I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Lelaki Itu?


__ADS_3

Arland kembali memasuki gedung dimana kantor cabang perusahaannya berdiri di Kota B. Benar saja, tidak persis dengan apa yang di duga oleh Anton sekertarisnya, Arland benar - benar meninjau beberapa lokasi untuk kepentingan bisnisnya.


Sesuai dengan keinginan kedua orangtuanya, Arland akan membangun sebuah apartemen 7 lantai bagi kalangan ekonomi menengah, yang lantai dasarnya akan menjual berbagai produk. Mulai dari penjual sembako, fashion, funiture dan lain-lain.


Awalnya Arland merasa sangat heran dengan keinginan kedua orangtuanya. Bagaimana mungkin dua orang yang begitu elegan menyukai hal - hal yang sederhana, pikirnya. Namun, Arland juga menyadari, mungkin bisa saja pola pikir manusia kian berubah seiring bertambahnya usia mereka.


\=\=\=\=\=


Glesty dan semuanya telah berkumpul di rumah pemilik ruko tempat mereka menjalankan usaha tersebut.


Pak Tamrin, sang pemilik gedung memulai pembicaraan, ia menjelaskan semua maksud dan tujuan dari inti informasi yang ia sampaikan. Semua yang mendengarnya sangat antusias dan bersemangat. Mereka menyambut baik hal tersebut, dan pak Tamrin pun juga merasa sangat legah.


Glesty kembali menaiki motornya. Ia kini akan menuju ke salah satu mall dkota B. Glesty akan mencari setelan baru untuk si kembar, karena dalam minggu ini mereka akan menghadiri undangan ulang tahun salah satu tetangganya. "sekalian saja aku mencari kado" pikir Glesty.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


"Oma... Opa..." teriak seorang gadis kecil saat melihat ada sepasang orangtu datang ke rumahnya. Gadis kecil tersebut, tidak lain ialah Aurell. Bocah itu pun memeluk keduanya bergantian. Rina, pun juga menyambut kedua mertuanya itu dengan hangat.


"Ma,, pa,, ayo masuk, ajak Rina.


Aurell sangatlah manja pada oma opanya. Meskipun selama ini mereka tinggal saling berjauhan, tapi tak jarang Aurell dan mamanya, Rina, berangkat ke luar negeri mengunjungi oma opanya.


Ditengah - tengah obrolan mereka, nyonya besar tiba -tiba mengatakan "Rin, kenapa kamu tidak melanjutkan hidup baru nak? Mama kasihan kamu! Lagi pula kepergian suamimu sudah sangat lama" tukasnya. Tina hanya tersenyum "Rina mau begini saja ma,, lagi pula Rina punya Aurell, Rina tidak berfikir untuk hal itu lagi ma," jawabnya.


"Mama mengatakan ini, karena mama fikir siapa tahu kamu punya keinginan untuk nikah lagi sayang, dan jika suatu saat kamu masih punya jodoh lain, mama dan papa tidak permasalahkan itu Rin," dan hanya ada anggukan kepala dan senyuman dari Rina, agar ibu mertuanya tidak membahas soal itu lagi.


"Oh ya, apa ada info tentang adik ipar kamu itu? Maksud mama adalah apa dia cerita tentang rencananya padamu?" Orang yang dimaksudkan sang mama tak lain ialah Arland. Diam - diam, si mama meminta Rina menggali informasi tentang putranya itu.


\=\=\=\=\=


Glesty telah mendapatkan yang ia cari. "saatnya aku pulang" gumamnya dan melangkah hendak keluar dari mall tersebut.

__ADS_1


DEG...


Tiba - tiba saja kakinya terhenti saat melihat seseorang yang sangat ia kenal berjalan di depannya. Tanpa aba - aba, Glesty membalikkan tubuhnya. Ia sangat panik. "Orang itu?" batinnya.


Glesty jelas merasakan debaran jantungnya dan gataran seluruh tubuhnya saat ini. Hampir saja belanjaan yang ada ditangannya terjatuh. Ia sama sekali tak pernah menyangka akan melihat orang itu lagi.


Arland. Orang itu ialah Arland. Seiring dengan terciumnya aroma parfume kesukaan Arland yang sangat Glesty kenal, Arland kini berjalan melewatinya, tanpa menyadari bahwa Glesty sudah ada di depannya.


Aroma itu? Dia masih menyukai aroma itu?"


"Arrrrrland? Lirihnya. Satu tangan Glesty terangkat tanpa di perintah, seolah ingin menahan lelaki itu. Kini, kakinya pun melangkah, membawanya mengikuti Arland. Arland dengan santainya berjalan tanpa melihat ke sekelilingnya.


Glesty dengan cepat menyadarkan dirinya sendiri, saat melihat Arland memasuki toko yang berisi pakaian pria, toko terbaik yang ada di mall tersebut. Glesty menyandarkan tubuhnya, untuk bersembunyi. "Apa yang ku lakukan? Kenapa aku mengikutinya?" Glesty tersenyum getir menyadari kebodohannya sendiri. bisa - bisanya ia mengikuti lelaki itu? Lelaki yang telah menipunya. Lelaki yang sangat ingin ia lupakan di sisa hidupnya.


Mengingat kebenciannya pada lelaki itu, Glesty kini melangkahkan kakinya agar menjauh dari Arland. Namun, tiba - tiba perasaannya merasakan kesedihan, seolah tak ingin meninggalkan tempat itu. Glesty menepuk perlahan bagian dadanya "tenanglah, Glesty! kendalikan perasaanmu! Baiklah, aku hanya akan melihatnya dari jauh, kali ini saja. Lirihnya.

__ADS_1


"Arland, ternyata kau hidup dengan sangat baik dan sehat,? gumamnya.


Bersambung.


__ADS_2