I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Cantik dan Sexy


__ADS_3

Setelah melepas rindu dengan ciuman yang sangat lama, Arland dan Glesty kini merasa kecanggungan menguasai kamar itu.


"A... aku akan melihat anak-anak.." Glesty berlalu dari kamar yang kini menjadi miliknya dan Arland itu. Ternyata kedua bocah itu sedang terlelap di kamar milik Arles. Glesty mendekati keduanya. "Istirahatlah sayang.." Glesty tersenyum melihat ketenangan yang tergambar diwajah kedua bocah itu, lalu menyelimuti mereka.


Glesty melihat seluruh kamar itu "Orang kaya ternyata memang berbeda. Untuk kamar seorang anak saja sampai seluas ini." Gumamnya.


Arland mendudukkan tubuhnya disofa yang ada di kamar itu setelah ia selesai dengan mandinya. Ia mengambil koran terbaru yang entah bagaimana bisa telal tersedia disana. Matanya memang tertuju pada deretan tulisan kecil yang berbaris rapi memenuhi lembar koran itu. Akan tetapi, hati dan pikirannya kembali tertuju pada istrinya. "Mulai hari ini, aku akan tertidur dan bangun disampingnya." Arland tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini.


Didepan pintu kamar yang tertutup, Glesty mondar-mandir tidak jelas. Ia ingin kembali ke kamar itu. Tapi dirinya bingung apa yang harus ia katakan kepada Arland. Glesty tidaklah pandai berbasa-basi. "Aduhh.. apa yang harus aku katakan? atau aku turun saja? kedapur? berkeliling melihat-lihat rumah ini? Ah.. tidak. aku belum terbiasa dengan rumah ini.


Klek..


Arland membuka pintu dan terkejut melihat istrinya dengan wajah bingung.


"Ap--apa yang kau lakukan disini? kenapa tidak masuk?" Arland.


"Ah-- em.. aku ingin masuk,, tapi... takut mengganggumu." Astaga.. apa yang Glesty katakan? Seharusnya katakan saja jika dirinya baru saja akan masuk atau hal lainnya. Mana ada seorang istri yang tidak berani masuk kamar karena takut mengganggu suaminya.


Arland hanya tersenyum kecil melihat tingkah aneh istrinya ini. Masuklah dan bersihkan tubuhmu. Aku sudah selesai mandi." Ucap Arland dengan santainya, membuat Glesty semakin gelagapan.


"Apa maksudnya menyuruhku mandi?"


"Ah, iya.. ini sudah sore dan aku akan mandi!" Jawab Glesty Kik-kuk, lalu memasuki kamar itu. Glesty benar-benar salting jika harus belama-lama berhadapan dengan lelaki itu. Hah, heran! Padahal mereka baru saja ber*iuman siang tadi. Kenapa masih harus malu-malu? Glesty payah.


Arland hanya mengangguk dengan wajah datar lalu menyusul Glesty.


"Anak-anak sedang tidur. Sepertinya mereka sangat kelelahan bermain." Glesty seperti menjelaskan padahal Arland belum menanyakan perihal anak-anaknya. Itu ia katakan hanya untuk mengusir rasa canggung yang menguasai kamar itu. Lalu ia membuka koper yang berisi pakaiannya bermaksud memasukkannya kedalam lemari pakaian.


"apa katanya tadi? anak-anak sedang tidur?" Arland tersenyum mengingat perkataan Anton tentang menikmati waktu berduaan dengan istrinya saat anak-anak sedang tertidur. Muncul niat Arland untuk menjahili istrinya.


"Jadi, anak-anak kita sedang tidur? Berarti kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Mumpung tidak ada yang mengganggu. Arland berjalan kearah pintu dan menguncinya.


"Apa maksudnya mengunci pintu?"


deg deg. deg deg..


"Ke..napa mengunci.. pintu?" Glesty mulai gugup. Apa maksud suaminya ini.


"Karena, aku ingin berduaan dengan istriku mumpung anak-anak sedang tidur!" Arland tersenyum dan memainkan sebelah alisnya.


"Ya ampun... senyuman apa itu? Apa dia benar suamiku?" Wajah Gleaty memerah karena malu akan kode yang dilayangkan suaminya.


