I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Devan Sakit


__ADS_3

Keesokan harinya.


Tok tok tok..


Mama mengetuk pintu kamar Devan. Pria itu tak kunjung membuka pintu ataupun merespon. Pasalnya, seluruh keluarga sudah berkumpul untuk sarapan. Termasuk keluarga kecil Arland.


Klek.. Pintu terbuka.


"Ternyata dia tidak mengunci pintu..? Van... bunda masuk ya!"


Mama memasuki kamar Devan. Menemukan pria itu yang masih dalam keadaan tidur. Selimut tebal menutupi seluruh tubuhnya. Hanya kepalanya saja yang keluar dari selimut. "Apa ini? Dia bahkan mematikan AC?" Feelingnya sudah tidak enak. Wanita paruh baya itu sontak memegang dahi Devan, dan benar, pria itu sedang sakit. "Van kamu demam."


Dengan segala kehebohannya mama mengumumkan pada seluruh keluarga bahwa Devan sakit. Papa, pria paruh baya itu segera menghubingi dokter keluarga.


10 menit kemudian, sang dokter yang tidak lagi muda itu tiba di rumah besar keluarga itu.


Setelah memeriksakan keadaan pria tampan itu, dokter lalu meberinya infush guna mempercepat pemulihannya. "Emmm.. dia terkena demam tinggi. Berikan dia obat ini, dia akan sembuh dan pulih setelah meminum obat 3 kali. Jangan khawatir nyonya." Ucap dokter itu.


Semua orang merasa legah bahwa Devan hanya terkena demam.


Glesty tidak tinggal diam. Ia pun menelpon adik bungsunya.


"Ha--halo kakak," jawaban Lea dari seberang, dengan nada serak khas baru bangun.


"Lea, kakak mau tanya, apa tadi malam kamu bertemu Devan?"


"Hmm? Tidak ada kak, setelah tampil keren diTV, aku kira dia akan datang menemuiku, ternyata tidak. Aku sedikit kecewa."


"Sekarang juga, datang ke rumah utama kak Arland. Devan ada disini. Dia sedang sakit."


"Apaaa! Iya kak, aku akan segera kesana. Kirimkan alamatnya."


"Lea, kakak tau kamu akan kesini dalam keadaan tergesa. Tapi tolong mandilah sebelum jalan. Jangan membuat kakak malu."

__ADS_1


tut tut tut.


"Ah, kakak, tentu saja aku harus mandi." Kesal Lea. Kakaknya itu masih saja mengingat akan kebiasaan buruknya, yang terkadang malas mandi.


Karena hari ini adalah hari minggu, mama mencoba untuk membujuk menantu dan cucunya. Agar mau menginap di kediaman ini satu malam lagi. Dengan begitu, akan bisa menghabiskan waktu dengan putranya, Arland. Kali saja hati dan sikap acuh putranya itu akan berubah, dan bisa memaafkan kedua paruh baya itu.


"Kenapa lagi kita harus tinggal disini? Ayolah sayang. Kalian tidak merindukan rumah kita? Arles, kamu tidak ingin bermain lagi dengan optimus? Bagaimana jika pencuri masuk kerumah kita lalu membawa optimus pergi?" Arland.


Arles menggeleng kepalanya. "Pa.. ayo kita pulang." Jadilah keluarga kecil itu bersiap pulang setelah sarapan.


Glesty coba membujuk suaminya itu. "Sayang.. krnapa mesti buru-buru pulangnya? Bagaimana jika nanti malam saja kita pulang? Kasihan mama papa. Mereka merindukan anak-anak."


"Kenapa sih, istriku ini, jelas-jelas mama papa bersalah, tapi dia terlalu cepat memaafkan. Aku memang tidak salah memilih istri."


"Baiklah. Tapi janji ya, pulang nanti malam. Jangan besok."


"Iya papa sayang!" Glesty bergelayut manja dilengan Arland dan memberinya kiss dadakan Di pipi Arland.


"Oke, baiklah!" Ucap Glesty dan mendekatkan lagi bibirnya. Namun, Arland ternyata menjebaknya. Pria itu tidak membiarkan Glesty mencium pipinya, melainkan bibirnya. Jadilah keduanya kini berciuman. Untung saja keduanya hanya berdua saja dikamar saat ini.


"Sayang, ayo kita lakukan sebentar!" Ajak Goda Glesty.


Arland merasa sangat senang, ketika istrinya berinisiatif meminta hal itu lebih dulu. "Tentu saja sayang! Dengan senang hati."


"Sayang,, aku boleh minta sesuatu?" Sementara mereka melakukan pertempuran panas itu, Glesty tiba-tiba meminta sesuatu pada Arland.


"Apapun itu sayang, aku akan memberikannya! Katakanlah!" Arland.


Glesty tersenyum disela desahannya. "Maafkan papa dan mama kamu ya!" Glesty.


"Kenapa itu lagi? Yang lain saja. Tas, jam tangan, perhiasan atau yang lainnya."


"Cuma itu yang aku minta saat ini sayang."

__ADS_1


"Apa itu harus? Hm?" Arland.


"Iya sa--sayang! Aku merasa tidak nyaman jika hubungan kalian tidak baik gara-gara aku." Glesty.


"Baik, aku akan mengabulkannya!" Jawab Arland, dengan hentakan yang semakin kuat. Lalu mereka melanjutkan kegiatan panas itu sampai sama-sama mencapai klimaks.


\=\=\=\=\=


"Iya pak?" Jawab wanita paruh baya itu kepada security yang bertugas menjaga di gerbang masuk kediamannya itu.


"Ini bu, ada tamu atas nama Lea."


"Oh, suru dia masuk sekarang juga!"


Security pun meminta Lea untuk masuk.


Lea disambut hangat oleh wanita paruh baya itu. "Sayang, kamu datang?"


"Hallo nyonya. Iy-ya. Tadi pagi saya dikabarkan bahwa Devan sedang sakit!" Jawab Lea malu-malu.


"Lea, kamu sudah datang?" Glesty menyambut adiknya. "Ma,, saya yang memberitahunya jika Devan sedang sakit.


Mama tersenyum senang, bahwa sekarang Lea masih peduli terhadap Devan. Ayo, kita keatas sayang!"Ajak mama pada Lea. Mereka berdua pun naik bersama menuju kamar Devan.


Lea merasakan debaran di dadanya. "Apa yang harus aku katakan padanya? Meminta maaf? Langsung memeluknya? Astaga aku sangat gugup!" Batin Lea.


.


Gaes, BERSAMBUNG lagi yah🙏


Maaf jika kalian tidak puas dengan karya ini ataupun part ini🥰🥰.


Terima kasih telah membaca gaes😉

__ADS_1


__ADS_2