itu menggelar acara jumpa pers, dan akan segera dimulai. Terlihat perwakilan wartawan dari berbagai media berita dan hampir semua stasiun TV negeri ini ikut meliput acara tersebut, dan disiarkan secara langsung..
Waw... Kira-kira apa yang ingin dikatakan pria jahat versi Lea itu yah?
.
.
BERSAMBUNG.
Gaes, tengkyu For everything ya..🥰
oia, my ig: reetha262
__ADS_1
di follow dong gaes😊
Author kan pengen kenal kalian😉