
Saat Arles dan Calista tengah mengobrol ringan, Lean datang menghampiri dan berkata "Arles, aku pinjam Nara sebentar ya"
"Eit tunggu. Mau kamu bawa kemana pacar aku?" Arles menahan kursi roda yang sudah siap di dorong oleh Lean.
"Itu.. ada teman oma opa yang mengenalnya"
"Siapa? Laki-laki atau perempuan?" Arles melihat ada banyak orang sedang mengelilingi oma opanya.
"😌Seorang nenek tua! puas?"🙄
drrrt drrtt
Panggilan telepon dari Bagas.
"Sayang, aku tunggu kamu disini yah, aku terima telepon Bagas dulu." Melirik Lean "Jagain pacar aku!"
Calista: 🤦♀️
Lean: 😠😠🙂
Arles lalu menjawab telepon Bagas.
"Halo bro."
"Arles, bagaimana? Apa sekarang kau sudah sehat?"
Arles mengerutkan alis, mentap ponselnya. Pertanyaan Bagas sangat membingungkan.
"Sehat? Memangnya kapan kau melihatku sakit?" Balik bertanya dengan nada dibuat kesal.
"Maksudku adalah keadaan jiwamu. Yang aku tahu, selama ini kesehatan jiwamu sedikit terguncang. Pfffffft" Bagas menertawai perkataannya sendiri sembari membayangkan wajah kesal Arles.
"Csssssh.. kau menertawaiku? Iya.. aku sedikit gangguan jiwa, jadi maaf Bagas, aku mungkin tidak akan menghadiri pernikahanmu."
"Eit eit eit.. hehehe maaf bercanda.. Ya Arles aku mau mengingatkanmu tentang itu, tiga hari lagi pernikahanku akan diselenggarakan.
Arles terlihat memikirkan sesuatu. Sedetik kemudian senyum usil tersungging di bibirnya. "Iya Bag, aku ingat. Tapi aku tidak janji akan hadir."
"Loh.. kenapa?" terdengar serius.
"Kau tahu alasannya. Setelah bekerja, aku akan menghabiskan waktu bersama kekasihku🤭. Dia kan masih dalam tahap pemulihan."
"Haaaa? Arles.. menghadiri pesta sahabatmu ini hanya memakan waktu beberapa jam. Bahkan kau bisa mengajak dia kekasihmu, wanitamu, milikmu, cintamu, pacarmu atau mantan yang kau cintai itu, siapalah itu namanya, yang penting kau harus hadir." Tuut tuut tuut, Bagas tidak menerima alasan lagi.
\=
"Omaa.. ini dia, Calista!" Lean membawa Calis bersama kursi rodanyaa mendekati oma opa dan yang lainnya.
"Hei... Calis.. kamu masih mengingat saya?" Omanya Nino mendekati Calista.
"Oma?.."
Keduanya pun saling memeluk.
"Cantik, oma turut prihatin dengan semua yang kamu alami ya sayang!" ucap omanya Nino dengan tulus. Tentu saja dia sudah mendengar semuanya dari sang cucu, Nino.
__ADS_1
"Iya oma, terima kasih!" ucap Calista, tulus.
Oma opa Lean hanya tersenyum melihat kedekatan dua wanita beda usia ini.
"Hei.. ternyata kalian sangat akrab?" tanya omanya Lean.
"Iya.. dia adalah teman baik dari cucuku! Oh iya, aku hampir lupa, aku ada hadiah untukmu sayangku, tunggu disini!
\=
Arles menatap ponselnya.
"Cssshhh.. orang itu, tidak bisa memohon dengan cara yang benar." Arles tersenyum geli mengingat perkataan Bagas yang menyindir tentang siapa Calista bagi Arles.
"Ya... dia wanitaku, kekasihku, pacarku, calon istriku, cintaku." Wajah Arles memerah saat mengulang kata-kata itu dari mulutnya sendiri.
Drrrrt drrrt drrrrt.
Ponsel Calista yang berada dalam saku jas milik Arles terasa bergetar. Arles pun mengambilnya. Saat menatap layar ponsel milik pacarnya itu, kedua alis auto berkerut.
Panggilan dari kontak (Pria 420rb) "siapa ini?" gumam Arles. Karena penasaran, ia pun menjawab panggilan itu "sorry sayang, aku lancang menjawab panggilan di ponsel milikmu" batin Arles.
"Hallo Cantik, bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah sehat? Maaf karena aku belum sempat mengunjungimu lagi. Aku sangat sibuk. Tapi... Arles pasti menemanimu kan? Apa kau sudah menerimanya lagi? Aku turut senang jika kalian balikan. Tapi bisa kah aku memakai jasamu lagi? Kau ingat kan dengan kesepakatan kita waktu itu? Soal tarif, aku pasti akan ikuti sesuai ketetapan darimu.! Calis? Apa kau dengar?"
"Fran?" batin Arles.
"Eko Franata, ini aku"
"😲 "Arles? Maaf bro... tapi, dimana Calista? Hei.. bro, tolong jangan salah paham oke, aku bisa menjelaskannya." Fran terdengar gugup. Bagaimana tidak, mulutnya dengan lancang telah mengatakan banyak hal tanpa berpikir. Ya iyalah, berpikir kan tugasnya otak, bukan mulut.
\=
Di sisi lain, seorang wanita tua sedang menyeret cucu satu-satunya yang membawa sebuah kotak hadia ditangannya, menghampiri temannya yang sedang berbahagia itu.
