I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Apa Papa Sudah Meninggal?


__ADS_3

Di Apartement Onty Le.


Leon dan kedua anak kembar itu sedang menunggu Lea yang sedang bersiap untuk jalan-jalan.


Di kamar Lea.


Ponsel Lea berdering menandakan ada panggilan masuk.


"Devan? Senyum kecil menghiasi bibirnya saat melihat siapa yang menghubunginya.


"Hallo sayang, hari ini aku tidak ada pemotretan kan? Ucapnya langsung.


"Emangnya aku hanya boleh menghubungimu saat kau ada pemotretan diperusahaan? Devan memicingkan matanya.


"Hehe.. Maaf. Jadi ada apa?


"Aku hanya merindukanmu.


Uppps.. pipi Lea auto terasa hangat. Dan yakinlah, wajahnya kini bersemu merah.


"Kenapa hanya diam? Tak ingin bertemu?


"Emmm maaf tapi, aku sudah ada janji. Aku akan menemani keponakanku jalan-jalan..


"Keponakan? Wah.. kau tak berniat memperkenalkan keponakanmu padaku?


"Bukan begitu sayang, saatnya belum tepat.


Angga yang ingin mengerti Lea, hanya bisa memaklumi.


"Baiklah Alin sayang, selamat bersenang-senang yah.. Hati-hati ya sayang. Ucapnya.


Mereka pun menyudahi telpon.


\=\=\=\=\=


Arland tengah memasuki toko yang isinya penuh dengan kesukaan anak-anak.


"Wah apa aku harus memborong ini semua? Princess pasti akan sangat senang. Gumamnya.


Tiba-tiba...


Ingatan tentang mimpi itu muncul dikepalanya saat ini.

__ADS_1


"Papa.. Papa... Papa bangun..


Arland teringat akan gadis kecil itu. Gadis kecil yang selalu datang dalam menghiasi tidur panjangnya.


"Siapa gadis kecil itu? Kenapa dia terus saja datang dan memanggilku papa? Batinnya


Arland hanya mampu mendengar suara gadis kecil itu memanggilnya. Tapi ia tak berdaya untuk membuka matanya,


Sampai disaat gadis kecil itu kembali memanggilnya sambil menangis, saat itulah Arland terbangun, namun ia tak lagi melihat gadis kecil itu. bahkan suaranyapun suda tak kedengaran.


"Kenapa dia tidak mengunjungiku lagi setelah aku bangun?


"Kenapa tak sekalipun dia mengunjungi mimpiku lagi?


"Bagaimanapun, aku telah kembali dari tidur panjangku karena dia!


"Aku sangat ingin berterima kasih padanya!


"Apa mungkin setiap orang yang terbaring koma, akan mengalami mimpi yang aneh? Batinnya.


\=\=\=\=\=\=


"Onty?


Kedua bocah kembar itu menatap bingung penampilan onty Le yang sangat beda dari beberapa saat yg lalu.


Sadar akan kebingungan yang menghiasi wajah polos keponakannya, Lea lalu mengalihkan konsentrasi kedua bocah itu.


"Ehm... apa onty Le ini sangat menakjubkan? Hey.. Awas liur kalian hampir menetes.


"Uppss..


Keduanya sontak mengusap dagunya masing-masing dengan ekspresi yang bertambah lucu.


Merasa malu berhasil dikerjain onty Le, keduanya tersenyum malu-malu.


"Makanya jangan berpenampilan seperti ini! Bukan malah menakjubkan, kau malah terlihat seperti orang setengah waras. Ucap Leon, dan disambut oleh tawa menggelegarnya, begitupun dengan Arles.


Bagaimana tidak, Lea kini tengah mengenakan kemeja yang kancingnya dibiarkan terbuka dengan kaos oblong sebagai dalaman, hotpant yang pendeknya sepaha, sepatu boots 5 cm, dengan warna yang serbah hitam, tidak lupa juga kacamata mirror yang bertengger di hidungnya yang lumayan mancung.


Ah bukan terlihat seperti orang setengah waras Leon, Ini lebih mirip seorang mafia. hahaha


"Waaaah,, berani yah sekarang kalian ikut-ikutan tertawakan onty, Arles... Sini biar onty cubit dulu.. nakal yah sekarang!

__ADS_1


Lea lalu setengah berlari mengejar Arles yang memang sudah berlarian menghindari balasan ontynya.


"Ontu Le.. ampun Onty Le ampun! ucapnya sambil berlari dan berlindung di balik tubuh uncle Leon.


"Apa? Tadi Arles bilang ampun? tanyanya


"Arles mendongakkan kepalanya dari balik punggung uncle Le dan mengangguk seraya tersenyum merayu.


Onty Le merentangkan tangannya.


"Kalau begitu, sini minta maaf yang benar, peluk onty dulu.


Arles auto berlari dan masuk kedalam pelukan Lea.


"Dasar anak nakal onty,


Lea menggelitik pinggang Arles kemudian kembali memeluknya.


"Ehm... Leon berdehem.


Aku dan princess Lean akan menunggu di mobil, jika kalian masih ada drama disini.


"Ayo Lean,


Leon kini memegang tangan Lean dan mereka melangkah hendak keluar..


"Ah ayo sayang, nanti kita ditinggal oleh mereka! ucap Lea kepada Arles.


Arlespun mengangguk semangat, dan tak lupa senyumannya itu, senyuman yang akan melelehkan banyak gadis saat dewasa nanti. hehehe.


DI PERJALANAN.


Leon mengemudikan mobil dengan Arles yang duduk dikursi penumpang dsampingnya. Sedangkan kedua gadis itu, yakni Lea dan Lean di belakang.


Onty, uncle!


Iya?


Ucap keduanya hampir bersamaan.


Apa papa kami sudah meninggal?


Glek...

__ADS_1


Jangan ditanya, dada kedua orang yang ditanya kini terasa sesak..


Disaat seperti ini, keduanya tak menyangka akan mendapat pertanyaan itu dari Arles.


__ADS_2