I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Masih Flashback (Season 2)


__ADS_3

Saat itu, Calista Nara, yang baru memasuki usia ke 18 tahun, seorang anak manja, belum pernah bekerja menghasilkan uang, tiba-tiba dipaksa harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan uang.


"Maaa.. Calis bingung harus kerja apa... Calis masuk ke Club malam dan disana Calis diterima bekerja sebagai servis Botol ma.. Calis cuma buka tutup botol minuman ma...ga lebih.."


"Arles tiba-tiba muncul disana ma.. dan Arles pergi gitu aja setelah liat Calis berada disana. Calis ngejar Arles sampai diparkiran. Tapi Arles bilang JANGAN SENTUH AKU DENGAN TANGAN KOTOR.


Arles ga nanya apapun, dia langsung ngata-ngatain Calis maaa.. PEREMPUAN MURAHAN, CEWEK GA BENER, JUAL DIRI, PELACUR, AKU MALU SUDAH JADIKAN KAMU PACAR.


Semua itu bikin Calis sedih maaa.. Calista sayang dia ma... tapi kenapa dia jahat? sebelum pergi, Arles melempar uang ini ma.. uang ini berhamburan didepan Calis. Jadi Calis pungut cepat-cepat. Kenapa uang sebanyak ini dibuang? Sedangkan Calis harus kerja keras mendapatjannya?


"Jadi....uang ini kotor karena sudah jatuh ke tanah?" Tanya mama Dini, sembari terisak. Calista hanya mengangguk pelan.


"Sayang, kamu anak mama yang sangat baik, polos, mama tau kamu sangat menyayangi papa. Tapi tidak perlu bekerja disana lagi nak.. mama akan jual rumah kita."


"Tapi dimana kita harus tinggal ma?"


"Kita cari rumah kontrakan kecil biar murah. Yang penting papa punya biaya sayang." ucap mama.


"Tapi ma... Calis masih pengen kerja disana ma.. disana om-om nya pada baik.. mereka gak pelit. Asalkan Calis bantu buka botol dan tuang minumannya, mereka akan ngasih uang ma. Selain gaji dari club, Calis dikasih tip dari pengunjung, enak banget kan mama..! Tadi aja, sebeluam Arles datang, Calis sudah dapat 3 juta ma.." Calista menjelaskan dengan wajah polosnya.


Mama tidak dapat berkata apa-apa lagi. Dia mendekap Calista kedalam pelukannya. Mama benar-benar tidak menyangka. Dari seorang gadis manja yang hanya bisa menadahkan tangan kepada mama papa untuk mendapatkan jatah uang saku harian, hanya biasa memutar tutup botol air mineral, putrinya harus menjadi seorang gadis pembuka botol miras.

__ADS_1


"Sayaaang! Mama mohon, selagi mama dan papa masih ada, jangan bekerja lagi disana nak. Oke, mungkin hari ini dan besok putri mama masih aman. Tapi bagaimana dengan hari selanjutnya? Mama takut Calista.. Mama takut kamu kenapa-kenapa sayang.. karena tidak semua orang yang bekerja disana mampu menjaga dirinya dengan baik."


Calis hanya diam dalam kebimbangan.


"Calista, jarang ada laki-laki baik yang mau menerima wanita yang bekerja ditempat seperti itu sayang. Begitu juga dengan Arles."


"Jadiiii.. menurut mama...., Arles gak salah?"


"Iya sayang.. dia gak salah. Dia mau wanitanya perempuan baik-baik. Sebaik apapun kamu, tapi kalau bekerja ditempat itu, orang tidak lagi melihat kebaikanmu nak, orang akan mengecapmu sebagai perempuan tidak baik. Begitulah pandangan manusia." Jelas mama.


Keesokan harinya, Calista pulang dari kampus lebih awal menuju rumah sakit. Mama bingung, kali ini apa lagi yang menimpa putrinya. Dia hanya terlihat murung.


Mama menjadi semakin gugup karena kini putrinya tersebyum lebar, padahal satu detik sebelumnya Calista terlihat murung . "Ya Tuhan, ada apa dengan putriku?"


"Maaa.. Calista... tidak kuliah lagi!" Tersenyum paksa.


"Apa maksud kamu Calista?"


"Iya, jadi Calis sudah tidak kuliah lagi. Apa mama lupa? Calista nekad membuat papa dan mama pindah ke kota ini, untuk apa? Supaya Calis bisa menemukan Arles kan ma?"


"Iya itu salah satunya. Tapi memang papa juga mau pindah kesini karena sudah pensiun kan sayang."

__ADS_1


"Dulukan mah, Arles bilang kalau Calis harus mencarinya saat dewasa. Sekarang sudah ketemu, tapi Arles sekarang menghilang setelah marah sama Calis. Dia pergi ma.."


"Jadi kamu tidak semangat kuliah karena Arles tidak ada?"


"Bukan, Arles juga mengeluarkan Calis dari kampus itu. Mama tau? Ternyata keluarganya adalah sponsor di kampus itu. Mungkin, dia gak rela kalau Calis ikut menerima beasiswa yang dibayarkan oleh keluarganya." Calista masih tersenyum.


"Sayang, menangislah kalau kamu sedih." Mama memeluk putrinya lagi.


"Gak ma, bukankah Calis harus kuat? Hidup kita tetus berlanjut kan ma! Menangis tidak akan merubah yang sudah hilang menjadi ada. Mulai hari ini juga Calis tidak akan minta uang jajan lagi. Sekarang, cuma papa dan Deon yang membutuhkan biaya ma. Calis akan cari pekerjaan lagi, dan hanya akan bekerja. Bukankah itu lebih keren?"


Mama mengangguk patuh. Setelah mengalami peristiwa ini, putrinya jadi lebih dewasa dan mandiri.


.


.


Flashback belum kelar, tapi malah bersambung. Thooooorr lanjut.


Iya.. kita akan lanjut. tunggu saja.😁😁😁😁


oh ya, gaes, Cerita aku yang lainnya juga sudah up ya.. jangan lupa mampir kesana. hehehe.

__ADS_1


__ADS_2