"Hei.. ini dia cucuku satu-satunya!" Seru oma Nino kepada pasangan berbahagia itu.
Karena banyaknya tamu dan saling mengobrol, diiringi dengan suara alunan musik serta ruangan yang sengaja hanya di beri cahaya remang-remang untuk mendukung suasana romantis malam ini, Calis maupun Nara tidak menyadari bahwa Nino pun berada sangat dekat dengan mereka saat ini.
Opanya Lean pamit untuk menemui beberapa tamunya setelah saling menyapa halo dengan Nino.
"Wah.. cucumu juga tampan yah. Aku kira Arlesku yang paling tampan di dunia ini." canda oma.
"Ah tentu saja sayangku, siapa dulu opanya?" balas omanya Nino, mengingat suaminya yang sudah lama tiada. Membuat yang lain menanggapinya dengan tersenyum geli. Omanya Nino memang ada-ada saja.
"Oia sayang, serahkan hadiah itu dan perkenalkan diri mu ke teman-teman oma. Nino terpaksa harus menututi. "Halo semuanya, nama saya Elnino" sapa Nino.
"Iya... tampan, apa kamu sudah punya pacar? tanya omanya Lean. Nino dan oma hanya tersenyum.
Beberapa perempuan tua lainnya juga mendekat kepada Nino. "Nak, kami juga punya cucu-cucu cantik bila kau masih jomblo." canda mereka dalam maksud yang serius.
"Wah gawat, Nino bisa marah padaku. Pasti dia akan menuduhku ingin menjodohkannya" batin oma.
Bukannya menjawab, Nino malah menyerahkan hadiah itu "Ini hadiahnya oma,"
"Ehm.. tunggu sebentar Nino," oma itu malah berbalik dan menemui seseorang. Nino dapat melihat, oma itu kembali dengan setengah menyeret seseorang di belakangnya.
__ADS_1
"Hai Elnino, ini cucu oma. Cantikkan?"
Lean: ☺😮 "Nino?
Nino: 😮 "Lean?
"Tepat seperti dugaanku. dia pasti ingin memperkenalkan cucunya pada Nino. Bagaimana ini?" Batin omanya Nino.
"Nino, tolong berikan hadiah itu ke cucu oma ini."
Oma Lean benar-benar tidak menyadari bahwa Nino dan cucunya ini saling melempar pandangan yang tak bisa diartikan.
Lean: "Nino? Dari semua acara, kenapa dia harus menghadiri acara oma opaku?"
Nino: "Akhirnya, aku menemukanmu? Jadi kau pun ada di sini? Aku tidak bermimpi kan?"
Omanya Nino menagkap tatapan aneh dari Lean terhadap cucunya. "Kenapa mereka malah saling tatap? Apa cucuku terpesona dengan kecantikan gadis ini? Dasar pria kurang ajar. Katanya punya gebetan, tapi masih kepincut dengan perempuan lain?" kesalnya dalam hati.
"Hei.. Lean, ayo ambil hadiah itu darinya." oma menyenggol lengan Lean. Sepertinya omanya Lean terpesona dengan ketampanan wajah Nino.
Setelah mengatur napasnya, dengan pelan Nino menyerahkan kotak itu kepada Lean.
Lean pun menyambutnya dengan sikap santai. Namun, sepertinya Nino tidak berniat melepaskan kotak hadiah itu. Terjadilah aksi saling tarik menarik dari kedua tangan Nino dan Lean.
Lean merasa heran ada apa dengan Nino. Ia menajamkan pandangan matanya memberi kode bahwa ia sedang marah.
Omanya nino mendekat dan berbisik ke telinga cucunya. "Nino.. apa yang kau lakukan? Lepaskan hadiahnya. Jangan bikin malu. Semua orang tengah menatapmu." Oma menyadarkan Nino.
Dari jarak yang cukup dekat, Arles dan Calis juga melihat aksi itu. Keduanya hanya tersenyum geli. "Dunia ini benar-benar sempit" batin Arles.
Dengan berat hati, Nino melepas kotak itu.
"Baik oma, sekarang ini hadiahmu. Oma mau aku mengantarnya kemana?" tanya Lean kepada omanya yang terlihat sedikit berlebihan.
"Sayang, berkenalanlah dulu dengan cucu teman oma ini."
"Omaaaaaa!" Lean melotot kearah omanya dan tanpa sadar meninggikan suara. Masalahnya, bukan hanya mereka yang ada disini. Tamu oma yang lainnya juga sedari tadi sedang memperhatikan mereka.
Omanya Nino kini benar-benar harus beraksi dia harus menyelamatkan Nino. Tidak lebih tepatnya oma ingin menyelamatkan dirinya sendiri.
"Ehmmmm.. Teman-temanku sekalian, cucuku ini memang tampan, tapi sayang, dia sudah punya seseorang yang dia cintai. Maksudku, dia punya pacar." Omanya Nino tersenyum begitu manis setelah mengatakannya.
"Omaaaa!" kini gantian, giliran Nino yang meninggikan suaranya terhadap omanya sendiri dengan mata melotot.
😳"Apa? Jadi dia sudah punya pacar? Dasar brengsek!" batin Lean.
.
.
Bersambung.
Maaf guy, ditempat author lagi mati listrik berkeoanjangan jadi jaringan internet juga gangguan, makanya telat.
🙏
__ADS_1