I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
RSUD Kota J (Season 2)


__ADS_3

Tap tap tap.


Langkah cepat namun terdengar tegas, memasuki kediaman megah milik keluarga Arland Adi Wijaya. Keempat orang yang sedang berbincang sembari menyerup teh hangat, sontak mengalihkan pandangan kearah langkah kaki yang belum juga terlihat. Dengan perasaan bertanya-tanya keempat orang itu, yakni Lean, mama Glesty, papa Arland, opa dan oma merasa sangat mengenal cara berjalan orang ini.


"Aku pulang!" Dengan nada datar. Seorang pria tampan muncul. Dan benar saja, seperti yang sudah mereka tebak. "Arleesssss?" Keempat orang itu serempak menyebutkan namanya. Seperti biasa, Arles dengan gaya coolnya terlihat sangat santuy. "Ya... ini aku. Tidak perlu heboh." Ucapnya.


"Cucu oma... kenapa pulang tidak bilang-bilang?" Oma memeluk Arles.


"Cieeeee... yang sudah move on." Goda Lean.


"Hus.. kamu tu." Mama menyenggol bahu Lean.


"Ih mama deh.. Emang bener ma.. katanya dia akan pulang kalo udah move on." Lean mengerucutkan bibirnya lalu tersenyum manja.


"Iya.. tapi jangan digodain. Tar kalo ingat lagi gimana?" Timpal mama Gles. Lean hanya mengguling matanya malas.


Keseruan memenuhi ruangan itu. Seluruh keluarga sangat senang menyambut Arles yang baru kembali ke Tanah Air setelah sekian lama. Bukan tidak pernah keluarganya mengunjunginya di negara asing itu. Tetapi, kebahagiaan saat pertemuan kali ini lebih terasa karena Arles mengatakan bahwa dirinya akan menetap di Indonesia. Setelah kepergiannya hampir lima tahun yang lalu. Jika dihitung-hitung, Arles sudah meninggalkan Tanah Air selama 4.8 tahun lamanya.


.........


Keesokan Harinya.


Hari ini, Arles akan bekerja dirumah sakit umum daerah kota J. Alih-alih bekerja di Rumah Sakit yang berada dalam kekuasaan keluarganya, Arles malah memilih RSUD. Membuat opa merasa kesal karena menganggapnya sangat konyol. Tapi namanya Arles, keinginan pria itu tidak bisa diganggu gugat.


"Lean, apa mobilku masih yang dulu?"


"Iya..." Jawab Lean.


"Kalau begitu, aku pinjam mobilmu."


"Aaaa..? Aku tidak setuju."

__ADS_1


"Pinjam saja. Aku tidak akan mengambilnya!"


"Memangnya kenapa dengan mobilmu? Jangan ragu. Mobilmu selalu dirawat setiap bulan. Iya kan pa?"


"Iya.." Jawab papa Arland.


"Aku tidak mau memakai mobil itu lagi pa."


"Oke, kita ganti hari ini. Kamu mau mobil mana boy?" Tanya Arland, santai."


"Yang biasa aja pa.. tidak perlu yang mahal."


"Baiklah boy!"


"Kalau begitu, aku jalan duluan ya," pamit Arles langsung menyambar kunci mobil milik Lean.


"Arlesss! berani kamu bawa mobil aku? Ga boleh." Teriak Lean namun tak dihiraukan oleh Arles. "Paaa.. dia.. marahin pa!" Lean merengek kesal.


"Dia hanya pinjam." Jawab Arland tersenyum pada putrinya.


Ditempat lain.


"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" Calis tersenyum hangat menyambut sepasang paruh baya yang hendak melihat-lihat koleksi tas yang tersedia disana.


"Nona cantik, tolong perlihatkan koleksi tas termahal yang anda jual disini." Ucap pria paruh baya itu.


"Baiklah pak, bu, dengan senang hati. Mari ikut saya!" Calis mempersilahkan keduanya untuk mengikuti arahannya. Seperti yang sudah Calis tebak, pembeli ini pasti tidak akan keluar dengan tangan kosong, mereka pasti akan membeli beberapa tas.


"Sayang, beli saja berapapun yang kamu inginkan." Ucap pria yang tak lagi muda itu, kepada istri tercintanya.


Yaay.. luar biasa suami satu ini, dengan beraninya memberi keleluasaan pada istrinya memilih yang mana saja dan berapapun itu. Khalayak ramai, khususnya para gadis dan ibu-ibu dari kalangan atas sudah sangat tahu bahwa toko satu ini menjual berbagai merek terkenal yang banyak diminati oleh para kaum hawa dan tentunya original dengan harga fantastis untuk tas yang dijual disini.

__ADS_1


Sang istri tersenyum senang. "Pi.. mami mau yang ini, ini, ini, yang ini, ini, dan yang ini." Seru wanita yang masih terlihat sangat cantik itu.


"Oke, nona, silahkan kemasi semua yang istriku inginkan." Ucap pria itu pada Calis, dan disambut senyum sumringah gadis cantik itu.


"Beneran pak?" Tanya Calis dengan ekspresi bahagia yang tak dapat disembunyikan. "Semua. Semua yang istriku inginkan." Jawab pria itu meyakinkan Calis dan berbisik "Nona, aku sedang berusaha agar istriku semakin mencintaiku." Bisiknya.


"Yesss. Bonusku berlimpah hari ini. Trima kasih ya Lord." Batin Calis.


"Nona cantik, kamu juga boleh memilih satu untukmu." Sahut si ibu. "Suamiku yang akan membayarnya." Bisiknya ditelinga Calis.


Calis hampir saja terbahak karena tingkah dua orang tua ini, yang menurutnya sangat unik.


"Boleh, silahkan Nona jika kau menginginkan tas." Sahut si bapak.


"Terima kasih bapak, ibu, dengan anda berbelanja disini, saya sudah sangat bahagia. Tidak perlu membelikan saya." Tolak Calis tulus.


Setelah melewati drama jual beli dengan kedua paruh baya itu, kini keduanya pun berterima kasih telah dilayani dengan sangat baik oleh Calis dan dua teman kerja lainnya. "Terima kasih bapak, ibu, silahkan kembali jika menginginkan tas yang baru lagi." Ucap Calis sopan.


"Tentu saja, mulai sekarang saya akan kembali setiap bulan." Balas si ibu yang sangat ramah itu.


Calista Nara, gadis bername tag C. Nara, biasa dipanggil Nara oleh boss dan teman-teman kerjanya, dikenal sebagai kariawan teruhuy di mall ini. Pesonanya saat melayani para pengunjung, mampu menghipnotis calon pembelinya, sehingga pasti membeli setiap tas yang ia tawarkan.


............


Di Rumah Sakit.


"Sayang! Kapan kamu akan bangun? Ayo bangunlah. Apa kamu tidak kasihan dengan anak manja itu? Kamu harus bangun dan menyaksikan sendiri bagaimana dia sekarang. Anak itu.... bahkan sudah lupa bagaimana cara merengek.!" Seorang wanita berumur 48 tahun, sedang terisak disamping suaminya yang sedang koma.


.


Bersambung😊😊

__ADS_1


Terimakasih readers.


Jangan lupa, selalu bahagia ya, tetap semangat, dan.. jaga kesehatan.


__ADS_2