Arland semakin mendekati Glesty membuat wanita itu reflek melangkah mundur.


"Kenapa? Apa istriku ini keberatan? Kau tidak merindukan momen berdua denganku?" Arland terkekeh dalam hatinya melihat reaksi Glesty yang gelagapan.


"A... Arland, aku.. aku belum siap melakukannya. Bagaimanapun juga, kita sudah sangat lama tidak---"

__ADS_1


CLTEK..


Belum selesai Glesty berkata-kata, Arland sudah menyentil kening Glesty dengan jarinya.


"Apa yang kau pikirkan? Hmmm? Apa kau sudah menginginkannya?"


Begh..


"What?" Glesty benar-benar merasa malu.


"Bukankah tadi dia.. Astaga pria ini benar-benar. Tunggu pembalasanku!" Batin Glesty.


"Istirahatlah mumpung anak-anak sedang tidur. Pakaian itu nanti saja di simpun." Arland berjalan ke arah kasur empuk king size yang teramat empuk itu. "Istirahatlah dulu Glesty, sebelum aku benar-benar akan memgajakmu melakukannya."


"Ehmmm ba... baiklah." Glesty menyerah, dan menunda waktu mandinya.


.


.


"Mama... Mama..."


Glesty merasa ada yang sedang mengguncang-guncang tubuhnya. Saat ia membuka mata, dua bocah itu sudah ada dihadapannya.


"Maaa... Kami lapar. Bangunlah, ini sudah malam."


"Haah? ini sudah malam dan tadi aku ketiduran?" Glesty menoleh ke segala arah tapi tidak menemukan suaminya itu.


.


.


.


Pukul 23.30.


"Arland belum pulang padahal ini sudah hampir tengah malam." Gumam Glesty.


.


.


Arland tiba dirumah saat waktu menunjukkan pukul 00.05. "Apa kira-kira dia menungguku pulang?" Arland melangkah cepat ke lantai 2 rumah itu. Pertama-tama Arland memeriksa kedua anaknya terlebih dahulu. Setelah memastikan kedua bocah itu telah tertidur lelap dan memberikan kissnight, Arland kini menuju kamarnya dengan perasaan tidak sabaran. "ini adalah malam pertama kami setelah sekian lama." Arland merasa malu sendiri dengan apa yang ia pikirkan.


Cklek,


Pintu terbuka. Berharap akan ada sambutan dari istrinya. Tapi hal itu tidak akan terjadi dengan segera. Kasihan sekali kau Arland!

__ADS_1


"Dimana dia?" Arlan tidak melihat keberadaan Glesty di tempat tidur. Matanya auto menyapu seluruh ruangan yang hanya memiliki cahaya redup itu.


degh..


Arland terperanga melihat istrinya yang tertidur di sofa kamar itu, dengan penampilan yang sangat luar biasa. Arland menarik dan menghembuskan nafasnya, ia lalu menelan slavinanya.


"Dia menolak melakukannya, tapi malah berpenampilan seperti ini?" Sungguh membuat Arland tersiksa luar dalam.


"Cantik dan Sexy" Dua kata itulah yang menggambarkan seorang Glesty saat ini.


Tanpa berpikir panjang lagi, Arland mengangkat tubuh istrinya itu untuk pindah ke kasur empuk milik mereka.


"Arrlaaand, kau sudah pulang?" Glesty bergumam. Lalu ia membuka pelan kedua matanya dan terperanjat mendapatkan Arland yang kini tengah menatapnya lekat serta membelai pelan rambutnya.


Arland sudah berada diatas tubuh Glesty saat ini. Entah apa maksud pria itu.


"Arlaand?"


"Hemmm? Sudah boleh kah?" Bisiknya pelan.


Glesty hanya terdiam dan masih menatap wajah tampan suaminya itu.


"Kau belum mau Gles? Lalu kenapa berpakaian seperti ini hm? Kau menggodaku!" Lanjutnya dengan nada serak.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Wah Gaes...


Author mau nanya nih, kira2 hukuman seperti apa yg harus kita berikan ke pak Direktur Devan?


Bantu jawab yah gaes...๐Ÿ™


.


.


Gaes,,, thor mu promo nih Chat Story yg baru 8 ep.

__ADS_1


Tengkyu gaes..๐Ÿ‘‡



__ADS_2