I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Devan Mengutus Bu Sum


__ADS_3

"Onty,, onty,, bangun!"


Si kembar menggoyang-goyangkan tubuh Lea. Saking lelahnya beraktivitas padat bersama kedua bocah itu, Lea tidur sangat nyenyak hingga tak terasa, pagi telah kembali menyapa.


"Ummmm,, selamat pagi kesayangan onty.. " Ucapnya dengan mata yang masih betah terpejam.


Si kembar ternyata sudah tidak sabar untuk pulang ke kota B karena merindukan sang mama.


"Padahal masih pukul 6 pagi sayang, dan kalian sudah merengek minta pulang?" tanya Lea.


kedua bocah itu mengangguk semangat.


Ting tong, ting tong..


Bel berbunyi, menandakan adanya tamu yang datang. Lea berjalan kearah pintu dengan mendumel tidak jelas. Ia menebak bahwa tamu yang datang sangat awal ini pastilah kakak lelakinya, Leon.


Pintu dibuka.


"Selamat pagi nona.." ucap seorang wanita paruh baya.


"Iy,,,iya selamat pagi bu? Jawab Lea, namun dengan nada bertanya.


"Non, saya kesini atas perintah tuan Devan" Ucap ibu itu lagi.


"Oh,, ada apa yah bu?" Tanya Lea, heran.


"Mulai hari ini saya akan bekerja disini non." sambungnya.


Lea bertambah heran.. Otaknya seakan tidak bekerja.


"Maaf, ibu,, tapi disini tidak ada pekerjaan. Mungkin ibu salah alamat," ucap Lea lagi.


Ibu-ibu tersebut hanya tersenyum, karena merasa ekspresi wajah pacar tuannya ini sangat lucu, dan ternyata nona ini tidak seperti yang ia pikirkan. Jujur saja, tadinya ia mengira gadis yang beprofesi sebagai model ini adalah type orang yang cuek, jutek atau bahkan pemarah. Namun, ternyata ia salah.


"Nona pacarnya tuan Devan kan? Nona Alin?" Tanya ibu itu lagi.

__ADS_1


"Iy,,iya benar bu," jawab Lea.


"Kenalin non, saya bu Sum. Mulai hari ini saya akan membantu nona Alin memasak dan membersihkan rumah. Ini adalah permintaan tuan Devan non." ucapnya menjelaskan.


"Nona ini terlihat baik-baik saja. Tapi, kenapa aku merasa tuan Devan menaruh curiga terhadapnya? Ataukah tuan sedang mengkhawatirkannya? Batin Bu Sum.


Tiba - tiba Arles berlari dari dalam kamar dan memanggil - manggil nama ontynya.


"Onty - onty,, ini ada telfon."


Ternyata ponsel Lea berdering. Dilihatnya nama Devan pada layar hpnya. Iapun buru - buru menjawab.


"Ha,, halo Dev." ucapnya.


"Pagi sayang,, apa bu Sum sudah tiba di apartemen kamu? Bu Sum adalah salah satu pekeraja dirumah aku dan sangat aku percaya sayang, dan mulai hari ini, beliau akan memasak, membereskan apartemen, dan mengurus semua keperluanmu di apartemen. Devan menjelaskan panjang lebar.


Alin kembali melirik wanita paruh baya yang ada dihadapannya ini. Seolah mengerti akan maksud tatapan Alin, bu Sum tersenyum ramah dan mengangguk, seakan membenarkan apa yang baru saja dikatakan tuannya, Devan.


Lea menjauhkan ponsel dari telinganya, namun tidak mengakhiri panggilan. Ia lupa mempersilahkan bu Sum untuk masuk.


Bi Sum tersenyum dalam hati atas sikap hangat yang ditunjukkan Alin.


"Ibu istirahat saja dulu yah, silahkan duduk bu, mungkin ibu haus? saya akan ambilkan minum." Ucap Lea.


"Non, saya sudah beristirahat tadi malam non. Saya akan mulai pekerjaan saya hari ini. Nona pasti belum menyiapkan sarapan kan? Saya akan membuatnya non, tinggal bilang saja yah!" Ucap bu Sum panjang lebar.


Lea terlihat tersenyum canggung. Ia memang merasa kerepotan pagi ini karena harus bersiap untuk membawa kembali dua bocah kembar itu ke mama mereka.


"Oh baiklah bu! Sebelumnya terima kasih banyak ya bu, kalau begitu silahkan ibu bikin nasi goreng, saya akan mengurus anak - anak dulu." Ucap Lea.


Bu Sum hanya tersenyum dan mengangguk.


Sedangkan Devan, ia juga tersenyum dari seberang sana mendengarkan pembicaraan pacarnya dengan bu Sum. Lalu ia menutup telpon karena ia sudah tidak mendengarkan suara Alin lagi.


\=\=\=

__ADS_1


Leon.


"Hmmm selamat pagi." Ucap Leon dengan nada malas.


"Kak,, bangun.. Ayo bersiap kita harus antar anak- anak pulang.


Ternyata orang yang menelpon dan mengganggu tidur Leon tak lain adalah adiknya sendiri. Leon pun membuka matanya dan melihat jam diatas nakas samping tempat tidurnya.


"Oh, baiklah Lea. Aku akan bersiap. Tunggulah, aku akan menjemput kalian sekitar tiga jam lagi." Jelasnya.


"Oke kak, tapi tunggu saja di bawah, tidak perlu naik ya. Kami bertiga akan turun sendiri." Ucap Lea, dan di iyakan oleh kakaknya.


\=\=\=\=


Arland.


"Apa aku harus meminta orang lain untuk melacak keberadaan wanita itu?


"Darimana aku akan memulai mencarinya?


Arland bergumam sendirian.


Pagi ini Arland sudah tiba di kota B, untuk menjalankan misi pribadinya. Kakak ipar dan keponakannya pun tidak tahu jika dia berada di kota B sekarang. Kedua wanita itu akan di antar ke kota B dengan naik pesawat sesuai permintaan Aurell.


\=\=\=\=


Glesty


Glesty mengambil kunci motornya, karena akan ke pasar, mumpung ini hari minggu.


Saat sudah diatas motornya, Glesty merasa jantungnya berdetak tidak jelas.


"Kenapa aku merasa tiba - tiba gugup? Semoga saja hari ini akan baik-baik saja." Batin Glesty. Iapun menepuk dan mengelus pelan bagian dadanya.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2